Kamis 24 November 2022, 18:31 WIB

Kedinginan di Stadion Gurun yang Terik

Akmal Fauzi | Sepak Bola
Kedinginan di Stadion Gurun yang Terik

AFP/MANAN VATSYAYANA
Dua lubang yang mengalirkan udara dingin di Stadion Al-Bayt, Al-Khor, utara Doha, Qatar, yang membuat suhu di sekitarnya menjadi sejuk.

 

ADA kekhawatiran panas bakal menyengat saat gelaran Piala Dunia 2022 di Qatar. Faktanya, para penonton justru mengeluh kedinginan di dalam stadion.

Turnamen yang digelar di wilayah gurun terik, para penggemar justru menggigil lantaran suhu di stadion yang terlalu dingin mencapai 19 derajat Celcius.

Pemerintah Qatar memang menghabiskan jutaan dolar Amerika untuk mendinginkan tujuh dari delapan stadion yang digunakan untuk Piala Dunia 2022. Satu-satunya stadion yang tidak dilengkapi fasilitas AC adalah The 974 Stadium, yang hanya menyelenggarakan pertandingan malam hari.

Teknologi sistem pendingin ini melibatkan penggunaan energi matahari yang dikembangkan dengan bantuan Qatar University. Udara luar didinginkan dan kemudian didistribusikan melalui perangkat di tribune dan pipa besar di sisi lapangan.

"Kami bukan hanya mendinginkan udara, tetapi juga membersihkannya," ujar Dr Saud Abdulaziz Abdul Ghani, Profesor Teknik Mesin Qatar University yang berperan atas tercipta sistem pendingin ini.

Alasan utama menggeser perhelatan Piala Dunia 2022 ke akhir tahun juga karena suhu rata-rata di Qatar sangat panas pada Juni dan Juli, saat turnamen sebelumnya dilangsungkan. Suhu Qatar pada bulan itu bisa mencapai 42 derajat Celsius.

Dengan digelar pada November, suhu di sana diperkirakan hanya mencapai 24 derajat Celsius. Kendati begitu Qatar tetap berinovasi dengan memasang sistem pendingin di setiap stadion agar semakin ramah, baik untuk pemain maupun penonton.

Namun, para penggemar mengatakan tuan rumah bertindak terlalu jauh, terutama selama pertandingan malam hari, ketika suhu gurun turun dari 30 derajat celcius menjadi sekitar 19 derajat Celcius. Bahkan suporter tuan rumah sakit, Faisal Rasheed harus mengenakan pakaian berlapis warna merah marun, warna bendera negaranya.


Baca juga: Wapres Sebut Kemenangan Jepang dan Arab Saudi Kebangkitan Asia


"Sebenarnya terlalu dingin," kata Faisal.

Mario Sanchez, seorang suporter berusia 33 tahun asal Amerika Serikat, mengomentari kondisi stadion yang terlalu dingin. Hal ini disebabkan pendingin udara yang terdapat di dalam stadion sudah diatur untuk tetap berada pada suhu 20 derajat Celcius.

"Sebenarnya terasa agak dingin malam ini, tetapi itu karena cuaca juga sangat berangin," ujarnya.

Saat laga pembuka antara Qatar dan Ekuador Minggu (20/11), suhu area luar Stadion Al Bayt sebenarnya masih normal, yakni sekitar 25 derajat Celcius. Namun, penonton mengeluh kedinginan karena panitia memutuskan untuk menyalakan pendingin Stadion Al Bayt.

Tujuan panitia adalah untuk menurunkan suhu dalam Stadion Al Bayt menjadi sekitar 20 derajat Celcius. Namun penonton kedinginan karena atap Stadion Al Bayt dibiarkan terbuka sementara cuaca saat pertandingan berangin.

"Kami semua membeku kedinginan di dalam. Kami memiliki daerah dingin di Ekuador. Namun, suhu dingin saat ini pertandingan lebih buruk daripada rumah kami atau Eropa," kata suporter timnas Ekuador, Angelica.

"Kaki kami membeku. Kami menutupi tubuh kami dengan bendera. Kami ingin mereka mematikan AC itu," tambahnya.

Namun, kiper Inggris Jordan Pickford mengatakan kondisi suhu di dalam stadion cukup tepat untuk para pemain di lapangan. "Saya pikir itu dingin di tribune. Tapi sebagai pemain, itu adalah suhu yang sempurna bagi kami. Dengan sistem pendingin di tempat itu sangat bagus," ujarnya. (OL-16)

Baca Juga

 JACK GUEZ / AFP

Belgia Berupaya Pulihkan Kepercayaan Diri di Tengah isu Keretakan

👤Rifaldi Putra Irianto 🕔Rabu 30 November 2022, 17:15 WIB
Ditengah ambisi Belgia memetik kemenangan dari Kroasia, isu keretakan di dalam internal Belgia justru...
JUAN MABROMATA / AFP

Argentina Akui Laga Melawan Polandia Akan Berjalan Alot

👤Mediaindonesia 🕔Rabu 30 November 2022, 16:09 WIB
Dia menaksir pertandingan melawan Polandia itu sebagai laga yang berat karena tangguh dalam bertahan namun juga pandai memanfaatkan peluang...
AFP/ODD ANDERSEN

Spanyol Bidik Juara Grup

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 30 November 2022, 13:32 WIB
Skuad La Roja yang mengemas empat poin atau selisih satu angka dari Jepang paling tidak membutuhkan hasil imbang untuk menggaransi tempat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya