Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Indonesia dan PSSI terus berupaya memperkuat pembangunan sepak bola nasional di seluruh tanah air melalui Instruksi
Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2019. Untuk mencapai tujuan tersebut dan penyempurnaan Inpres Nomor 3 Tahun 2019, Kementerian Pemuda dan Olahraga dan PSSI mengumpulkan para stakeholder terkait mulai dari para pengurus daerah PSSI, pemilik klub sepakbola, aktifis, pengamat, akademisi.
Dalam forum diskusi group (FGD) yang digelar di Hotel Merusaka Nusa Dua Bali selama dua berturut-turut mulai Jumat sore (10/2) hingga Sabtu (11/2). FGD tersebut dibuka langsung oleh Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali didampingi Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan (Iwan Bule), Sekjen PSSI dan para pengurus PSSI lainnya.
Beberapa akademisi di bidang olahraga diundang sebagai narasumber. Para pengurus PSSI Provinsi juga terlihat hadir dalam FGD tersebut, hadir juga dari unsur Kemenko PMK, Mensesneg, dan berbagai lembaga pemerintah lainnya.
Dalam arahannya, Menpora Zainuddin Amali menyampaikan bahwa alasan
menggelar FGD Penyempurnaan Inpres No 3 tahun 2019 tentang Percepatan
Pembangunan Persepakbolaan Nasional.
Ia mengatakan, Indonesia itu adalah negara bola, bukan hanya sebagai pemain tetapi hiburan terbesar adalah bola. Ada sekitar 70% penduduk Indonesia adalah penikmat bola dan terhibur dengan olahraga bola.
Untuk itu membangun sepakbola nasional di Indonesia sangat penting sebab menyangkut dengan hajat hidup orang banyak. "Membangun
persepakbolaan nasional ini adalah kerjaan bersama sama bukan hanya
Kemenpora apalagi diplesetkan hanya kerjaan Menpora.
Menurut dia, semua stakeholder olahraga sepak bola dapat berkontribusi
dalam memajukan sepak bola, baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, PSSI, klub, maupun Dinas Pemuda dan Olahraga di daerah. Selain itu, dalam Inpres ini belum dicantumkan PSSI. Baru hanya mengatur terkait peran pemerintah pusat dan pemerintah daerah, sehingga perlu dilakukan penyempurnaan. "Penyempurnaan Inpres untuk memajukan persepakbolaan nasional, dan harus ada PSSI," jelasnya.
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan (Iwan Bule) menyampaikan, Menpora
mengadakan FGD Penyempurnaan Inpres karena tidak ada PSSI di dalamnya,
sehingga perlu disempurnakan.
Ia menegaskan, PSSI bersama pemerintah baik pusat hingga daerah ingin agar sepakbola Indonesia maju dan berkelas dunia. Untuk mencapai hal tersebut maka perlu kerja sama semua pihak. (N-2)
Erick Thohir memuji kepemimpinan Chef de Mission Reda Manthovani setelah Indonesia meraih 135 medali emas dan finis sebagai runner up ASEAN Para Games 2025.
Ketua Umum PB PII, Abdul Kohar Ruslan, menegaskan bahwa tantangan organisasi pelajar saat ini semakin dinamis, terutama dengan dominasi Generasi Z yang sangat lekat dengan dunia digital.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) resmi membuka seleksi terbuka untuk posisi Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga.
Peter secara terbuka menyoroti masalah mendasar yang menjadi pekerjaan rumah yaitu munculnya polarisasi di tenis meja setelah adanya Indonesia Pingpong League (IPL).
MENTERI Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir memaparkan 28 agenda besar Kemenpora untuk tahun 2026 dalam rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Gedung Nusantara I, Jakarta, Selasa (27/1).
KONTINGEN Indonesia sukses menutup perjuangan di ajang ASEAN Para Games (APG) Ke-13 Tahun 2025 di Thailand.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved