Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
AKSI demontrasi berujung pembakaran dan perusakan gedung DPRD Kota Pekalongan, Jawa Tengah, terjadi pada Sabtu (30/8) siang. Massa merupakan gabungan pengemudi ojek online (ojol) dan warga yang datang dari segala arah di gedung dewan tanpa ada pengawalan.
Aksi demonstrasi di Pekalongan diawali dengan mengirim doa dan tabur bunga bersama di Stadion Hoegeng. Massa lalu mendatangi Mako Brimob di Jalur Pantura di Kalibanger untuk menggelar orasi, kemudian menuju Lapangan Mataram.
Menjelang siang, situasi lalu berubah memanas. Massa bergerak masuk ke komplek Kantor Wali Kota Pekalongan yang berada di sisi barat lapangan dengan sasaran Gedung DPRD. Alhasil, api yang belum jelas sumbernya semakin membesar dan membakar pos Satpol PP di bagian depan.
Massa lalu berlarian keluar kompleks kantor wali kota setelah api kian membesar, diikuti munculnya asap putih di sekitar Lapangan Mataram, yang diduga gas air mata dari petugas kepolisian yang sebelumnya masih berusaha menahan diri agar tidak berbenturan.
"Tidak tahu dari mana asalnya, setelah massa menyerbu Gedung DPRD Kota Pekalongan itu, api membakar gedung dan juga pos Satpol PP yang ada di bagian depan, suasana menjadi kacau," ujar Suryono, 50, salah seorang warga yang berada di sekitar Lapangan Mataram.
Hal senada diungkapkan Wanardi, warga lainnya. Menurut dia, selain merusak dan membakar Gedung DPRD Kota Pekalongan, massa juga merusak sejumlah fasilitas di Lapangan Mataram. "Mereka baru bubar keluar ketika api membesar dan ada terdengar tembakan dari aparat kepolisian," imbuhnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Pekalongan Nur Priyantomo menyayangkan tindakan anarkistis yang dilakukan demonstran. Itu karena massa sebelumnya berjanji tidak melakukan perusakan fasilitas pemerintahan. "Kita belum menghitung, langkah utama saat ini melakukan pemadaman dan sejauh ini tidak ada korban jiwa," ujar Priyantomo. (AS/P-2)
Kecelakaan yang melibatkan dua armada bus Transjakarta di jalur layang Koridor 13, ruas Swadarma arah Cipulir, pada Senin (23/2), mengakibatkan 23 penumpang mengalami luka ringan.
Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti penting, mulai dari proyektil peluru hingga rekaman CCTV guna mengidentifikasi pelaku penembakan di rumah anggota DPRD Jateng.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
SISTEM pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang telah berjalan dua dekade dinilai gagal mewujudkan demokrasi substansial.
Sidang pemeriksaan pendahuluan perkara tersebut digelar Kamis (4/2) dan dipimpin Ketua MK Suhartoyo, didampingi Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P. Foekh dan M. Guntur Hamzah.
Langkah ini bertujuan untuk melakukan studi komparasi guna memperkaya referensi dalam penyusunan regulasi baru.
Sementara, aparat keamanan terpantau berjaga dari bagian dalam dan luar gerbang utama. Tidak ada instrumen pengamanan khusus yang dilakukan oleh mereka.
Generasi muda serta seluruh elemen bangsa untuk tidak mudah terprovokasi maupun dikuasai emosi. Energi bangsa, katanya, harus diarahkan untuk pembangunan, bukan perpecahan.
MASSA membakar sisi barat Gedung Negara Grahadi di Jalan Raya Gubernur Suryo Surabaya dibakar massa yang anarkis pada Sabtu malam sekitar pukul 21.38 WIB.
Suasana jalan dipenuhi kepulan gas air mata, sementara aparat masih melakukan penjagaan ketat untuk mengendalikan massa yang belum sepenuhnya bubar.
Sejumlah warga yang sedang menikmati kuliner di sekitar lokasi tersebut terlihat berlarian menyelamatkan diri.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved