Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PIHAK kepolisian mengeklaim telah membebaskan hampir semua demonstran yang ditangkap saat unjuk rasa memprotes tunjangan mewah DPR di depan Gedung DPRD Sumut, Medan, Selasa (26/8). Hanya tersisa dua orang yang saat ini masih diproses hukum karena positif mengonsumsi narkoba.
Total sebanyak 44 orang dibawa ke markas polisi setelah aksi berlangsung ricuh di depan Gedung DPRD Sumut. Seluruhnya menjalani pemeriksaan dan pembinaan sebelum dipulangkan.
Penyidik memberi pengarahan mengenai perilaku tertib serta sanksi administratif bagi peserta yang melakukan tindakan anarkis. Arahan ini disampaikan sebelum para demonstran dibebaskan.
Kombes Ferry Walintukan, Kabid Humas Polda Sumut, mengatakan pihaknya menerapkan keseimbangan antara penegakan hukum dan pendekatan humanis.
"Sebagian besar sudah dipulangkan, namun tetap kami berikan arahan agar ke depan lebih tertib. Untuk dua orang yang positif narkoba, kami serahkan ke Ditresnarkoba untuk diproses sesuai aturan dan diarahkan ke rehabilitasi," jelasnya, Kamis (28/8).
Dia menyebutkan, lolisi mengedepankan pendekatan persuasif dan dialog dengan peserta aksi untuk mencegah potensi konflik. Langkah ini juga untuk menjaga keamanan peserta, masyarakat sekitar dan kelancaran lalu lintas.
Adapun penanganan dua orang demonstran yang positif narkoba mengacu pada UU Narkotika Nomor 35 Tahun 2009. Rehabilitasi dilakukan agar mereka dapat pulih dan kembali produktif, dengan berpedoman pada prosedur rehabilitasi yang ditetapkan Ditres Narkoba Polda Sumut.
Menurut Ferry, polisi telah dan akan selalu menjunjung tinggi hak masyarakat menyampaikan pendapat, sesuai UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum. Kendati demikian, masyarakat yang berunjuk rasa diimbau untuk melakukannya dengan damai, tertib dan berorientasi pada dialog yang konstruktif. (H-2)
Kecelakaan yang melibatkan dua armada bus Transjakarta di jalur layang Koridor 13, ruas Swadarma arah Cipulir, pada Senin (23/2), mengakibatkan 23 penumpang mengalami luka ringan.
Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti penting, mulai dari proyektil peluru hingga rekaman CCTV guna mengidentifikasi pelaku penembakan di rumah anggota DPRD Jateng.
Kepala Pusat Riset BRIN Mardyanto Wahyu Tryatmoko menilai wacana pilkada tidak langsung lewat DPRD tidak menjamin hilangnya politik uang dan justru berpotensi lebih mahal.
SISTEM pemilihan kepala daerah (pilkada) langsung yang telah berjalan dua dekade dinilai gagal mewujudkan demokrasi substansial.
Sidang pemeriksaan pendahuluan perkara tersebut digelar Kamis (4/2) dan dipimpin Ketua MK Suhartoyo, didampingi Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P. Foekh dan M. Guntur Hamzah.
Langkah ini bertujuan untuk melakukan studi komparasi guna memperkaya referensi dalam penyusunan regulasi baru.
Sarah Nuraini Siregar dari BRIN menyoroti penggunaan istilah "oknum" untuk anggota polisi, menegaskan tindakan individu mencerminkan institusi.
Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Alfian Nurrizal menyatakan pelaku penganiayaan karyawan SPBU di Cipinang, Jakarta Timur, positif sabu dan ganja usai tes urine.
Transparansi digital melalui media sosial membuat kasus-kasus tersebut kini lebih mudah terungkap ke permukaan.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi PKB, Rano Alfath, mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus penganiayaan yang menewaskan AT (14).
Kapolri menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran berat yang mencoreng nama baik Korps Brimob Polri.
Proses hukum terhadap tersangka, yang merupakan oknum anggota Brimob berinisial Bripda MS, harus dilakukan secara terbuka tanpa ada upaya menutupi fakta.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved