Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KEMENTERIAN Perhubungan (Kemenhub) mencatat pada arus mudik Minggu (7/4) atau H-3 Lebaran, pengguna angkutan umum tercatat sudah mencapai 1.181.705 orang.
Data ini merupakan laporan sementara yang diperoleh dari Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2024 di Kantor Kemenhub, Jakarta.
Sejumlah titik pergerakan penumpang dan kendaraan yang dipantau melalui posko di Kantor Pusat Kementerian Perhubungan meliputi 111 terminal, 16 pelabuhan penyeberangan, 51 bandar udara, 110 pelabuhan laut, 173 stasiun, 42 gerbang tol, serta 20 ruas jalan arteri keluar masuk Jabodetabek yang dilakukan pemantauan di 11 titik di tahun ini.
Baca juga : Presiden Jokowi Tinjau Stasiun Pasar Senen, KAI Berkomitmen Hadirkan Layanan Terbaik
"Angka pengguna angkutan umum ini merupakan yang tertinggi dari total penumpang angkutan umum berbagai moda yang digunakan selama musim angkutan Lebaran tahun ini," ujar Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati dalam keterangan resmi, Senin (8/4).
Ia menyampaikan, jumlah penumpang tertinggi pada H-3 terjadi di angkutan penyeberangan, yakni sebanyak 367.031 penumpang. Persentase tersebut mencapai 31,06 persen dari total jumlah penumpang angkutan umum di semua moda.
Secara rinci, jumlah penumpang angkutan umum per moda transportasi pada H-3 yakni angkutan jalan sebanyak 249.410 penumpang.
Baca juga : 2,6 Juta Pemudik Mobil sudah ke Luar Jabodetabek, Turun dari Tahun Lalu
Jumlah ini naik sebanyak 9,19 persen dibandingkan tahun lalu 228.414 penumpang, serta naik 109,16 persen dibanding pergerakan normal harian.
Lalu, untuk angkutan penyeberangan sebanyak 367.031 penumpang.
"Jumlah ini meningkat 4,31% dibandingkan tahun lalu 351.853 penumpang, serta naik 1.029,29% dibanding pergerakan normal harian," jelas Adita.
Baca juga : 1 Juta Pemudik Motor Tinggalkan Jabodetabek pada H-4 Lebaran
Untuk angkutan udara pada H-3 Lebaran tercatat sebanyak 292.855 penumpang. Jumlah ini meningkat sebanyak 5,11 persen jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu yaitu sebesar 278.607 penumpang, serta naik 63,83 persen dibanding pergerakan normal harian.
Kemudian, untuk angkutan laut sebanyak 93.793 penumpang. Jumlah ini meningkat 7,17 persen dibandingkan tahun lalu 87.518 penumpang, serta naik 74,08 persen dibanding pergerakan normal harian.
Angkutan kereta api sebanyak 178.616 penumpang. Jumlah ini meningkat 9,94 persen dibandingkan tahun lalu 162.460 penumpang, serta naik 13,23 persen dibanding pergerakan normal harian.
Baca juga : Mudik Lebaran, Pengguna Angkutan Udara Tertinggi dari Seluruh Moda Angkutan Umum
Kemudian untuk angkutan pribadi, berdasarkan data pada H-3, jumlah mobil yang keluar dan masuk Jabodetabek melalui jalan tol Jasamarga tercatat sebanyak kendaraan 929.692 dan 4.648.460 orang.
"Angka tersebut meningkat 271,52 persen dibandingkan dengan periode normal harian pada 2024," kata Adita.
Untuk mobil yang keluar Jabodetabek melalui jalan tol Jasamarga sebanyak 654.546 kendaraan dan 3.272.730 orang.
Jumlah ini dikatakan menurun 25,37 persen dibanding dengan tahun lalu yaitu sebanyak 877.073 kendaraan dan 4.385.365 orang.
"Sedangkan, jika dibandingkan dengan periode normal harian jumlah tersebut mengalami kenaikan sebesar 493,50 persen," pungkas Adita. (Ins)
Satgas Saber bertujuan menjamin pelaksanaan kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP), Harga Eceran Tertinggi (HET), serta Harga Acuan Pembelian dan Penjualan (HAP)
Isu yang diangkat film Tunggu Aku Sukses Nanti merupakan refleksi dari apa yang sering dirasakan orang banyak ketika momen mudik atau silaturahmi berlangsung.
Musim puncak (peak season) pengiriman Ramadan dan Lebaran tahun 2026 jadi momen optimisme perusahaan jasa logistik.
Industri pariwisata Bali bersiap menghadapi lonjakan permintaan akomodasi pada Maret 2026 seiring berdekatannya Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri.
Masyarakat yang melakukan pemesanan tiket kereta api pada 25 Januari 2026 sudah dapat merencanakan perjalanan untuk keberangkatan mulai 11 Maret 2026.
Pertemuan momen libur Lebaran dan musim sakura berisiko memicu keterbatasan kursi pesawat.
Seluruh sertifikat kesehatan awak pesawat tersebut masih berlaku pada saat kejadian.
Ahmad Safei meminta Kementerian Perhubungan bersama Basarnas, TNI, dan Polri untuk segera melakukan pencarian korban hilangnya pesawat ATR 42-500
Pemerintah telah membuka Crisis Center di Bandara Sultan Hasanuddin untuk memberikan pendampingan kepada keluarga.
Pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang seharusnya, sehingga Air Traffic Control (ATC) memberikan arahan ulang kepada awak pesawat untuk melakukan koreksi posisi.
Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar telah melakukan persiapan pembukaan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi informasi.
Keputusan tersebut diambil setelah terjadinya kecelakaan maut bus di Tol Krapyak, Semarang, yang menewaskan 16 penumpang pada Desember 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved