Headline

Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.

Pengamat Sebut Konferensi Daerah Sinyal Perkuat Soliditas di Tengah Arus Politik Cair

Rahmatul Fajri
17/12/2025 22:02
Pengamat Sebut Konferensi Daerah Sinyal Perkuat Soliditas di Tengah Arus Politik Cair
Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam,(Dok Istimewa)

PELAKSANAAN Konferensi Daerah (Konferda) dan Konferensi Cabang (Konfercab) PDI Perjuangan secara serentak di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur dinilai sebagai langkah strategis untuk mempertegas kontrol struktural partai. Agenda besar ini dipandang bukan sekadar rutinitas organisasi, melainkan pesan politik mengenai kesiapan partai menghadapi lanskap politik nasional yang kian dinamis.

Pengamat Politik Universitas Trunojoyo Madura, Surokim Abdussalam, menilai langkah konsolidasi serentak ini merupakan penanda bahwa PDIP ingin memastikan seluruh struktur bergerak dalam satu frekuensi dan satu garis ideologis yang sama.

“Konferda dan Konfercab serentak ini adalah pesan bahwa PDIP bukan partai yang berjalan sendiri-sendiri di daerah. Ini satu organisasi yang terhubung secara struktural dengan disiplin sebagai fondasi utama,” ujar Surokim melalui keterangannya, Rabu (17/12).

Surokim tidak menampik bahwa agenda serentak ini berpotensi memicu tarik-menarik kepentingan antarkader, terutama terkait regenerasi dan posisi strategis daerah. Namun, ia menilai hal tersebut sebagai ujian kedewasaan organisasi yang matang.

“Konflik kepentingan adalah hal wajar. Yang menjadi pembeda adalah bagaimana konflik itu dikelola melalui mekanisme organisasi yang tertib. Kepatuhan terhadap keputusan kolektif menjadi instrumen penting untuk meminimalkan gesekan di tingkat bawah,” tambahnya.

Ia juga menekankan bahwa di wilayah majemuk seperti Jawa Timur, PDIP dituntut mampu menerjemahkan narasi ideologi ke dalam bahasa yang lebih empatik dan membumi agar tetap relevan bagi masyarakat.

Senada dengan hal tersebut, Pengamat Politik Universitas Airlangga, Airlangga Pribadi, melihat agenda serentak ini sebagai sinyal perjuangan politik baru. Menurutnya, PDIP tengah berupaya membangun antitesis terhadap menguatnya praktik politik uang dan pragmatisme jangka pendek.

“PDI Perjuangan sedang meneguhkan kembali politik ideologis yang adaptif terhadap perubahan zaman. Tantangannya adalah bagaimana ajaran Bung Karno diterjemahkan ke dalam bahasa dan program yang mampu menjangkau generasi milenial dan Gen Z tanpa kehilangan substansi,” jelas Airlangga.

Airlangga menekankan pentingnya kesinambungan kepemimpinan yang beriringan dengan regenerasi kader. Menurutnya, pemimpin yang teruji secara ideologis dan dekat dengan persoalan rakyat adalah kunci navigasi partai dalam menghadapi perubahan perilaku pemilih.(H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya