Headline

DPR minta agar dana tanggap darurat bencana tidak dihambat birokrasi berbelit.

5 Doa Buka Puasa Ramadhan Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin dan Artinya

Reynaldi Andrian Pamungkas
19/2/2026 16:25
5 Doa Buka Puasa Ramadhan Lengkap dengan Bacaan Arab, Latin dan Artinya
Berikut Bacaan Doa Buka Puasa(freepik)

BERBUKA puasa merupakan momen kemenangan bagi setiap Muslim setelah menjalankan kewajiban menahan diri dari fajar hingga terbenamnya matahari. Untuk menyempurnakan ibadah tersebut, membaca doa buka puasa yang sesuai dengan tuntunan Rasulullah SAW sangatlah dianjurkan.

Daftar Bacaan Doa Buka Puasa Lengkap

Berikut adalah beberapa variasi doa buka puasa beserta dalil dan maknanya yang bisa Anda amalkan:

1. Doa Buka Puasa Riwayat Imam Bukhari dan Muslim

Ini merupakan doa yang paling populer dan banyak dihafalkan oleh umat Muslim di Indonesia.

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Latin: Allahumma laka shumtu wa bika aamantu wa 'ala rizqika afthartu.

Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."

Dalil: Doa ini bersumber dari riwayat yang masyhur dalam kitab-kitab hadis besar seperti Bukhari dan Muslim sebagai bentuk syukur atas rezeki yang Allah berikan.

2. Doa Buka Puasa Riwayat Abu Daud (Shahih)

Doa ini dibaca setelah seseorang membatalkan puasanya dengan air atau makanan ringan.

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ

Latin: Dzahaba-dzhama’u wabtallatil ‘uruuqu wa tsabatal ajru insyaa Allah.

Artinya: "Telah hilang rasa haus, telah basah urat-urat, dan telah tetap pahala, insya Allah."

Dalil: Berdasarkan Hadis Riwayat Abu Daud nomor 2357. Para ulama menyebut sanad hadis ini shahih dan sangat dianjurkan untuk dibaca.

3. Doa Buka Puasa Riwayat Mu'adz bin Zuhrah

اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Latin: Allahumma laka shumtu wa 'ala rizqika afthartu.

Artinya: "Ya Allah, untuk-Mu aku berpuasa dan atas rezeki-Mu aku berbuka."

Dalil: Hadis Riwayat Abu Daud nomor 2358. Meskipun statusnya mursal, doa ini tetap baik diamalkan sebagai ungkapan ketauhidan.

4. Doa Saat Berbuka di Tempat Orang Lain

Jika Anda mendapat undangan iftar, Rasulullah mengajarkan doa untuk tuan rumah:

أَفْطَرَ عِنْدَكُمُ الصَّائِمُونَ وَأَكَلَ طَعَامَكُمُ الأَبْرَارُ وَصَلَّتْ عَلَيْكُمُ الْمَلاَئِكَةُ

Latin: Afthara 'indakumus saa-imuuna wa akala tha'amakumul abraaru wa shallat 'alaikumul malaaikatu.

Artinya: "Orang-orang yang berpuasa telah berbuka di tempat kalian, orang-orang baik telah memakan makanan kalian, dan para malaikat mendoakan kalian."

5. Doa Mohon Ampunan saat Berbuka

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ بِرَحْمَتِكَ الَّتِي وَسِعَتْ كُلَّ شَيْءٍ أَنْ تَغْفِرَ لِي

Latin: Allahumma inni as-aluka birahmatikal latii wasi'at kulla syai-in an taghfira lii.

Artinya: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu dengan rahmat-Mu yang meliputi segala sesuatu, agar Engkau mengampuniku."

Dalil: Hadis Riwayat Ibnu Majah, diamalkan oleh sahabat Abdullah bin 'Amr bin Al-'Ash.

Adab Berbuka Puasa Sesuai Sunnah Rasulullah

Selain membaca doa, terdapat beberapa adab yang sebaiknya dilakukan agar keberkahan puasa semakin sempurna:

  • Menyegerakan Berbuka: Jangan menunda-nunda jika waktu Maghrib telah tiba.
  • Membaca Basmalah: Ucapkan "Bismillah" sebelum menyentuh makanan atau minuman.
  • Mendahulukan Kurma dan Air: Rasulullah SAW biasa berbuka dengan kurma basah (ruthab), kurma kering (tamr), atau air putih.
  • Berdoa Sebelum dan Sesudah: Waktu berbuka adalah waktu yang mustajab, gunakan untuk memohon hajat kepada Allah.
  • Tidak Berlebihan: Makanlah secukupnya agar tetap ringan saat melaksanakan ibadah shalat Maghrib dan Tarawih.

Doa "Allahumma laka shumtu" umumnya dibaca sebelum menyantap hidangan sebagai bentuk niat berbuka. Sementara doa "Dzahaba-dzhama'u" dibaca setelah membatalkan puasa (setelah minum) karena maknanya mengandung kalimat "telah hilang rasa haus". (Z-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Reynaldi
Berita Lainnya
Renungan Ramadan
Cahaya Hati
Tafsir Al-Misbah