Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MAIDI, Wali Kota Madiun, merupakan salah satu kepala daerah dengan latar belakang birokrasi dan pendidikan yang kuat. Perjalanan kariernya yang dimulai dari dunia pendidikan hingga mencapai posisi puncak sebagai Wali Kota Madiun dua periode menjadi kisah inspiratif tentang konsistensi, pengalaman, dan kepemimpinan.
Artikel ini mengulas secara lengkap jejak karier Wali Kota Madiun Maidi, mulai dari awal pengabdian hingga kiprahnya di pemerintahan daerah.
Maidi mengawali karier profesionalnya sebagai guru Geografi di SMA Negeri 1 Madiun pada tahun 1989. Ia mengabdikan diri di dunia pendidikan selama lebih dari satu dekade hingga tahun 2002.
Pengalaman sebagai pendidik membentuk karakter kepemimpinan Maidi yang dikenal dekat dengan masyarakat, disiplin, dan fokus pada pembangunan sumber daya manusia.
Pada tahun 2002, Maidi dipercaya menjabat sebagai Kepala SMA Negeri 2 Madiun. Jabatan ini menjadi pintu masuknya ke dunia birokrasi pemerintahan.
Di tahun yang sama, ia mulai menduduki sejumlah posisi strategis di lingkungan Pemerintah Kota Madiun, antara lain:
Jabatan Strategis di Pemerintah Kota Madiun
Karier Maidi terus menanjak dengan dipercaya mengemban jabatan penting, di antaranya:
Pengalaman lintas sektor ini memperkuat pemahamannya tentang tata kelola pemerintahan, keuangan daerah, serta pembangunan pendidikan.
Puncak karier birokrasi Maidi terjadi saat ia dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun pada tahun 2009. Ia menjabat posisi tertinggi ASN tersebut hingga Februari 2018.
Sebagai Sekda, Maidi berperan penting dalam:
Pada tahun 2018, Maidi mengundurkan diri dari status ASN untuk maju dalam Pilkada Kota Madiun. Keputusan ini membawanya terpilih sebagai:
Kepemimpinannya dikenal dengan penataan kota, penguatan sektor pendidikan, kebersihan, dan peningkatan pelayanan publik.
Untuk menunjang kariernya, Maidi menempuh pendidikan tinggi di berbagai bidang:
Jejak karier Wali Kota Madiun Maidi menunjukkan perjalanan panjang dari guru, birokrat, hingga pemimpin daerah. Kombinasi pengalaman teknokratis dan kepemimpinan lapangan menjadikannya salah satu figur kepala daerah dengan latar belakang pemerintahan yang kuat di Jawa Timur. (Wikipedia/Media Indonesia/Z-10)
GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerbitkan surat perintah tentang penunjukan Wakil Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun.
Dalam OTT tersebut, Maidi diduga terlibat dalam praktik penerimaan fee proyek serta penyimpangan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita barang bukti berupa uang tunai senilai Rp550 juta dalam penanganan perkara dugaan pemerasan dan gratifikasi yang melibatkan Maidi.
PEMERINTAH Provinsi Jawa Timur belum menunjuk pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Madiun.
GUBERNUR Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan sepenuhnya perkara Operasi Tangkap Tangan (OTT) terhadap Bupati Madiun Maidi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dalam OTT tersebut, Maidi diduga terlibat dalam praktik penerimaan fee proyek serta penyimpangan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga Maidi menerima dan menikmati uang hasil pemerasan serta gratifikasi dengan total mencapai Rp2,25 miliar sejak menjabat sebagai Wali Kota Madiun.
Pukat UGM menilai OTT Wali Kota Madiun menunjukkan digitalisasi pengadaan belum mampu menutup celah korupsi selama praktik main mata masih terjadi.
ekretaris Daerah (Sekda) Kota Madiun, Soeko Dwi Handiarto, turut dipanggil dan diperiksa aparat kepolisian pada Senin sore.
KPK menangkap Wali Kota Madiun Maidi dalam OTT. Dugaan fee proyek dan dana CSR mencuat, ratusan juta rupiah disita penyidik.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved