Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Gus Yahya Minta Polemik Internal PBNU Diselesaikan lewat Muktamar

Andhika Prasetyo
27/11/2025 07:51
Gus Yahya Minta Polemik Internal PBNU Diselesaikan lewat Muktamar
Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf(Antara)

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengajak seluruh pihak untuk menyelesaikan dinamika internal terkait wacana pencopotannya sebagai ketua umum melalui Muktamar NU.

“Mari kita tuntaskan dengan cara yang lebih terhormat. Jika masih ada persoalan yang belum selesai, kita bahas dalam Muktamar agar keutuhan dan integritas organisasi tetap terjaga,” ujar Yahya di Jakarta, Rabu.

Gus Yahya mengakui bahwa selama memimpin PBNU, dirinya tidak terlepas dari kekeliruan, sebagaimana dapat terjadi pada organisasi mana pun. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran PBNU, termasuk Rais Aam, mempertimbangkan persoalan ini secara matang dan mengedepankan persatuan.

“Saya sadar, sebagai manusia tentu saya punya kekurangan. Oleh karena itu saya berharap semua pihak menjaga NU dan integritas organisasi,” katanya.

Ia juga menilai munculnya surat pemberhentian yang beredar patut dicurigai sebagai upaya memecah belah NU. Menurutnya, keputusan tersebut muncul tiba-tiba tanpa latar belakang yang jelas.

“Seolah-olah ada pihak yang ingin NU terbelah. Untuk apa? Tidak ada urgensinya, tiba-tiba muncul seperti ini. Publik bisa menilai,” ucapnya.

Sebelumnya, beredar Surat Edaran Nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025 yang menyatakan bahwa Yahya tidak lagi menjabat Ketua Umum PBNU terhitung sejak 26 November 2025. Surat tersebut ditandatangani Wakil Rais Aam PBNU Afifuddin Muhajir dan Khatib PBNU Ahmad Tajul Mafakir.

Dengan keluarnya surat itu, Yahya disebut tidak lagi memiliki kewenangan maupun hak yang melekat pada jabatan ketua umum.

Surat tersebut juga merujuk ketentuan dalam Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama Nomor 10 Tahun 2025, Nomor 13 Tahun 2025, serta Peraturan PBNU 01/X/2023, dan menyatakan bahwa PBNU akan segera menggelar Rapat Pleno. Selama posisi ketua umum masih kosong, kepemimpinan PBNU berada di bawah Rais Aam sebagai pimpinan tertinggi NU. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya