Jumat 09 Juli 2021, 17:25 WIB

Keberanian dan Gaya Komunukasi Southgate Dinilai Mengubah Timnas Inggris

Rifaldi Putra Irianto | Sepak Bola
Keberanian dan Gaya Komunukasi Southgate Dinilai Mengubah Timnas Inggris

AFP
Pelatih Timnas Inggris, Gareth Southgate

 

LIMA tahun setelah Gareth Southgate ditunjuk sebagai pelatih Tim Nasional Inggris, yang mana menggantikan posisi pelatih Sam Allardyce yang dituduh terlibat kasus skandal transfer pemain. Three Lions kini telah mencapai final turnamen besar pertama mereka sejak 55 tahun lalu saat mereka merebut gelar juara Piala Dunia 1966.

Southgate awalnya ditunjuk sebagai pelatih sementara, kini keluar sebagai pencetak sejarah sepak bola Inggris, pelatih berusia 50 tahun itu mengantarkan Inggris ke final Piala Eropa pertama.

Sempat dikeritik oleh sejumlah penggemar yang menilai bahwa Tim asuhan Southgate memiliki lini depan yang minim, dengan sejumlah talenta menyerang yang ditaruh di bangku cadangan. Dan hanya mengandalkan sejumlah pemain di lini serang seperti kapten tim Harry Kane dan Raheem Sterling.

Southgate membungkam kritik tersebut dengan barisan pertahanan skuadnya yang solid. Dan membuktikannya dengan sebuah fakta bahwa Three Lions baru kebobolan satu gol hingga saat ini di Euro 2020, yakni di babak Semifinal saat menghadapi Timnas Denmark.

Baca juga : Inggris Selangkah Menuju Juara Euro 2020, Nevillle Serukan Libur Nasional

Mengatarkan Inggris selangkah lebih dekat dengan gelar juara, Kelihaian komunikasi Southgate dengan anak-anak didiknya juga mendapat pujian dari Pelatih Timnas Denmark Kasper Hjulmand yang mengatakan bahwa komunikasinya luar biasa.

"Saya mengikuti apa yang telah dilakukan FA (Asosiasi Sepak Bola Inggris) secara strategis, terutama bagaimana Gareth memimpin tim ini selama beberapa tahun terakhir," kata Hjulmand dilansir dari AFP, Jumat, (9/7).

"Cara dia mewakili dan berkomunikasi sangat luar biasa. Saya pikir dia telah melakuka  pekerjaan dengan baik dalam pekerjaan yang sulit," jelasnya.

South gate juga telah menjadi pemimpin yang sempurna untuk skuadnya dalam hal kesadaran sosial. Bahkan ia pernah melaporkan ejekan bernuansa rasis yang dilakukakn suporter timnas Montenegro saat timnya memetik kemenangan 5-1 atas Montenegro di kualifikasi Euro 2020.

Mlihat adanya ejekan bernuansa rasis pada skuadnya saat itu, Southgate mengatakan bahwa hal terpenting dalam timnya adalah persatuan untuk saling mendukung satu sama lain.

"Hal terpenting bagi para pemain kami adalah mengetahui bahwa kami benar-benar bersatu dalam hal itu, kami sepwnuhnya berkomutmen untuk salinh mendukung satu sama lain," ucapnya saat itu. (AFP/OL-2)

 

Baca Juga

Antara

RI Bersedia Jadi Tuan Rumah Piala AFC 2023

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Selasa 28 Juni 2022, 23:15 WIB
Awalnya, Piala Asia 2023 digelar di Tiongkok pada 16 Juni-16 Juli 2023. Namun, Negeri Tirai Bambu mengundurkan diri lantaran kasus covid-19...
Antara

Indonesia Ajukan Diri Jadi Tuan Rumah Piala Asia 2023

👤Ant 🕔Selasa 28 Juni 2022, 20:52 WIB
AFC memberikan batas waktu sampai akhir Juni 2022 kepada federasi anggotanya untuk melengkapi...
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

Pemerintah Setujui Usulan Indonesia jadi Tuan Rumah Piala Asia 2023

👤Mediaindonesia 🕔Selasa 28 Juni 2022, 19:44 WIB
Pemerintah setuju usulan PSSI yang menawarkan agar Indonesia menjadi tuan rumah Piala Asia 2023 menyusul keputusan China yang telah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya