Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SAIFULLAH Yusuf atau Gus Ipul tak dirotasi dari sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal atau Sekjen PBNU. Pasalnya Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU melakukan perombakan signifikan di jajaran pengurus harian.
Rapat Harian Tanfidziyah, Jumat (28/11), memutuskan perombakan rotasi jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) dan Bendahara Umum (Bendum).
Keputusan tersebut membuat Saifullah Yusuf atau Gus Ipul tidak lagi menjabat sebagai Sekjen PBNU, menyusul langkah untuk mengatasi ketersendatan birokrasi dan meningkatkan efektivitas kinerja organisasi.
"Kita sangat memaklumi bahwa Sekjen menjadi Menteri Sosial, sudah setahun ini diangkat menjadi menteri karena kesibukan mereka misalnya sama sekali tidak sempat menengok kantor PBNU," ujar Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, Jumat (28/11).
Gus Yahya menambahkan meskipun bisa berkoordinasi mungkin secara virtual atau melalui alat-alat komunikasi, dan secara online, tetapi ada banyak kendala.
"Karena tidak hadir secara fisik, Ini juga menciptakan banyak kendala," ujar dia.
Gus Ipul, yang sebelumnya menjabat Sekjen, dirotasi menjadi Ketua PBNU bidang Pendidikan, Hukum, dan Media. Jabatan Sekjen yang kosong kini diisi oleh Amin Said Husni, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) PBNU bidang OKK.
Perombakan juga terjadi di posisi Waketum bidang OKK yang ditinggalkan Amin Said Husni, yang kini digantikan oleh KH. Masyhuri Malik.
Selain Sekjen, posisi Bendahara Umum (Bendum) juga mengalami rotasi. Gudfan Arif Ghofur dirotasi dari Bendum menjadi Ketua PBNU bidang Kesejahteraan. Posisi Bendum kini dijabat oleh H. Sumantri Suwarno.
Seperti diberitakan, Hasil risalah rapat Syuriyah PBNU mencopot Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU. Namun, Gus Yahya menolak mundur karena menurutnya keputusan pergantian ketum diputuskan dalam muktamar. (H-4)
MENTERI Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mengungkapkan fakta mengejutkan terkait carut-marut data Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
Kemensos menonaktifkan 13,5 juta peserta BPJS Kesehatan dari segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) sepanjang 2025.
Gus Ipul menekankan bahwa akurasi data adalah fondasi utama agar program bantuan sosial (bansos) tidak lagi salah sasaran.
Sekjen PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul, membeberkan alasan fundamental di balik keputusan Presiden Prabowo Subianto melibatkan Indonesia dalam Board of Peace.
Ketidakhadiran sejumlah tokoh penting dalam puncak peringatan Hari Lahir (Harlah) 100 Tahun Masehi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Istora Senayan.
MENTERI Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) bencana mencapai rata-rata lebih dari 85 persen hingga akhir 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved