Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH tim nasional Inggris Gareth Southgate menyalahkan kepadatan jadwal pertandingan sepak bola, baik level klub maupun internasional. saat mengonfirmasi cederanya bek Joe Gomez.
Gomez mengalami cedera lutut dalam sesi latihan, Rabu (11/11), jelang Inggris menjamu Rep Irlandia dalam laga persahabatan internasional.
Akibat cedera itu, Gomez dipulangkan dari kamp timnas Inggris dan kembali ke Liverpool, yang kini terjebak dalam kriris lini pertahan akut
menyusul cederanya Virgil van Dijk, Fabinho, dan Trent Alexander-Arnold.
Baca juga: Gomez Terancam Absen Lama
"Saya tidak bisa bilang seserius apa cederanya, sebab kami belum melakukan pemindaian," kata Southgate dalam jumpa pers dilansir laman
resmi UEFA.
"Yang membuat kami khawatir adalah menyaksikannya kesakitan. Tidak ada orang di dekatnya ketika cedera itu terjadi," lanjutnya.
Dalam kesempatan itu, Southgate juga melontarkan kritik kepada padatnya jadwal pertandingan yang dipaksakan berlangsung di tengah pandemi covid-19.
Gomez, misalnya, sudah tampil dalam 15 pertandingan dalam dua bulan terakhir baik bersama Liverpool di Liga Primer Inggris, Liga Champions, dan Piala Liga serta bersama Inggris di laga persahabatan internasional dan Liga Negara UEFA.
"Wacana mengenai penambahan slot pergantian pemain sudah terus bermunculan. Tetapi gambaran besarnya adalah semua orang di olahraga ini
harus bahu membahu," kata Southgate.
"Mengingat Piala Dunia 2022 akan digelar pada musim dingin, ini kesempatan bagi semua orang untuk berpikir secara berbeda. Pandemi telah memunculkan banyak kesulitan, tetapi entah mengapa semua pihak malah sepakat memampatkan jadwal dalam durasi yang begitu singkat."
"Kita akan terus melihat banyak pemain cedera. Situasi yang menyedihkan. Ketika Anda melihat dampaknya terhadap orang-orang, itu semakin menyedihkan. Pembicaraan soal ini seharusnya terjadi musim panas kemarin. Seharusnya kita bisa menyesuaikan jadwal secara keseluruhan dan bekerja bersama-sama, tetapi itu tidak terjadi," pungkasnya. (Ant/OL-1)
TIM perencana militer dari Inggris dilaporkan tengah bekerja sama dengan militer Amerika Serikat (AS) untuk menyusun langkah membuka kembali Selat Hormuz.
Pemerintah AS menginginkan Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Australia, Kanada, yordania, Jepang, Korea Selatan, dan negara-negara Teluk untuk bergabung dalam koalisi tersebut.
Presiden AS Donald Trump memicu kontroversi dengan menyeret NATO ke konflik Selat Hormuz. Jerman dan Inggris ragu, sementara ancaman ranjau Iran kian nyata.
GoStudy International bersama British Council membuka peluang lebih luas bagi pelajar Indonesia untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Inggris Raya melalui kampanye GoStudy GREAT UK.
Obligasi pemerintah Inggris telah mengalami kenaikan yang cukup dramatis sejak krisis ini dimulai.
Perusahaan-perusahaan pertahanan terbesar di Amerika Serikat telah sepakat untuk melipatgandakan produksi empat kali lipat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved