Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT komunikasi politik Universitas Esa Unggul Jamiluddin Ritonga menilai buruknya komunikasi menteri akan menjadi beban bagi Presiden Prabowo Subianto. Ia mengatakan komunikasi publik yang buruk juga menimbulkan antipati dan amarah masyarakat.
"Antipati dan amarah masyarakat terhadap beberapa menteri tentu dapat berimbas pada citra presiden. Bahkan akibat buruknya komunikasi publik beberapa menteri dapat menjadi beban bagi presiden," kata Jamiluddin kepada Media Indonesia, Selasa (9/9).
Mantan Dekan FIKOM IISIP Jakarta itu menyoroti Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menyampaikan pernyataan tentang tuntutan 17+8 rakyat merupakan suara sebagian rakyat kecil yang terganggu masalah hidup. Hal tersebut memicu kontroversial karena tidak ada empati terhadap masyarakat.
"Hal itu terjadi karena komunikasi publik beberapa menteri mengabaikan empati, penghormatan (respect), dan aspek keadilan. Akibatnya, masyarakat terbakar emosinya," katanya.
Jamiluddin menilai dalam komunikasi publik harus memperhatikan dampak sosial. Maka dari itu, setiap pesan yang disampaikan seharusnya terukur jelas, lengkap, dan tepat. Dengan begitu, pesan yang sampai di masyarakat tidak multi tafsir.
"Jadi, dalam komunikasi publik aspek etika dan tanggung jawab harus diperhatikan. Hal ini dapat dipenuhi kalau dalam komunikasi publik memperhatikan kejujuran, integritas, dan berkeadilan," katanya.
"Prinsip-prinsip tersebut tampaknya yang dibaikan beberapa menteri dalam komunikasi publik. Menteri Keuangan Purbawa kiranya termasuk di dalamnya," pungkasnya.
Sementara itu, Purbaya yang baru saja dilantik sebagai Menteri Keuangan mengaku jaget soal ucapannya soal 17+8 menuai sorotan. Ia bahkan menyebut dirinya masih “menteri kagetan”. Ia meminta maaf atas ucapannya itu dan mengaku akan belajar dari pengalaman tersebut.
“Saya masih pejabat baru di sini. Menterinya juga menteri kagetan. Jadi, kalau ngomong katanya, kalau kata Ibu Sri Mulyani kayak koboi. Waktu di LPS sih enggak ada yang monitor, jadi saya tenang. Ternyata di (Kementerian) Keuangan beda, Ibu. Salah ngomong langsung dipelintir sana-sini. Jadi, kemarin kalau ada kesalahan, saya mohon maaf,” kata dia di Jakarta, Selasa (9/9). (P-4)
Setiap pejabat memiliki gaya komunikasinya tersendiri. Namun, gaya komunikasi pejabat perlu diperbaiki agar tidak dinilai kontroversial oleh publik.
Purbaya menegaskan Juda Agung memiliki kapasitas dan pengalaman yang mumpuni untuk melanjutkan sejumlah agenda strategis.
MOODY'S Investors Service menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, tetapi tetap mempertahankan peringkat kredit di level Baa2.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan pemerintah belum berencana memangkas insentif pajak meskipun nilai belanja perpajakan terus meningkat.
Menkeu Purbaya optimistis rupiah bisa menguat hingga Rp15.000 per dolar AS. Ia menilai BI mampu mendorong penguatan lewat fundamental ekonomi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menanggapi pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang masih berlangsung.
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyambut positif pengunduran diri Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Iman Rachman, kemarin (30/1).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved