Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
HINGGA memasuki malam secara berangsur mulai kondusif, namun Gedung DPRD Kota Pekalongan sudah nyaris habis dan menyisakan rangka baja setelah terbakar sejak siang, dampak aksi demonstrasi.
Pantauan Media Indonesia hingga malam, kondisi seputar Komplek Kantor Wali Kota Pekalongan dan Lapangan Mataram masih banyak massa demonstran yang bertahan. Meskipun sebagian lainnya sudah mulai membubarkan diri, kondisi masih cukup mencekam hingga banyak warga memilih tidak keluar rumah
Sejumlah toko juga sebagian telah tutup karena khawatir terkena imbas aksi demonstrasi yang berlangsung cukup panas hingga merusak dan membakar Gedung DPRD Kota Pekalongan, api juga masih terlihat menyala di bagian dalam gedung dewan tersebut dan genting bangunan hanya tinggal kerangka baja ringan.
Sementara itu api juga masih terlihat menyala dan merambat hingga kantor Sekretariat Daerah dan Kantor Wali Kota Pekalongan yang bergandengan dengan gedung DPRD, sejumlah aparat baik TNI maupun Polri terus berusaha membubarkan massa yang bertahan di sejumlah titik seputar lokasi pusat aksi demonstrasi.
"Sebagian telah bubar sejak magrib tadi, tetapi sebagian bertahan dan diperkirakan akan kembali lagi malam nanti setelah isya atau sekitar pukul 20.00 WIB," kata Abdullah, 50, pemilik toko batik di Jalan Hayam Wuruk, Kota Pekalongan.
Hal tersebut juga diungkapkan Endang, pemilik toko kelontong di Jalan Haji Mas Mansyur yang berlokasi tidak jauh dari Kompleks Kantor Wali Kota Pekalongan, bahkan sejak meletus aksi demonstrasi hingga membakar gedung dewan itu, sudah memilih tutup karena khawatir terkena imbasnya. "Biasanya kami tutup hingga pukul 21.00 tetapi tadi tutup jam 15.00," imbuhnya.
Sebelumnya Wali Kota Pekalongan Achmad Afzan Arslan Djunaid dalam sebuah simulasi penanganan demonstrasi di Balai Kota Pekalongan Senin (25/8) merasa kagum terhadap kesiagaan tim gabungan sebanyak 400, karena cukup sukses menghadapi demonstran yang bertindak anarkis.
“Simulasi ini menunjukkan kesiapan penuh Polri dalam menjaga stabilitas daerah, saya yakin dengan kesiapan ini, Kota Pekalongan akan tetap aman dan kondusif,” ujar Achmad Afzan Arslan Djunslaid.Meskipun Kota Pekalongan bukan daerah yang rawan konflik, menurut Achmad Afzan Arslan Djunaid, namun potensi kerawanan sekecil apapun tetap harus diantisipasi dan dalam simulasi ini jajaran Polres Pekalongan Kota mampu memperagakan penanganan demonstrasi secara profesional, sesuai prosedur dan tetap mengedepankan pendekatan humanis. (AS/M-3)
Aksi demonstrasi di Kota Pekalongan diawali dengan mengirim doa dan tabur bunga bersama di Stadion Hugeng,
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved