Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan pentingnya membangun ekosistem yang menyeluruh untuk mewujudkan konsumsi gizi seimbang di tengah masyarakat sebagai upaya jangka panjang dalam menurunkan angka stunting nasional. Dalam keterangannya pada Minggu (8/6), Lestari menegaskan bahwa perbaikan gizi tidak boleh dipandang sebagai intervensi sesaat, melainkan sebagai strategi berkelanjutan untuk membangun sumber daya manusia yang berkualitas dan tangguh.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul data terbaru dari Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan (BKPK) yang merilis hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2025. Survei itu mencatat adanya penurunan prevalensi stunting secara nasional dari 21,5% pada 2023 menjadi 19,8%.
Pemerintah menargetkan angka stunting dapat ditekan lebih jauh menjadi 18,8% tahun ini, dan bahkan diturunkan hingga 14,2% pada 2029.
"Tren positif ini perlu didorong dengan langkah-langkah sistemik yang tidak hanya fokus pada penyembuhan, tetapi juga pada pencegahan melalui edukasi dan peningkatan kesadaran publik," kata dia, Migggu (8/6).
Lebih lanjut, Lestari yang akrab disapa Rerie, menilai bahwa perbaikan gizi masyarakat harus dilandasi oleh pola pikir yang mendorong kebiasaan konsumsi pangan bergizi dalam kehidupan sehari-hari.
Ia memandang bahwa perubahan perilaku masyarakat dalam hal konsumsi makanan sehat hanya dapat dicapai jika didukung oleh akses yang lebih mudah terhadap bahan pangan bergizi, serta melalui skrining gizi yang dilakukan secara dini.
Intervensi berbasis data dan sains juga menjadi pilar penting agar langkah-langkah yang diambil benar-benar tepat sasaran dan berkelanjutan.
Dalam kapasitasnya sebagai anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah, Lestari menekankan pentingnya dukungan lintas sektor dalam mewujudkan ekosistem gizi yang ideal.
Ia menyatakan bahwa kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat luas harus terus diperkuat secara konsisten. Tanpa adanya sinergi yang kuat, upaya untuk membentuk kebiasaan konsumsi pangan bergizi akan berjalan lambat dan tidak merata.
Rerie menutup pernyataannya dengan harapan bahwa semua upaya yang telah dan sedang dilakukan bisa memberikan hasil nyata, tidak hanya dalam bentuk penurunan angka stunting, tetapi juga dalam mencetak generasi penerus bangsa yang unggul, sehat, dan siap bersaing di masa depan. Ia mengingatkan bahwa perbaikan gizi adalah investasi jangka panjang yang sangat penting dalam mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045. (Z-10)
Keterlibatan perusahaan dalam program pemberantasan stunting tidak terlepas dari kesadaran akan peran dunia usaha dalam pembangunan sosial.
Angka stunting saat ini berada di 10,5%, dari sebelumnya bahkan sempat menyentuh 19,9%.
PT Hengjaya Mineralindo resmi berkolaborasi dengan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Tenggara dalam mengimplementasikan program Taman Asuh Sayang Anak
Program Gerakan Sehat Atasi Stunting (Getas) 2025 menargetkan tekan angka stunting di Kabupaten Bekasi hingga di bawah 14%.
Empat kabupaten di Sulsel susun strategi komunikasi percepatan penurunan stunting bersama Pemprov, UNICEF, dan mitra untuk dukung target Indonesia Emas 2045.
Kecamatan Plered yang berpenduduk 87.285 jiwa menempati rangking pertama jumlah balita yang mengalami stunting dengan rentang usia 2 bulan hingga 5 tahun.
Lestari Moerdijat mendorong kesinambungan sektor pendidikan dan dunia usaha untuk menjawab tantangan sosial dan sektor ekonomi yang meningkat dalam proses pembangunan.
KEWASPADAAN terhadap ancaman gangguan kesehatan mental anak dan remaja harus ditingkatkan dan menjadi kepedulian bersama untuk segera diatasi.
KEMAMPUAN story telling atau bercerita sangat dibutuhkan untuk memberi pemahaman yang benar bagi masyarakat terkait langkah pengobatan yang tepat dalam mengatasi kanker.
BANGUN kewaspadaan masyarakat untuk mengantisipasi ancaman penyebaran virus Nipah di tanah air.
Aspek inklusivitas harus menjadi fondasi utama dalam proses pembangunan nasional.
DORONG upaya pencegahan pekerja anak di tanah air secara konsisten dengan menerapkan kebijakan yang komprehensif dan didukung sejumlah pihak terkait.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved