Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
FIFA memasang target kuartal terakhir 2021 sebagai tenggat untuk mengumumkan secara resmi kota-kota yang akan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2026 yang digelar bersama oleh Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Melalui pernyataan di laman resminya, federasi asosiasi sepak bola internasional itu mengatakan akan bertemu dengan para tuan rumah secara
virtual untuk membahas infrastruktur stadion yang ada di 23 kandidat kota tuan rumah mulai akhir Februari 2021.
Setelah itu, FIFA akan melakukan pembahasan dengan para kandidat kota mulai April.
Baca juga: Alejandro Gomez Bergabung dengan Sevilla
"Karena situasi yang masih berubah-ubah terkait pandemi covid-19, FIFA dan asosiasi tuan rumah bertujuan untuk memulai kunjungan arena di para kandidat kota tuan rumah pada awal Juli," kata FIFA.
Ofisial FIFA akan mengunjungi stadion-stadion tersebut jika situasi keamanan dan kesehatan di negara-negara tuan rumah memungkinkan melakukan hal itu.
"Apabila kunjungan ke venue tersebut dilakukan, FIFA dan asosiasi tuan rumah bertujuan agar kota-kota tuan rumah ditunjuk oleh Dewan FIFA pada kuartal terakhir 2021," ungkap FIFA
FIFA akan memilih 16 dari 23 arena yang telah diajukan.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan akan diikuti oleh 48 tim. (Ant/OL-1)
Santo Kits dan Nevis, yang saat ini menempati peringkat 154 dunia, diprediksi akan memberikan tantangan fisik yang berbeda bagi para penggawa timnas Indonesia.
Rusia luncurkan serangan energi terbesar di awal 2026, tewaskan warga sipil dan rusak ikon Kyiv, di tengah persiapan perundingan damai di Abu Dhabi.
Sebelumnya, FIFA dan UEFA telah membekukan keanggotaan Rusia dari seluruh kompetisi internasional sejak Februari 2022, sesaat setelah invasi skala penuh ke Ukraina dimulai.
Sepanjang 2025, tercatat ada 24.558 transaksi transfer internasional di sektor putra, meningkat lebih dari 7% dibandingkan tahun sebelumnya.
FIFA menemukan adanya dugaan penggunaan dokumen palsu untuk meloloskan para pemain naturalisasi agar bisa memperkuat Timnas Malaysia dalam laga kualifikasi Piala Asia melawan Vietnam.
Sepp Blatter menilai kekhawatiran terkait faktor keamanan menjadi alasan yang sangat kuat bagi para suporter untuk mempertimbangkan kembali rencana mereka datang langsung ke AS.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved