Headline
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Semua hasil kejahatan yang rugikan negara harus dirampas.
Kumpulan Berita DPR RI
HAKIM federal New York, Selasa (21/7), menolak mengabulkan permohonan status tahanan rumah kepada mantan Presiden Federasi Sepak Bola Amerika Selatan (CONMEBOL) Juan Angel Napout yang tertular covid-19 saat tengah menjalani hukuman sembilan tahun penjara karena korupsi.
Napout dinyatakan positif covid-19 pada 16 Juli dan merupakan salah satu dai 95 tahanan yang terjangkit virus korona dari 700 tahanan di penjara Miami.
Hakim federal Pamela Chen dalam persidangan via telepon mengatakan dirinya menolak permohonan itu karena Napout tidak menunjukkan gejala covid-19.
Baca juga: Mbappe Pastikan akan Bertahan di PSG
Chen juga menolak permintaan Napout karena dia merasa situasi mantan presiden CONMEBOL itu luar biasa atau mengancam nyawa.
Dia juga mengatakan mengabulkan permintaan Napout akan tidak adil bagi tahanan lain yang mengalami kondisi yang sama.
Kuasa hukum Napout, Marc Weinstein, beralasan kliennya yang berusia 62 tahun itu juga mengidap hipertensi.
"Kombinasi penyakitnya dan covid-19 bisa mematikan," ujar Weinstein.
Jaksa Kirstin Mace menggarisbawahi bahwa kondisi Napout sehat dan dia tidak menunjukkan gejala apa pun.
Mace meminta agr Napout tidak dijadikan tahanan rumah karena dia baru menjalankan sedikit dari masa tahanannya, kurang dari sepertiga. Dia juga menyebut pria Paraguay itu juga tidak pernah merasa bersalah melakukan korupsi.
Napout divonis pada 2017 terkait skandal korupsi Fifagate. (AFP/OL-1)
MEKSIKO dan Irlandia tetap menggelar pertandingan persahabatan pekan ini meskipun terjadi kerusuhan akibat Nemesio ‘El Mencho’ Oseguera tewas, memunculkan isu piala dunia 2026 pindah lokasi
FIFA angkat bicara mengenai kemungkinan lokasi Piala Dunia 2026 pindah. Pada musim panas ini, Piala Dunia 2026 akan digelar di tiga negara yakni Meksiko, Kanada, dan Amerika Serikat.
FIFA pantau ketat Guadalajara, Meksiko usai tewasnya bos kartel El Mencho memicu kekacauan. Simak kelanjutan nasib laga Piala Dunia dan play-off Maret mendatang.
Presiden FIFA Gianni Infantino dan Presiden UEFA Aleksander Ceferin dilaporkan ke ICC atas dugaan keterlibatan dalam kejahatan perang di Palestina.
Hanya dalam waktu empat pekan, FIFA mencatat ada 508 juta permintaan tiket, padahal kapasitas yang tersedia hanya sekitar 7 juta kursi.
Pernyataan keras Presiden FIFA itu menyusul dugaan insiden rasisme yang menimpa bintang Real Madrid, Vinicius Junior, dalam laga leg pertama playoff Liga Champions 2025/26 melawan Benfica.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved