Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYERANG veteran, Herman Dzumafo tampil bintang Bhayangkara FC ketika melawan Barito Putera dalam lanjutan Liga 1 2021-2022, Selasa (1/2). Gol Dzumafo membawa Bhayangkara FC menang 2-1 dalam laga yang berlangsung di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Bali, tersebut.
Hasil itu membuat Bhayangkara FC untuk sementara memuncaki klasemen setelah mengoleksi nilai 46. Sedangkan Barito Putera tetap berada di peringkat ke-17 dengan mengumpulkan 16 poin.
Bhayangkara FC yang ingin bangkit dari kekalahan di laga sebelumnya, langsung menggebrak pertahanan Barito Putera sejak menit awal. Sementara Barito Putera cenderung berhati-hati sambil mencari celah melakukan serangan.
Kendati melakukan tekanan, peluang baru bisa diperoleh Bhayangkara FC pada menit ke-16. Namun tendangan bebas Anderson Salles masih mengarah ke pelukan kiper Aditya Harlan.
Di lain sisi, Barito Putera yang mulai memberikan perlawanan selepas menit ke-20 mengalami kesulitan untuk menembus pertahanan Bhayangkara FC. Penyelesaian akhir yang buruk juga turut berperan dalam kegagalan Laskar Antasari mencetak gol.
Bhayangkara FC nyaris membuka keunggulan ketika laga memasuki menit ke-38. Tetapi sundulan Melvin Platje menyambut umpan Dendi Sulistyawan masih menghajar tiang kanan gawang.
Selang dua menit kemuddian, sundulan Salles menyambut sepak pojok masih bisa dihalau Bagas Kaffa sebelum melewati garis gawang setelah kiper tidak mampu berkutik. Skor imbang tanpa gol ini menutup babak pertama.
Bhayangkara FC tidak mengendurkan permainan mereka dengan tetap menerapkan skema agresif. Sebaliknya, permainan Barito Putera mengalami perbaikan, sehingga pertandingan berlangsung makin menarik.
Ancaman sudah diberikan Bhayangkara FC terlebih dulu guna memecahkan kebuntuan. Hanya saja, Aditya tampil cemerlang untuk mematahkan tendangan bebas keras Salles ketika babak kedua baru berjalan tiga menit.
Alih-alih membuka keunggulan, gawang Bhayangkara FC justru kebobolan terlebih dulu di menit ke-58. Tendangan bebas Bruno Matos yang coba dihalau pemain belakang Bhayangkara FC malah jatuh ke kaki Bayu Pradana yang tidak membuang kesempatan untuk menjebol gawang Awan Setho Raharjo.
Bhayangkara FC lalu menaikkan irama permainan. Upaya mereka untuk menyamakan kedudukan baru terwujud pada menit ke-84 ketika sundulan Dzumafo menyambut umpan Adam Alis berhasil menjebol gawang Barito Putera.
Penyerang veteran itu menjadi bintang Bhayangkara FC setelah tandukannya menyambut umpan Platje di injury time memastikan tim besutan Paul Munster meraih tiga angka dengan kemenangan 2-1. (Goal/OL-15)
Selain itu, Adhi mengatakan pihaknya juga membuka penjualan tiket Corporate Box yang menawarkan pengalaman menonton dengan fasilitas khusus dengan harga Rp3,5 juta per tiket.
Souza memastikan bakal mempersiapkan tim dengan matang dalam menatap laga tersebut untuk bisa mendapatkan hasil maksimal.
Juru taktik asal Spanyol itu menekankan bahwa satu kesalahan kecil bisa berakibat fatal saat melawan tim sekelas Persib. Namun, ia optimistis anak asuhnya bisa memberikan kejutan.
Setali tiga uang, Dewa United datang ke Lampung dengan kondisi yang tak kalah memprihatinkan. Tangsel Warriors, julukan Dewa United, masih tertahan di peringkat ke-14.
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menegaskan timnya datang ke Kediri dengan target poin penuh.
KONGRES Biasa PSSI yang berlangsung di Jakarta pada Rabu (4/6) menghasilkan beberapa keputusan. Salah satunya perubahan Statuta PSSI yang akan memberikan peran besar kepada daerah.
Kemenangan meyakinkan itu ditentukan sepenuhnya pada paruh pertama laga. Meski Bhayangkara FC sempat mengambil inisiatif serangan di menit-menit awal
Kemenangan dramatis 2-1 yang diraih Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, langsung mendongkrak posisi skuad asuhan Paul Munster.
Pelatih sementara Persebaya, Uston Nawawi, mengungkapkan rasa kecewanya setelah timnya hanya mampu bermain imbang melawan tuan rumah Bhayangkara Presisi Lampung FC.
Pelatih Bhayangkara Presisi Lampung FC, Paul Munster, mengakui bahwa masalah penyelesaian akhir masih menjadi kendala utama timnya saat bermain imbang 1-1 melawan Persebaya.
Penyerang Bhayangkara Presisi Lampung FC, Dendi Sulystiawan, menjadi penyelamat timnya setelah mencetak gol pada menit 90+8 untuk memaksakan hasil imbang melawan Persebaya Surabaya.
Nama Rahmatsho Rahmatzoda semakin mencuri perhatian publik sepak bola Indonesia, terutama setelah performanya bersama PSIM Yogyakarta menuju final Super League 2025/2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved