Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DORONG pemanfaatan hasil tes kemampuan akademik (TKA) untuk kebutuhan evaluasi dan peningkatan kualitas pendidikan nasional, sehingga mampu melahirkan generasi penerus bangsa yang berdaya saing.
"Berbagai upaya untuk menghadirkan sistem pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat luas harus dilakukan. Pelaksanaan TKA sebagai salah satu alat untuk mengevaluasi pelaksanaan sistem pendidikan yang ada harus bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya," kata Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (31/7).
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah RI (Mendikdasmen RI) Abdul Mu'ti menyatakan siap mengadakan TKA bagi peserta didik Kelas 12 SMA/MA/sederajat dan kelas akhir SMK/MAK pada akhir tahun 2025.
Pelaksanaan TKA tertuang dalam Peraturan Mendikdasmen No. 9 Tahun 2025 tentang Tes Kemampuan Akademik.
Pada peraturan itu, disebutkan TKA merupakan kegiatan pengukuran capaian akademik murid pada mata pelajaran tertentu.
Tes tersebut bertujuan memperoleh informasi capaian akademik murid yang terstandar untuk keperluan seleksi akademik, menjamin pemenuhan akses murid pendidikan formal dan pendidikan informal terhadap penyetaraan hasil belajar, mendorong peningkatan kapasitas pendidik dalam mengembangkan penilaian yang berkualitas.
Menurut Lestari, sejumlah langkah yang bertujuan mewujudkan sistem pendidikan nasional yang lebih baik harus mendapat dukungan semua pihak terkait.
Rerie, sapaan akrab Lestari, berpendapat kolaborasi yang baik antara para pemangku kepentingan di tingkat pusat dan daerah harus mampu direalisasikan sebagai bagian dari upaya menghadirkan layanan pendidikan yang lebih berkualitas bagi masyarakat luas.
Rerie yang juga anggota Komisi X DPR RI dari Dapil II Jawa Tengah berharap langkah pemerintah melaksanakan TKA dapat dipahami masyarakat, sehingga upaya tersebut dapat berlangsung sesuai dengan rencana.
Anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu mendorong agar semua pihak dapat bersama-sama mewujudkan ekosistem pendidikan nasional yang lebih baik dan mampu melahirkan generasi penerus yang bangsa yang berkarakter dan berdaya saing di masa depan. (*/I-2)
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan kebinekaan harus menjadi kekuatan bangsa di tengah momentum perayaan Nyepi dan Idul Fitri.
Tradisi mudik Lebaran harus mampu dimanfaatkan untuk melestarikan nilai-nilai persatuan dan toleransi di tengah masyarakat.
WAKIL Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat mendorong pengakuan negara terhadap eksistensi masyarakat adat dengan segera mengesahkan RUU Masyarakat Hukum Adat (RUU MHA).
RUU PPRT resmi jadi inisiatif DPR RI pada 12 Maret 2026. Lestari Moerdijat tegaskan pentingnya UU PPRT untuk perlindungan pekerja dan kepastian hubungan kerja.
Lestari mengingatkan bahwa tantangan mudik tahun ini semakin kompleks, terutama dengan adanya ancaman krisis iklim yang berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat.
Lestari Moerdijat soroti pentingnya kebijakan struktural bagi kesetaraan perempuan di IWD 2026. Simak data kesenjangan gender dan perlindungan perempuan terbaru.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyoroti rendahnya Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Indonesia yang mengancam daya saing bangsa.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong peningkatan keterampilan guru untuk mendukung pendidikan inklusif di Indonesia, memastikan layanan pendidikan berkualitas bagi semua anak.
Forum Denpasar soroti eskalasi konflik Iran-AS pasca-serangan yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran. Simak dampak ekonomi global, ancaman Selat Hormuz, dan langkah antisipasi Indonesia.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan kasus bunuh diri anak bukan sekadar isu kesehatan mental.
Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menyoroti beban biaya visum bagi korban kekerasan akibat aturan baru BPJS Kesehatan. Ia mendesak kemudahan akses keadilan.
PENINGKATAN keamanan pangan membutuhkan kebijakan yang tepat demi mewujudkan kesehatan dan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang lebih baik di masa depan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved