Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
PETA kepemimpinan otoritas keuangan Indonesia mengalami perubahan signifikan awal tahun ini. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menunjuk Friderica Widyasari Dewi untuk memegang tampuk kepemimpinan tertinggi, menggantikan Mahendra Siregar yang telah mengakhiri masa jabatannya lebih awal.
Penunjukan wanita yang akrab disapa "Kiki" ini menandai sejarah baru. Ia bukan hanya membawa perspektif segar dalam pengawasan industri keuangan yang makin digital, namun juga mempertegas peran kepemimpinan wanita di sektor yang selama ini didominasi pria. Berikut adalah profil lengkap dan rekam jejak Friderica Widyasari Dewi hingga menduduki kursi nomor satu di Gedung Sumitro Djojohadikusumo.
Pergantian ini terjadi menyusul pengunduran diri Mahendra Siregar bersama beberapa anggota Dewan Komisioner lainnya pada Jumat (30/1) kemarin. Dalam situasi krusial ini, mekanisme internal dan persetujuan pemangku kepentingan menunjuk Friderica, yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen, sebagai nakhoda baru untuk menjaga stabilitas pasar keuangan nasional.
Poin Penting Transisi 2026:
Sebelum dikenal sebagai teknokrat keuangan yang disegani, Kiki memiliki latar belakang yang unik. Ia pernah berkecimpung di dunia hiburan dan modeling, bahkan menyandang gelar Diajeng Yogyakarta 1994 dan Putri Ayu Yogyakarta 1995. Namun, ketertarikannya pada dunia akademis dan ekonomi membuatnya banting setir sepenuhnya ke sektor pasar modal.
Keputusan untuk meninggalkan popularitas demi mengejar pendidikan di Amerika Serikat menjadi titik balik. Ia membuktikan bahwa stigma "artis" tidak menghalanginya untuk menjadi pemimpin yang kompeten di industri yang sangat teknis dan penuh regulasi.
Fondasi akademis Friderica sangat solid, mendukung kapasitasnya dalam merumuskan kebijakan ekonomi makro maupun mikro:
Sebelum mencapai puncak pimpinan OJK di tahun 2026, Friderica telah malang melintang di berbagai posisi strategis Self-Regulatory Organizations (SRO) pasar modal Indonesia:
| Periode | Jabatan Strategis |
|---|---|
| 2009 - 2015 | Direktur Pengembangan Pasar PT Bursa Efek Indonesia (BEI). |
| 2015 - 2016 | Direktur Keuangan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI). |
| 2016 - 2019 | Direktur Utama PT KSEI. |
| 2020 - 2022 | Direktur Utama BRI Danareksa Sekuritas. |
| 2022 - Jan 2026 | Anggota DK OJK (Kepala Eksekutif Pengawas PEPPU). |
| 2026 - Sekarang | Ketua Dewan Komisioner OJK. |
Selama menjabat sebagai Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan (2022-2026), Kiki dikenal sangat vokal dalam memberantas investasi bodong dan pinjaman online (pinjol) ilegal. Ia sukses menginisiasi berbagai program edukasi masif yang menjangkau daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).
Pada tahun 2025, ia bahkan menerima penghargaan "Outstanding Leader in Financial Services" dan BIG 40 Awards atas dedikasinya dalam tata kelola perlindungan konsumen. Gaya kepemimpinannya dinilai komunikatif namun tegas, sebuah kombinasi yang dibutuhkan OJK di tengah volatilitas ekonomi global 2026.
Sebagai Ketua OJK yang baru, Friderica menghadapi tantangan berat, termasuk:
Publik kini menanti tangan dingin "Srikandi Pasar Modal" ini dalam membawa Otoritas Jasa Keuangan menjadi lembaga yang lebih responsif, transparan, dan berwibawa. (Z-10)
Profil Lengkap Friderica Widyasari Dewi. Rekam Jejak Pendidikan, Karier, dan Prestasi Global. Panduan komprehensif tentang sosok 'Srikandi' OJK.
Komisi XI DPR RI telah menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK, Rabu (11/3).
SEJARAH baru tercipta di industri jasa keuangan Indonesia.
Selanjutnya Komisi XI DPR RI akan menyerahkan nama-nama yang dinilai layak kepada pimpinan DPR untuk selanjutnya dibahas dalam rapat paripurna pada Kamis (12/3).
KOMISI XI DPR RI resmi menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2026-2031.
Kebijakan tersebut dimaksudkan agar ketentuan free float di Indonesia selaras dengan standar global.
Tampuk kepemimpinan OJK dijabat oleh Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua merangkap Wakil Ketua OJK, serta Hasan Fawzi yang memegang kendali Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved