Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
GELANDANG West Ham United Declan Rice, Selasa (30/3), mengatakan pemain Inggris mempertimbangkan memboikot media sosial jika pelecehan terhadap para pemain Liga Primer Inggris di jejaring sosial tidak diatasi.
Awal pekan ini, mantan bintang Arsenal Thierry Henry menutup semua akun media sosialnya setelah mengatakan tindakan terhadap pelaku pelecehan di internet sangat minim.
Sejumlah pemain Liga Primer Inggris, termasuk duo Manchester United Marcus Rashford dan Antony Martial serta pemain Chelsea Reece James menjadi korban serangan rasisme secara daring.
Baca juga: Langgar Aturan Covid-19, Lima Pemain Rangers Diskors
Seruan agar perusahaan media sosial mengambil langkah yang lebih tegas terhadap pelaku serangan rasisme di dunia maya selama ini hanya mendapatkan tanggapan minim.
Menjelang laga kualifikasi Piala Dunia melawan Polandia, Rice mengatakan para pemain timnas Inggris belum membahas masalah rasisme itu namun menegaskan mereka siap bertindak jika situasinya tidak berubah.
"Saya rasa harus ada langkah yang diambil. Saat ini, terlalu banyak pelecehan rasisme di media sosial, terutama tahun lalu," ujar Rice.
"Bagi orang seperti saya, yang mengelola media sosialnya sendiri dan senang berinteraksi dengan para penggemar, saya tidak punya masalah dengan media sosial."
"Namun, melihat Thierry Henry melakukan boikot dan Gareth Bale berencana melakukannya, saya rasa sesuatu harus dilakukan oleh para pemain," imbuhnya. (AFP/OL-1)
Psikolog Sani B. Hermawan menyarankan anak di bawah 16 tahun berkolaborasi di akun orangtua guna mematuhi PP Tunas dan menjaga keamanan digital.
Anak di bawah usia 16 tahun tetap dapat berkarya di media sosial, namun sebaiknya menggunakan akun milik orang tua, bukan akun pribadi.
Perlindungan ruang digital memerlukan langkah komprehensif yang mencakup edukasi publik dan penguatan kapasitas pengguna dalam memahami risiko siber.
Dibandingkan menerapkan pelarangan akses secara total, YouTube memilih pendekatan fitur perlindungan yang terintegrasi dan berbasis usia.
Pendekatan yang terlalu keras atau sepihak untuk membatasi penggunaan medsos justru berisiko membuat anak memberontak.
Paparan media sosial yang terlalu dini berisiko mengganggu regulasi emosi, pembentukan identitas diri, hingga menurunkan kualitas interaksi sosial nyata.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved