Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SAIFULLAH Yusuf atau Gus Ipul tak dirotasi dari sebelumnya menjabat sebagai Sekretaris Jenderal atau Sekjen PBNU. Pasalnya Pengurus Besar Nahdlatul Ulama atau PBNU melakukan perombakan signifikan di jajaran pengurus harian.
Rapat Harian Tanfidziyah, Jumat (28/11), memutuskan perombakan rotasi jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) dan Bendahara Umum (Bendum).
Keputusan tersebut membuat Saifullah Yusuf atau Gus Ipul tidak lagi menjabat sebagai Sekjen PBNU, menyusul langkah untuk mengatasi ketersendatan birokrasi dan meningkatkan efektivitas kinerja organisasi.
"Kita sangat memaklumi bahwa Sekjen menjadi Menteri Sosial, sudah setahun ini diangkat menjadi menteri karena kesibukan mereka misalnya sama sekali tidak sempat menengok kantor PBNU," ujar Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya, Jumat (28/11).
Gus Yahya menambahkan meskipun bisa berkoordinasi mungkin secara virtual atau melalui alat-alat komunikasi, dan secara online, tetapi ada banyak kendala.
"Karena tidak hadir secara fisik, Ini juga menciptakan banyak kendala," ujar dia.
Gus Ipul, yang sebelumnya menjabat Sekjen, dirotasi menjadi Ketua PBNU bidang Pendidikan, Hukum, dan Media. Jabatan Sekjen yang kosong kini diisi oleh Amin Said Husni, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Ketua Umum (Waketum) PBNU bidang OKK.
Perombakan juga terjadi di posisi Waketum bidang OKK yang ditinggalkan Amin Said Husni, yang kini digantikan oleh KH. Masyhuri Malik.
Selain Sekjen, posisi Bendahara Umum (Bendum) juga mengalami rotasi. Gudfan Arif Ghofur dirotasi dari Bendum menjadi Ketua PBNU bidang Kesejahteraan. Posisi Bendum kini dijabat oleh H. Sumantri Suwarno.
Seperti diberitakan, Hasil risalah rapat Syuriyah PBNU mencopot Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU. Namun, Gus Yahya menolak mundur karena menurutnya keputusan pergantian ketum diputuskan dalam muktamar. (H-4)
MENTERI Sosial RI Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyebut Bantuan Langsung Tunai Sementara (BLTS) bencana mencapai rata-rata lebih dari 85 persen hingga akhir 2025.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf meninjau langsung penyaluran Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Rakyat (BLT Kesra) hari terakhir yang dilaksanakan di Kantor Pos Cikini, Jakarta Pusat.
Mensos Gus Ipul Gus Ipul menyampaikan bahwa korban bencana Sumatra akan menerima bantuan lauk-pauk sebesar Rp15 ribu per hari
Empat tokoh penting PBNU yakni Rais Aam PBNU, Gus Ipul, Yahya Cholil Staquf, dan M Nuh melakukan pertemuan tertutup di Pondok Pesantren Pondok Miftachus Sunnah, Surabaya, Minggu (28/12).
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menekankan bahwa seluruh bantuan tunai dari pemerintah harus dimanfaatkan secara tepat.
Dari total 216 anggota pleno yang diundang, hanya 58 orang (26%) yang datang ke Hotel Sultan. Jauh dari syarat minimal kuorum dan menjadi tamparan telak bagi penggagas pemakzulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved