Sabtu 31 Juli 2021, 03:20 WIB

Federasi Sepak Bola Italia Minta Dipensasi Agar Klub-klub Tidak Pailit

Mediaindonesia | Sepak Bola
Federasi Sepak Bola Italia Minta Dipensasi Agar Klub-klub Tidak Pailit

Filippo MONTEFORTE / AFP
FIGC

 

FEDERASI sepak bola Italia, FIGC, mendesak pemerintah setempat untuk mengizinkan stadion diisi penuh oleh penonton untuk membantu kelangsungan industri olahraga mereka di negeri tersebut.

Hal itu disampaikan FIGC dalam surat terbuka mereka kepada Pemerintah Italia pada Jumat, sembari menyatakan bahwa sepak bola Italia tengah membunyikan "alarm tanda bahaya".

"Kami berada di persimpangan jalan. Harus ada langkah cepat untuk mencegah krisis sepak bola profesional yang bisa menghentikan aktivitas klub-klub," kata Presiden FIGC Gabriele Gravina.

Saat ini, pemerintah Italia menerapkan aturan yang hanya mengizinkan stadion-stadion olahraga diisi penonton dengan kehadiran maksimum 50 persen kapasitas.

Terlebih lagi, hanya para pemilik "Kartu Hijau", penanda warga yang sudah tervaksinasi, yang diizinkan masuk ke stadion.

Baca juga: Jalani Operasi Bahu, Rashford Dipastikan Absen hingga Oktober

Dalam surat terbukanya, FIGC menyoroti dampak keuangan yang sangat dirasakan klub-klub sepak bola sejak peraturan terkait pencegahan COVID-19 mulai diberlakukan kala pandemi mulai melanda awal 2020 dan mengklaim bahwa pembatasan telah "membahayakan kelangsungan seluruh sektor dan menjadikannya tidak berkelanjutan".

FIGC mengklaim bawah dari setiap euro yang diinvestasikan pemerintah Italia ke sepak bola dalam 13 tahun terakhir, berbuah 17,3 euro sebagai imbalannya, sebab industri itu telah mengumpulkan sekira 14 miliar euro kas pemerintah dalam periode tersebut.

Otoritas sepak bola Italia itu menawarkan sejumlah kebijakan baru termasuk membuka stadion secara penuh untuk pemegang Kartu Hijau, perubahan aturan pajak dan penangguhan larangan sponsor perusahaan taruhan untuk klub.

"Dalam pembicaraan dengan beberapa institusi, kami telah menyoroti bahwa krisis ini hasil aturan darurat kesehatan dan tindakan pembatasan turunannya, yang menimbulkan krisis likuiditas keuangan signifikan di sepak bola profesional," kata Presiden Operator Serie A Paolo Dal Pino.

"Itu semua telah membuat sektor yang banyak membantu berkontribusi terhadap kebangkitan ekonomi dan sosial menjadi bertekuk lutut," tutupnya.(Ant/OL-4)

Baca Juga

AFP/MIGUEL MEDINA

Sempat Tertinggal, Atletico Raih Kemenangan di Markas AC Milan

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 29 September 2021, 05:33 WIB
Hasil itu membuat Milan berada di posisi empat karena belum mengemas poin sama sekali di Grup B dari dua laga. Sedangkan Atletico...
AFP/JAVIER SORIANO

Buat Kejutan, Sheriff Tekuk Real Madrid di Santiago Bernabeu

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 29 September 2021, 05:26 WIB
Sheriff kini memuncaki klasemen Grup D dengan raihan enam poin setelah di laga pertama menang atas Shakhtar...
AFP/Odd ANDERSEN

Brugge Sukses Raih Kemenangan di Markas Leipzig

👤Basuki Eka Purnama 🕔Rabu 29 September 2021, 05:08 WIB
Hans Vanaken dan Mats Rits mencetak gol untuk membawa Brugge menyamai empat poin Paris Saint-Germain, yang memuncaki klasemen Grup...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Kawin Kontrak Rendahkan Perempuan

 Kawin kontrak masih ditemukan di Kabupaten Cianjur. Usia pernikahan hanya dua bulan dengan uang mahar Rp15 juta

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya