Headline

Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.

Presiden Prabowo Minta TNI-Polri Tindak Tegas Demo Anarkis

Devi Harahap
30/8/2025 16:16
Presiden Prabowo Minta TNI-Polri Tindak Tegas Demo Anarkis
Pengunjuk rasa melihat Gerbang Tol Pejompongan yang dibakar saat aksi di Jakarta, Jumat (29/8/2025) .(Antara Foto/Putra M Akbar)

PRESIDEN Prabowo Subianto memerintahkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto untuk mengambil langkah tegas terhadap aksi unjuk rasa yang berujung anarkistis di sejumlah wilayah. 

Menurut Listyo, langkah tegas tersebut akan dilakukan sesuai berdasarkan ketentuan undang-undang (UU) yang berlaku. “Eskalasi yang terjadi kecenderungan tindakan anarkis di beberapa wilayah. Pembakaran gedung, penyerangan markas dan ada area fasilitas umum dilakukan pembakaran dan tindakan lain yang tidak sesuai ketentuan mengarah ke pidana,” ujar Listyo, Sabtu (30/8).

Listyo menilai sejumlah aksi yang berlangsung selama dua hari terakhir sudah mengarah pada tindakan anarkis yang mengarah ke tindakan pidana. 

“Kita melihat bahwa aksi yang berlangsung di beberapa wilayah saat ini cenderung tidak sesuai dengan aturan bagaimana yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 terkait kemerdekaan menyampaikan pendapat di muka umum,” ungkapnya. 

Kendati aksi unjuk rasa dan mengemukakan pendapat di muka umum merupakan hak setiap warganegara, namun Listyo meminta untuk dapat menyampaikan pendapatnya sesuai ketentuan yang berlaku. 

“Itu adalah hak bagi setiap warga negara dan dilindungi Undang-Undang, namun tentunya ada syarat-syarat di dalamnya antara lain harus memperhatikan kepentingan umum, mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku, dan salah satunya juga harus selalu menjaga persatuan dan kesatuan bangsa,” imbuhnya. 
 
Selain itu, Kapolri meminta kepada masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik di tengah situasi yang berkembang. Dia menekankan, aparat keamanan terus berupaya memulihkan kondisi agar tetap kondusif.

“Ini kami sampaikan agar masyarakat tenang, kami dapat info kegelisahan dan ketakutan masyarakat. Kami memulihkan situasi keamanan. Kami berharap dapat dukungan masyarakat untuk tetap menjaga persatuan kesatuan,” katanya. 

Diketahui, pada Sabtu pagi (30/8), terpantau dua halte Trans-Jakarta kembali dibakar oleh oknum tidak bertanggung jawab imbas aksi unjuk rasa. Peristiwa ini menimpa Halte Bundaran Senayan dan Halte Pemuda Pramuka. Dengan kejadian ini, total sudah tujuh halte menjadi korban pembakaran.

Sebelumnya, lima halte lebih dulu dibakar dalam aksi unjuk rasa yang berlangsung pada Jumat, 29 Agustus 2025, yaitu Halte Polda Metro Jaya, Halte Senen Toyota Rangga, Halte Sentral Senen, Halte Senayan BDKI, dan Halte Gerbang Pemuda.

“Hingga Sabtu pagi ada 7 halte yang dibakar oleh oknum tidak bertanggung jawab,” kata Kepala Departemen Humas dan CSR PT Transportasi Jakarta, Ayu Wardhani, dalam keterangan tertulis, Sabtu (30/8).

Ayu mengajak masyarakat untuk tidak merusak fasilitas umum. Dia berharap, masyarakat bersama-sama menjaga fasilitas publik agar manfaatnya tetap bisa dirasakan oleh banyak orang. “Trans-Jakarta berterima kasih atas dukungan semua pihak,” pungkasnya. (Dev/P-2) 

 

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya