Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR Geopolitik, Pertahanan dan Keamanan Internasional Prof. Dr. Connie Rahakundini Bakrie, M.Si menegaskan generas muda harus mampu beradaptasi di era globalisasi. Hal itu dikatakan Guru Besar di Saint Petersburg State University itu saat memberikan kuliah umum bagi seluruh praja dan civitas akademika IPDN dengan tema “Meneguhkan Kembali Otonomi Strategis Indonesia dari Gerakan Non Blok Menuju Bricks dan Kemitraan Eurasia Raya”, Sabtu (8/11).
Dalam kuliah umumnya Prof Connie mengingatkan bahwa generasi muda sekarang adalah generasi yang hidup di masa penuh pilihan tapi juga penuh ujian.
“Kalian (praja) harus benar-benar menjaga nurani dan kesadaran karena zaman ini teknologi bisa menjadi berkah tapi juga bisa menjadi jebakan. Kekuasaan bisa menjadi alat kemajuan atau malah menjadi sumber kejatuhan. Jadi kalau nanti kalian menjadi pemimpin, kalian harus berdiri dengan kesadaran, kehormatan dan kedaulatan. Karena nanti kejayaan Indonesia berikutnya tidak akan lahir dari Jakarta tapi bangkit dari daerah-daerah, dari tanah tempat kalian berdiri dan memerintah," papar Connie.
Posisi Indonesia di masa depan sangat bergantung pada kemampuan mengharmoniskan identitas maritim, dirgantara, kemandirian ekonomi, serta diplomasi berperadaban guna membentuk keseimbangan kekuatan baru.
“Inilah tugas kalian sebagai calon pemimpin. Dari tempat ini harus lahir doktrin kepemimpinan berkesadaran yang berpijak pada desentralisasi dan berakar pada TEPIDOIL," tutur Connie.
TEPIDOIL adalah pilar strategis yang terdiri atas Territory, Economy, People, Ideology, Defense, Organization, Infrastructure dan Leadership.
Masih menurutnya, praja harus sedini mungkin diberikan doktrin tentang kepemimpinan berkesadaran, yakni pemimpin yang dapat berpikir strategis sebagai negarawan, berperasaan lembut sebagai agamawan, bertindak berani sebagai patriot dan berjiwa sebagai pelayanan rakyat.
Tidak hanya itu, Prof. Connie juga memaparkan beberapa contoh ancaman maritim dan bawah laut serta perang airspace dan maya yang dihadapi Indonesia yang juga perlu diketahui praja IPDN sebagai calon pemimpin nantinya.
“Kepadatan pelayanan dunia menjadikan kawasan Selat Malaka target perebutan pengaruh ekonomi dan militer, dibawah Samudra bersemayam submarine, fiber optic cable dan sistem komunikasi dunia yang menjadi target sabotase, data dan citra udara menjadi senjata intelijen geopolitik, setiap radar dan pesawat nirawak adalah mata yang mengintai kedaulatan dan masih banyak lagi. Itu harus kalian pahami dan kalian pelajari sedini mungkin," tegasnya..
Sementara itu, Rektor IPDN Dr. Halilul Khairi., M.Si mengatakan kehadiran Prof. Connie merupakan kesempatan emas yang didapat praja IPDN sebagai pelayanan masyarakat, dimana mereka nantinya harus mampu beradaptasi di era globalisasi.
“Praja harus paham situasi global dan posisi Indonesia saat ini. Karena kalian dipersiapkan untuk masuk ke jejaring Internasional, membawa Indonesia di kancah Internasional,” ungkap Halilul..
Selain prinsip-prinsip lokal dan akar budaya nasional yang kuat praja juga harus mampu bersaing secara global. Inilah yang membuat Rektor IPDN menambahkan tes TOEFL menjadi syarat masuk dan lulus IPDN, juga menyisipkan materi-materi pengetahuan global/internasional bagi praja IPDN seperti saat ini. (Z-1)
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Penutup tahun di Braga pun menjadi simbol transisi: menoleh ke belakang untuk menghargai proses, lalu melangkah ke depan dengan optimisme menyambut 2026 dan meraih mimpi.
Kemenpora bersama FAO mendorong keterlibatan generasi muda Indonesia dalam sektor pertanian, perikanan, dan peternakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan swasembada pangan nasional
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Generasi muda Indonesia menunjukkan pergeseran signifikan dalam cara mempersiapkan masa depan finansial mereka.
Keterbatasan akses pembiayaan masih menjadi persoalan besar bagi pelaku usaha di Indonesia, khususnya UMKM dan generasi muda.
Di tengah arus globalisasi dan penetrasi teknologi digital, muncul kekhawatiran baru, apakah anak-anak Indonesia masih tumbuh dengan akar budaya, alam, dan kearifan lokalnya sendiri?
Ia menilai sistem global saat ini dikuasai kepentingan negara-negara adidaya, sementara Indonesia kerap terjebak sebagai pasar, bukan subjek yang berdaulat.
Kebudayaan sesungguhnya bisa menjadi jawaban dalam menjawab berbagai tantangan mulai pudarnya ikatan kebangsaan yang kita miliki.
Pelajari faktor pendorong perdagangan internasional! Analisis ekonomi mendalam untuk bisnis global yang sukses dan berkelanjutan.
MENGHADAPI era digitalisasi global, Indonesia harus berbenah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved