Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
KEJAKSAAN Agung mencekal (cegah dan tangkal) Direktur Utama PT Djarum Victor Rachmat Hartono, karena dugaan korupsi pajak. Ia dilarang meninggalkan Indonesia selama enam bulan (14 November 2025–14 Mei 2026) terkait dugaan kasus pajak di periode 2016-2020.
Victor Hartono lahir 11 Februari 1972 di Semarang, Jawa Tengah. Ia merupakan anak sulung dari konglomerat Robert Budi Hartono. Ia menempuh pendidikan di Santa Barbara City College, kemudian meraih gelar sarjana Teknik Mesin dari University of California, San Diego, dan MBA dari Kellogg School of Management, Northwestern University. Ia menikah dengan Amelia Santoso yang merupakan putri Benny Setiawan Santoso dari Salim Group.
Karier Victor di Djarum dimulai sebagai management trainee pada 1994, kemudian menjadi Brand Manager, dan sejak 1999 menjabat sebagai Chief Operating Officer.
Di tangan Victor, Djarum tidak hanya mengandalkan bisnis rokok. Grup ini aktif mendiversifikasi usahanya, termasuk masuk ke sektor real estate dan kesehatan, sebagai bagian dari strategi jangka panjang menghadapi ketidakpastian ekonomi global.
Selain itu, Victor menjabat sebagai Presiden Direktur Djarum Foundation. Melalui Djarum Foundation, Victor berperan besar dalam pengembangan olahraga di Indonesia, terutama badminton sebuah tradisi bisnis keluarga Hartono.
Victor dikenal aktif dalam pengembangan olahraga, terutama bulu tangkis yang merupakan tradisi keluarganya, serta mempromosikan sepak bola wanita di Indonesia.
Di luar pekerjaan, Victor Rachmat Hartono diketahui gemar bermain bulu tangkis, berenang, dan menekuni fotografi.
Pencegahan bepergian ke luar negeri oleh Kejaksaan Agung menunjukkan Victor kini berstatus sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi pajak. Status tersebut mengundang perhatian publik karena latar belakang Victor sebagai pewaris salah satu konglomerat terbesar Indonesia.
Tidak ada data resmi soal kekayaan pribadi Victor. Namun, sebagai anak dari Robert Budi Hartono, salah satu orang terkaya di Indonesia, Victor secara tidak langsung menjadi bagian dari kekayaan keluarga Hartono yang sangat besar.
Adapun, Robert Budi Hartono, salah satu orang terkaya di Indonesia dengan kekayaan mencapai US$20,8 miliar. Berdasarkan data Forbes per 26 Agustus 2025, ayah Victor Hartono tercatat berada di posisi ke-108 orang terkaya di dunia.
Corporate Communication Manager PT Djarum, Budi Darmawan, mengatakan bahwa pihaknya baru mengetahui informasi tersebut melalui pemberitaan. Meski begitu, ia memastikan bahwa Victor maupun Djarum akan mengikuti seluruh proses hukum yang berjalan.
"Kami menghormati dan taat hukum. Akan Mengikuti prosedurnya," kata Budi kepada Media Indonesia, Kamis (20/11),
Anang menjelaskan, penggeledahan dilakukan pada lebih dari lima lokasi di wilayah Jabodetabek. Upaya paksa dilakukan beberapa waktu lalu.
PT Djarum menegaskan akan menghormati dan mengikuti proses hukum setelah Kejagung mencekal Direktur Utamanya, Victor Rachmat Hartono, terkait dugaan korupsi pajak
KPK mengungkapkan Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya atau KKP Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Mulyono menerima uang gratifikasi sebesar Rp800 juta, berikut fakta-faktanya
Lebih lanjut, dia mengatakan baik Mulyono maupun Venasius Genggor kemudian ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait pengajuan restitusi pajak.
KPK turut mengamankan barang bukti berupa uang tunai sebesar Rp1 miliar yang disita dari Mulyono dan Venasius Jenarus Genggor.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan membuka peluang sanksi tegas.
Anang menjelaskan, penggeledahan dilakukan pada lebih dari lima lokasi di wilayah Jabodetabek. Upaya paksa dilakukan beberapa waktu lalu.
Menurut Anang, kasus ini terjadi pada 2016 sampai 2020. Dia enggan memerinci kronologi perkaranya karena belum diumumkan resmi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved