Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
Herman Hadi Basuki, atau biasa yang disapa Pak Bhabin memiliki kesan tersendiri bagi publik. Terlebih untuk dirinya yang berprofesi sebagai polisi di Polres Purworejo, Jawa Tengah yang amat dicintai oleh masyarakat. Dalam menjalankan sosialisasi dan edukasi kebijakan, ia memanfaatkan media sosial lewat membuat konten menarik dan lucu.
Bayangkan saya, Bhabin mengaku pernah membuat video edukasi di Tiktok terkait kebijakan larangan mudik dengan viewers mencapai 32 juta. Hal ini diyakini olehnya menjadi platform edukasi yang amat efektif untuk masyarakat. Selain jangkauannya yang luas, pesan yang disampaikan pun lebih mudah diterima oleh masyarakat.
Baca juga: Harga Turun, Penjualan Kulit Ketupat Justru Naik Ketimbang 2020
“Yang bawa mobil untuk edukasi ke publik. Akhirnya dibuat konten sosilaisasi. Itu saya posting 2 hari ditonton 32 juta orang di akun Tiktok saya. Menurut saya sangat efektif. Memang guyon tapi pesannya bisa sampai,” cerita Bhabin di program Journalist on Duty Media Indonesia, Selasa (11/5).
Menurutnya, selama ini kerja polisi khususnya Bidang Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibnas) melayani masyarakat dari kampung ke kampung. Akan tetapi, di lapangan, sosialisasi seperti ini kerap tidak didengarkan. Artinya tingkat efektivitas sosialisasi kebijakan amat terbatas. Oleh karena itu, dengan memanfaatkan platform media sosial terlihat informasi lebih didengarkan oleh publik.\
Menurutnya, hal ini dilakukan semata-mata sebagai bentuk perhatian kepada masyarakat. Terlebih di tengah pandemi covid-19, kebijakan larangan mudik perlu dilakukan. Untuk mengurangi potensi penularan virus karena adanya kemungkinan kerumunan dalam jumlah besar tercipta.
“Kita bukan karena apa-apa tapi sayang sama masyarakat. Kalau saya memilih untuk mewakili Kepolisian pengen di rumah saja. Untuk apa kayak berjaga yang di Cikarang. Tapi kan memang untuk tugas. Jadi edukasi dari kami salah satunya adalah sosial media. Karena yang secara langsung gak didengerin. 24 jam kita siap, mengingatkan kepada warga masyarakat,” ungkapnya.
Baca juga: PP Muhammadiyah: Tak Perlu Ada Takbir Keliling
Hingga saat ini, ia mengaku banyak masyarakat yang tetap menanyakan soal jalan untuk mudik. Seperti pertanyaan berupa perjalanan dari kota tertentu ke kota lainnya masih dibolehkan atau tidak. Serta kemungkinan penggunaan Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).
“Kebanyakn menanyakan perjalan kota A ke B boleh gak. Atau perlu SIKM dan tes rapid covid-19. Itu kan masyarakat tidak tau karena kurang sosialiasi. Jadi harus sering mungkin diberikan sosialisasi. Kita sesama pelayan masyarakat harus tetep sering memberikan edukasi,” ceritanya.
Pihaknya pun mengingatkan kepada masyarakat jika ada perbedaan makna antara silaturahmi dan mudik langsung. Menurutnya bentuk silaturahmi saat Hari Raya tetap bisa dilakukan secara virtual. Sementara larangan mudik adalah upaya mengurangi potensi lonjakan kasus covid-19. (H-3)
Faktor muatan berlebih, suhu mesin tinggi, kemacetan stop and go, hingga kondisi jalan yang rusak berpotensi memicu keausan komponen yang tidak langsung terasa.
Setelah perjalanan mudik jarak jauh di atas 500 km, terutama jika kendaraan kita yang umumnya sempat membawa beban berlebih, pemeriksaan dasar menjadi sangat penting.
Bagi pemilik mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar pada ban, rem, dan kaki-kaki tetap menjadi kewajiban. Namun, sistem kelistrikan dan baterai memerlukan atensi tambahan.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
Fokus utama petugas saat ini adalah memastikan kelancaran kendaraan yang masuk ke arah Jakarta setelah sebelumnya mencetak rekor tertinggi pada arus mudik.
Berdasarkan data Posko Angkutan Lebaran periode 22 Maret hingga 25 Maret 2026 pukul 14.00 WIB (H hingga H+3), jumlah penumpang yang kembali ke Jawa baru mencapai 36,4% dari total pemudik.
Budi mengatakan personel akan ditempatkan di gereja-gereja, titik keramaian, hingga lokasi yang menjadi pusat kegiatan umat Kristiani selama perayaan Paskah.
Petugas kepolisian saat ini tetap disiagakan di lapangan untuk memantau pergerakan masyarakat, terutama di area aglomerasi dan kampung halaman.
Ledakan petasan di Pekalongan menewaskan remaja 14 tahun. Dua korban lain masih dirawat intensif, polisi lakukan penyelidikan.
Ketua YLBHI Muhamad Isnur menyoroti adanya perbedaan data terduga pelaku penyiraman air keras aktivis KontraS, Andrie Yunus yang diungkap oleh kepolisian dan TNI.
Kisah haru Aipda Arno di Manggarai, NTT. Berlutut sambil menangis demi memohon warga binaannya agar tidak bentrok. Simak aksi humanis sang polisi di sini
Menurut Oegroseno, semestinya hal-hal seperti ini tidak terjadi, karena tak diatur oleh KUHAP.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved