Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
PELATIH Belanda Jordi Cruyff mengundurkan diri sebagai pelatih timnas Ekuador tanpa memimpin satu laga pun karena pandemi covid-19. Hal itu diungkapkan Federasi Sepak Bola Ekuador (FEF), Kamis (23/7).
FEF, dalam sebuah keterangan resmi, mengatakan kesepakatan pisah telah disepakati yang mencakup kompensasi dari pemutusan kontrak atas permintaan sang pelatih.
Putra legenda sepak bola Johan Cruyff itu dikontrak timnas Ekuador pada Januari namun dia memilih kembali ke Spanyol, tempat dia menghabiskan mayoritas kariernya sebagai pemain, setelah covid-19 terdeteksi di Ekuador pada akhir Februari.
Baca juga: Lolos Rapid Test, Punggawa Timnas Tetap Jalani Swab Test
Cruyff dijadwalkan kembali ke Ekuador pada 17 Juli untuk melanjutkan perannya sebagai pelatih timnas menjelang laga kualifikasi Piala Dunia pada Oktober mendatang.
Pekan lalu, Antonio Cordon juga mengundurkan diri sebagai direktur olahraga timnas Ekuador dengan alasan ketidakstabilan di tubuh FEF.
Presiden FEF Francusco Egas dipecat oleh anggota dewan pada April lalu dengan tuduhan membayar Cruyff dan Cordon lebih besar dari yang disepakati.
Egas menolak mengakui pemecatannya dan bersikeras dirinya mendapat dukungan dari Konfederasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL). (AFP/OL-1)
Seorang hakim federal AS mengecam keras penahanan Liam Conejo Ramos, 5, dan ayahnya di Texas. Hakim menyebut tindakan tersebut sebagai "nafsu kekuasaan yang kejam".
Pengadilan Ekuador menjatuhkan vonis berat kepada 11 tentara pelaku penghilangan paksa empat bocah di Guayaquil. Hakim sebut ini "kejahatan negara".
Sedikitnya 31 narapidana tewas di penjara El Oro, Ekuador, termasuk 27 yang ditemukan digantung setelah bentrokan antar geng pecah pada Minggu dini hari.
Presiden Ekuador Daniel Noboa selamat dari serangan massa yang melempari batu dan menembaki iring-iringan mobilnya di tengah aksi protes kenaikan harga BBM.
Bentrokan antar geng di penjara Esmeraldas, Ekuador, menewaskan sedikitnya 17 narapidana.
Menlu AS Marco Rubio mengatakan dua geng kriminal terbesar di Ekuador, Los Lobos dan Los Choneros, sebagai organisasi teroris asing.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved