Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
Ilustrasi: Pata Areadi
Akulah penyair tanpa nadi
menyembunyikan luka perasaan.
saat menghadang terpaan badai,
daun-daun terempas kesakitan.
Ada pena menujum makna
kata-kataku menjelma uap
merapal teks bagai butiran embun
sebelum sungai-sungai abadi meluap.
Aku menyeberangi batas pantai
di antara kebajikan dan kejahatan,
ada bunga-bunga mekar di cela-cela batu
sebaris kata belum usai kutuliskan.
2021
Hati nuraniku penuh keraguan
sebab darah tak pernah berdusta
keimanan bukanlah jaminan keselamatan
sekeping logam kelak jua berkarat.
Tak perlu kau geram saat bermain catur
sebab prajurit tak kan menembak.
pahlawan memang selalu diukur
atas pengabdiannya; dikucilkan atau dicambuk.
Nurani mengental di raga
sekadar bertahan di seberang walau jiwa kosong
korban membuncah di medan laga
marilah bermawas diri biar tenang.
Kini, jiwa-jiwa tandus,
ada kepala-kepala terpotong
memisahkan kulit dan rambut seruas
aku mendoakan bagi orang-orang yang terputus akar dan ranting.
2021
Aku menyeberangi batas pantai di antara kebajikan dan kejahatan.
Perang tak menyelamatkan siapapun:
anak-anak, orang dewasa, si kaya atau si miskin.
laga bukan tempat bagi yang lemah.
Ketakutan orang-orang tak berujung di medan peperangan
sebab tak ada yang kekal, seperti penembak jitu tak terlihat
jika ia kembali ke rumahnya, apalah artinya hidup?
Ketika mimpi buruk menjamu
saat doa membuncah, hanya secawan anggur teman setia
dan kau tak lagi sendiri!
Pertempuran ditakdirkan, ditembak atau menembak.
orang-orang pun tahu itu;
dijagal atau menjagal.
Sial! Perang memaksa kita membutakan mata hati
namun lebih parah lagi, sirna
oleh kesepian di tanah seberang.
2021
Pada tepi laut, aku merenung
melihat hembusan matahari di wajahmu
tanpa memikirkan apapun, hanya gamang
merekah imaji pada genggaman suryamu.
Surya terbenam di ufuk barat bercampur pelangi rekat
malam-malam buatku tak nyenyak, mimpi sirna kerap datang
betapa waktu bahagia begitu singkat
sedang nafas samudera musim semi begitu panjang.
Langkah di pasir, jejak seperti rantai
gelombang dan denyut nadi bergemuruh
menakut-nakuti kisah sendiri
kemarin adalah mimpi terindah.
2021
Ted Rusiyanto, seorang dokter yang suka menulis puisi. Ia adalah generasi kedua diaspora Indonesia di Rusia. Lahir di Moskwa, Uni Soviet, pada 28 Agustus 1965. Pendidikan tinggi terakhirnya adalah pascasarjana Ilmu Kedokteran di sebuah universitas ternama di Rusia. Kini, tinggal di Moskwa sembari berkegiatan bersama sebuah komunitas sastra setempat. Sajak-sajak Ted ini menjadi bagian dalam buku antologi puisi Doa Tanah Air: suara pelajar dari negeri Pushkin yang akan segera diterbitkan. (SK-1)
Puisi “Perempuan dan Tubuhnya” karya Akromah Zonic menyoroti objektifikasi, pengawasan sosial, dan nilai tubuh perempuan melalui lirik reflektif yang kuat dan menyentuh.
Puisi Aku Laut, Aku Ombak karya Iverdixon Tinungki menggambarkan laut sebagai bagian hidup yang dekat dengan manusia.
Kontribusi Chairil Anwar lewat puisi tersohor seperti Aku, Doa, dan Derai-Derai Cemara menjadikannya simbol perlawanan dan kebebasan berpikir.
Falcon Pictures ingin menghadirkan kembali sosok Chairil bukan hanya sebagai sastrawan, tetapi sebagai manusia yang mencintai, memberontak, dan hidup sepenuh tenaga.
Pelatihan daring ini diikuti ratusan sekolah peserta Festival Literasi Kutai Timur #1. Para siswa dan guru mengadakan nonton bareng di sekolah masing-masing.
Dilengkapi layanan chat multibahasa, Sahabat-AI mampu memahami nuansa bahasa, merangkai kata, dan menghasilkan karya sastra dalam bahasa lokal.
"Bisa disimpulkan kalau market peminat puisi dan sastra ini sebenarnya banyak, tetapi belum ada yang mengakomodir, belum ada rumahnya. Inisiatif saya membuat rumah itu, komunitas,"
Joko Pinurbo meninggal dunia pada Sabtu, 27 April 2024. Jokpin, panggilan Joko Pinurbo, sempat mengalami sakit sejak beberapa hari sebelum menghembuskan napas terakhir.
Perpaduan antara humor dan ironi dikemas Joko Pinurbo dalam karya apik yang jenaka dan menyentil kenyataan sosial kita.
Barangkali saat bocah-bocah ingusan baku hantam, mereka sedang lupa tentang tonggak lahirnya sumpah sejarah bangsa.
Jika kebenaran lebih baik; itu bukan niat jahat seseorang, melainkan keinginannya.
Pada dua pasang binar mata kanak, kutitipkan doa di setiap kantukmu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved