Kamis 07 April 2022, 21:38 WIB

Pemikiran Antimonopoli Al-Mawardi dalam Al-Ahkaamu 'Sulthaaniyyah

Putri Rosmalia Octaviyani | Ramadan
 Pemikiran Antimonopoli Al-Mawardi dalam Al-Ahkaamu

MI/ANDRI WIDIANTO
Kapus Litbang Kemenag RI Arskal Salim (kanan) berbicara saat menjadi narasumber acara Ramadan Bersama NasDem di Nasdem Tower, Jakarta.

 

BUAH pemikiran Al Mawardi tentang politik dalam kitab Al-Ahkaamu 'Sulthaaniyyah mengedepankan sikap antimonopoli atas sumber daya alam. Khususnya tanah atau lahan, air, hingga tambang.

Dalam kitab tersebut Al Mawardi menjabarkan perjalanan perebutan kekuasaan dari upaya kepemilikan lahan oleh para orang bermodal.

Pemikiran Al Mawardi tentang penguasaan sumber daya alam dan politik terkaitnya lahir dari pengamatan dan riset mandirinya tentang kehidupan pada abad ke-10. Tepatnya di era kejayaan Dinasti Abbasiyah tepatnya di bawah kekuasaan pemerintahan Al-Qadir Billah.

Dalam program Bahtsul Kutub Daras Kitab Al-Ahkaamu 'Sulthaaniyyah karya Al-Mawardi yang diselenggarakan Partai NasDem, Kamis, (7/4), Kepala Pusat Litbang Kemenag RI, Arskal Salim, mengatakan Al Mawardi mengatakan pada awalnya di era tersebut kepemilijan tanah dapat dilakukan oleh setiap orang dengan membangun hunian dan memeliharanya sebagai lahan pertanian. Namun, seiring berjalannya waktu mulai ada pemisahan-pemisahan.

"Ada pemikiran tentang bagaimana akhirnya tanah mulai dibagi di antaranya mana yang dikuasai negara dan bagaimana distribusi alokasi tanah oleh penguasa," ujar Arskal dalam diskusi dengan tema pembahasan berjudul Problem Pertanahan dan Kebijakan Feodalisme tersebut.

"Al Mawardi juga menyebut wilayah terbagi dua urban dan rural atau pedalaman yang ditandai dengan pertanian atau perkebunan," ujarnya.

Di tengah masih nihilnya pemikiran-pemikiran tentang pengelolaan sumber daya alam, Al Mawardi sudah menyebutkan tentang pentingnya keberlanjutan area pertanian. Pertanian ditegaskannya sebagai pilar utama kehidupan masyarakat yang harus dijaga oleh pemerintahan.

Baca juga: Ramadan Puncaknya Kedermawanan Rasulullah

Pada awalnya sistem tersebut berjalan baik. Pihak penguasa di pemerintahan atau istana dapat mengelolan distribusi tanah dan pemanfaatannya.

"Tanah di masa itu adalah juga sumber pemasikan utama bagi baitul maal. Dari sana bisa membiayai tentara hingga pegawai-pegawai istana," ujarnya.

Namun, seiring waktu mulai terjadi swastanisasi. Kondisi mulai diperparah dengan terjadinya perang-perang yang membuat pencatatan hak pengelolaan dan kepemilikan tanah menjadi berantakan. Sejak saat itu upaya pihak bermodal untuk menguasai tanah, khususnya lahan pertanian, mulai menguat.

Tak hanya lahan, upaya untuk menguasai sumber alam saat itu juga dilakukan pada air dan tambang. Hal itu terus terjadi dan menjadi masalah pelik yang sulit diatasi oleh penguasa yang berwenang memerintah dari masa ke masa.

Hingga saat ini di era modern, masalah tersebut juga terus terjadi. Di Indonesia, problem pertanahan merupakan salah satu problem kebijakan yang masih membutuhkan penangan sampai sekarang. Mulai dari bagaimana tanah tersebut digarap menjadi lahan pertanian, hingga persoalan hak-hak kepemilikan atasnya.

Sampai sekarang di negeri ini masih banyak lahan tanah yang tidak dimanfaatkan secara baik untuk mendongkrat kesejahteraan melalui sektor pertanian. Problem semacam ini sudah pernah dipikirkan oleh Al-Mawardi sejak ratusan tahun silam. (A-2)

Baca Juga

Ist

Masyarakat Puas Kinerja dari Pemerintah dan Polisi Tangani Arus Mudik

👤Mediaindonesia.com 🕔Minggu 15 Mei 2022, 21:22 WIB
Masyarakat merasakan puas atas kinerja dari Pemerintah Indonesia dan Polri terkait hal penanganan dan penyelenggaraan arus mudik Hari Raya...
DOK Pribadi.

Program Ramadhan Brand Berbagi Salurkan 1.000 Lebih Paket

👤Mediaindonesia.com 🕔Senin 09 Mei 2022, 21:50 WIB
Harapannya, seluruh donasi yang diberikan dapat menjadi berkah, tidak hanya bagi penerima, tetapi juga untuk perusahaan sebagai...
Dok. Mahasiswa Diaspora di Saint Petersburg

Lebaran Penuh Kegembiraan di Saint Petersburg

👤 Naila Maziya Labiba ! Mahasiswi Program Master di Saint Petersburg State Technological Institute (Technical University) 🕔Jumat 06 Mei 2022, 14:25 WIB
Acara silaturahim yang bertemakan Pulang Kampoeng ke Rumah Nenek dibuka dengan sambutan Ketua persatuan mahasiswa Indonesia di Saint...

RENUNGAN RAMADAN

CAHAYA HATI


JADWAL IMSAKIYAH
Kamis, 19 Mei 2022 / Ramadan 1443 H
Wilayah Jakarta dan Sekitarnya
Imsyak : WIB
Subuh : WIB
Terbit : WIB
Dzuhur : WIB
Ashar : WIB
Maghrib : WIB
Isya : WIB

PERNIK RAMADAN