Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Pengamat: Dedikasi Teddy Indra Wijaya Tuai Pujian, Janji Ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa Diragukan

Rahmatul Fajri
02/2/2026 17:42
Pengamat: Dedikasi Teddy Indra Wijaya Tuai Pujian, Janji Ekonomi Purbaya Yudhi Sadewa Diragukan
Ilustrasi(Dok Istimewa)

ANALIS komunikasi politik, Hendri Satrio (Hensa), menyoroti kontrasnya persepsi publik terhadap dua figur kunci dalam Kabinet Merah Putih pimpinan Presiden Prabowo Subianto, yakni Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Hensa mengamati bahwa Teddy Indra Wijaya saat ini tengah menikmati apresiasi positif berkat citra dedikasi yang ia tunjukkan. Apresiasi terhadap Teddy muncul setelah ia mengunggah aktivitas kerjanya yang masih berlangsung hingga larut malam. Video yang memperlihatkan dirinya di kantor pada pukul 23.45 WIB tersebut memicu gelombang dukungan di media sosial.

"Wajar jika bekerja sesuai jam kerja adalah kewajiban, tapi tetap aktif melewati jam tersebut menunjukkan dedikasi ekstra. Gestur sederhana ini mencerminkan bentuk pertanggungjawaban kepada masyarakat," ujar Hensa melalui keterangannya, Senin (2/2/2026).

Hensa menilai, keuntungan memiliki Sekretaris Kabinet yang berusia muda terletak pada energi yang tinggi. Ia berharap etos kerja lembur demi tugas negara ini bisa menular ke jajaran menteri lainnya. "Semoga apa yang dilakukan Sekretaris Kabinet ini bisa diikuti oleh menteri-menteri atau jajaran kabinet Pak Prabowo lainnya," tambahnya.

Kondisi berbeda dialami oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Jika pada awal pelantikan ia dijuluki sebagai "juru selamat" ekonomi, kini narasi di masyarakat mulai berubah menjadi skeptisisme. Janji untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 6% dinilai belum berbanding lurus dengan kondisi dompet masyarakat di lapangan.

"Banyak yang dulu bilang, mendengar Pak Purbaya bicara rasanya kita akan kaya ramai-ramai bulan depan. Namun sekarang masyarakat mulai 'deg-degan' karena kondisi keuangan masih belum berubah," kata pendiri Lembaga Survei KedaiKOPI tersebut.

Lebih lanjut, Hensa memberikan catatan kritis bagi Purbaya terkait gaya komunikasinya yang dinilai terlalu aktif di ruang publik. Bagi seorang bendahara negara, setiap pernyataan memiliki dampak langsung terhadap volatilitas pasar dan stabilitas ekonomi.

"Seorang menteri keuangan itu kalau bicara sangat mungkin mempengaruhi pasar. Sifat yang terlalu talkative atau lancar berkomunikasi terkait pertumbuhan ekonomi justru tidak bijak. Purbaya harus lebih hati-hati di bagian ini," kata Hensa. (H-2)
 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya