Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengajak seluruh pihak untuk menyelesaikan dinamika internal terkait wacana pencopotannya sebagai ketua umum melalui Muktamar NU.
“Mari kita tuntaskan dengan cara yang lebih terhormat. Jika masih ada persoalan yang belum selesai, kita bahas dalam Muktamar agar keutuhan dan integritas organisasi tetap terjaga,” ujar Yahya di Jakarta, Rabu.
Gus Yahya mengakui bahwa selama memimpin PBNU, dirinya tidak terlepas dari kekeliruan, sebagaimana dapat terjadi pada organisasi mana pun. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran PBNU, termasuk Rais Aam, mempertimbangkan persoalan ini secara matang dan mengedepankan persatuan.
“Saya sadar, sebagai manusia tentu saya punya kekurangan. Oleh karena itu saya berharap semua pihak menjaga NU dan integritas organisasi,” katanya.
Ia juga menilai munculnya surat pemberhentian yang beredar patut dicurigai sebagai upaya memecah belah NU. Menurutnya, keputusan tersebut muncul tiba-tiba tanpa latar belakang yang jelas.
“Seolah-olah ada pihak yang ingin NU terbelah. Untuk apa? Tidak ada urgensinya, tiba-tiba muncul seperti ini. Publik bisa menilai,” ucapnya.
Sebelumnya, beredar Surat Edaran Nomor 4785/PB.02/A.II.10.01/99/11/2025 yang menyatakan bahwa Yahya tidak lagi menjabat Ketua Umum PBNU terhitung sejak 26 November 2025. Surat tersebut ditandatangani Wakil Rais Aam PBNU Afifuddin Muhajir dan Khatib PBNU Ahmad Tajul Mafakir.
Dengan keluarnya surat itu, Yahya disebut tidak lagi memiliki kewenangan maupun hak yang melekat pada jabatan ketua umum.
Surat tersebut juga merujuk ketentuan dalam Peraturan Perkumpulan Nahdlatul Ulama Nomor 10 Tahun 2025, Nomor 13 Tahun 2025, serta Peraturan PBNU 01/X/2023, dan menyatakan bahwa PBNU akan segera menggelar Rapat Pleno. Selama posisi ketua umum masih kosong, kepemimpinan PBNU berada di bawah Rais Aam sebagai pimpinan tertinggi NU. (Ant/E-3)
Ia juga memastikan bahwa PBNU secara organisasi tidak terlibat dalam kasus yang melibatkan Eks Menag Yaqut.
Gus Yahya menghadiri dan mengawal langsung rangkaian kegiatan Napak Tilas Jejak Restu Pendirian NU yang menempuh rute Bangkalan-Jombang
PBNU menjadi mitra strategis pemerintahan Prabowo Subianto–Gibran Rakabuming Raka dalam mengawal program prioritas pemerintah menuju Indonesia Emas 2045.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Yahya Cholil Staquf menyatakan seluruh persoalan internal PBNU telah selesai.
Empat tokoh penting PBNU yakni Rais Aam PBNU, Gus Ipul, Yahya Cholil Staquf, dan M Nuh melakukan pertemuan tertutup di Pondok Pesantren Pondok Miftachus Sunnah, Surabaya, Minggu (28/12).
Keputusan islah dan Muktamar NU diambil melalui musyawarah yang mendalam dan penuh kehati-hatian dengan mengedepankan kepentingan Jam’iyah Nahdlatul Ulama.
Lili Romli menekankan bahwa konflik yang berlarut-larut ini harus segera diakhiri karena tidak elok bagi organisasi yang dihuni oleh para kiai dan ulama.
Dalam pertemuan kiai sepuh NU tersebut, juga disimpulkan bahwa pemberhentian Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya sebagai Ketua Umum PBNU tak sesuai aturan organisasi.
Kedatangannya ke Pesantren Tebuireng Jombang tersebut juga untuk menghadiri panggilan dari para kiai sepuh. Ia juga didampingi sejumlah pengurus di PBNU.
Gus Yahya telah dicopot dari jabatannya sebagai Ketum PBNU. Katib Syuriyah mengatakan kekosongan jabatan ketum akan diisi oleh penjabat atau PJ.
Ketum PBNU Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya mengatakan dokumen soal pemberhentian dirinya yang terlanjur beredar, tak resmi. Sebab, tidak ada tandatangan atau stempel digital
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved