Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT politik Universitas Diponegoro (Undip), Wahid Abdurrahman, menilai krisis politik antara Pemerintah Pusat dan PDI Perjuangan (PDIP) akan berdampak pada relasi pemerintah pusat dan daerah. Ia menilai berbagai elemen harus mewaspadai efek domino dari krisis tersebut yang mulai terasa sejak Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto resmi ditahan KPK.
“Keputusan KPK dalam penetapan tersangka kasus korupsi yang menyeret elite politik nasional sulit dipisahkan dari pro dan kontra. Apalagi jika bukan dilakukan karena tangkap tangan,” kata Wahid dalam keterangannya, Senin (24/2).
Wahid menjelaskan penetapan Hasto sebagai tersangka oleh KPK menjadi pemicu utama karena Hasto sebagai Sekjen tidak sekadar menjadi marwah partai setelah Ketua Umum, tapi juga memiliki hubungan psikologis yang kuat dengan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri. Menurutnya, tak heran bila dampak dari penahanan tersebut akan mengakibatkan krisis yang membuat hubungan pemerintah daerah dan pusat tegang. Terlebih lagi, ada 55 kepala daerah dan wakil kepala daerah yang berasal dari PDIP.
Selain itu, Wahid menilai bahwa pada saat ini, Presiden Prabowo Subianto sedang melakukan pendisiplinan perencanaan pembangunan dan program pemerintah. Menurutnya, hal tersebut berpotensi tidak berjalan maksimal karena adanya krisis politik yang dapat mengganggu relasi pemerintah daerah dan pusat.
“Krisis juga berpotensi mengganggu dinamika relasi pusat-daerah, khususnya bagi daerah yang masih memiliki ketergantungan kuat fiskal terhadap pemerintah pusat (rasio ketergantungan keuangan),” kata pengajar di departemen Ilmu politik dan pemerintahan itu.
“Bagaimanapun ada variabel politik yang berpengaruh kuat terhadap distribusi program pemerintah pusat di daerah,” sambungnya.
Lebih lanjut, Wahid menekankan bahwa saat ini perlu ada figur dan rencana khusus untuk bisa menjembatani dan mengantisipasi daya rusak dari krisis politik yang terjadi. Menurutnya, perbaikan dinamika hubungan antara Prabowo dan Megawati akan menjadikan harapan untuk bisa mengakhiri krisis.
“Jika tidak segera dimitigasi, berpotensi mengakibatkan disharmoni dalam penyelenggaraan pemerintah daerah. Hubungan yang baik antara Bu Mega dan Presiden Prabowo menjadi salah satu variabel harapan berakhirnya krisis ini,” pungkasnya. (E-3)
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri meluruskan pemahaman mengenai sistem politik Indonesia. Ia menguraikan sistem presidensial yang dianut Indonesia.
KETUA Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri menegaskan bahwa partainya tidak mengambil posisi sebagai oposisi terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Dinamika pembahasan revisi Undang-Undang Pemilihan Umum memasuki fase baru menyusul mencuatnya perdebatan mengenai syarat pembentukan fraksi di DPR.
Partai politik yang melenggang ke Senayan harus memiliki keterwakilan yang utuh di setiap pos kerja DPR.
Penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi mengaburkan prinsip supremasi sipil, karena Polri berpotensi menjadi subordinat kepentingan politik sektoral.
PDI Perjuangan berupaya menekan biaya politik melalui semangat gotong royong dan aturan internal partai.
Sekretaris Jenderal Serikat Nasional Pelestari Tosan Aji Nusantara (Senapati Nusantara), Hasto Kristiyanto, membuka secara resmi Rapat Kerja Agung (RKA) Senapati Nusantara
PDI Perjuangan berupaya menekan biaya politik melalui semangat gotong royong dan aturan internal partai.
Konsolidasi nasional BMI ini untuk menyatukan pola gerak organisasi BMI dalam menjalankan hasil rekomendasi Kongres VI PDI Perjuangan.
Hasto Kristiyanto menuntaskan 10K Borobudur Marathon 2025 dengan waktu 81 menit, memperbaiki rekor pribadinya tujuh menit. Ia menilai capaian ini sebagai simbol ketekunan
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengapresiasi Borobudur Marathon 2025 yang berstatus Elite Label.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menyampaikan apresiasi atas pencapaian baru Borobudur Marathon, yang menurutnya bukan hanya menjadi kebanggaan nasional
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved