Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Eksekutif Pusat Kajian Hukum dan Anggaran (Puskaha) Indonesia Yenti Nurhidayat menilai Presiden Prabowo Subianto perlu melakukan perampingan Kabinet Merah Putih. Ia melihat Kabinet Merah Putih yang terdiri dari 48 menteri, 55 wakil menteri, lima pejabat setingkat menteri, serta belasan utusan khusus, staf khusus, dan penasihat khusus membebani anggaran negara.
Yenti mengungkapkan merampingkan postur kabinet akan mengurangi beban negara dan bisa menjadi langkah efisiensi anggaran di samping memangkas anggaran kementerian atau lembaga yang sudah ada.
"Kalau pemerintah memang berniat melakukan efisiensi dalam yang tidak mengorbankan kepentingan rakyat atau pelayanan publik itu, kami sampaikan bahwa perampingan kabinet itu harus karena itu betul-betul membebani keuangan negara kita," kata Yenti di Jakarta, Senin (17/2).
Selain itu, Yenti menyebut jika pemerintah tetap melakukan efisiensi, maka kementerian atau lembaga yang disasar adalah sektor nonteknis atau tidak terkait pelayanan publik. Ia menilai pendidikan, kesehatan, tenaga kerja, dan pekerjaan umum merupakan sektor teknis yang akan terganggung jika anggarannya dipangkas.
"Seharusnya pemotongan itu ataupun efisiensi kalau dalam bahasanya mereka itu dilakukan pada kementerian yang non-pelayanan publik ini. Jadi yang seharusnya dipotong adalah pertahanan, kepolisian itu seharusnya dipotong gitu loh, diefisiensikan," katanya.
Yenti mengungkapkan pemerintah juga perlu melakukan efisiensi pada pos-pos belanja aparatur negara. Ia mengatakan berdasarkan kajian menunjukkan 60% dari APBN atau APBD habis untuk belanja aparatur negara, seperti alat tulis kantor, operasional, dan perjalanan dinas.
"Belum lagi di atas sudah ada (anggaran) mobil. Jadi kebayang sudah ada dibeliin mobil, tapi kemudian perjalanan dinas, minta lagi tuh belum SPJ, belum kemudian honorarium, kalau pertemuan rapat dan lain-lain itu kepada siapa? Kepada aparatur ASN-nya, nah itu yang sebenarnya kalau pemerintah berniat benar-benar, itu yang seharusnya dicorek satu per satu," katanya. (Faj/P-2)
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengonfirmasi bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menerima undangan untuk menghadiri KTT Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian Gaza.
Presiden Prabowo Subianto menerima audiensi sejumlah perwakilan pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di kediaman pribadinya di Hambalang..
Kejaksaan Agung menindaklanjuti perintah Presiden Prabowo Subianto untuk memeriksa eks pejabat BUMN terkait dugaan kebocoran anggaran.
KSAD Jenderal Maruli Simanjuntak menyebut Presiden Prabowo menekankan evaluasi berkelanjutan dan peningkatan kinerja TNI-Polri demi rakyat.
Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie menilai reformasi Polri tak bisa instan karena 30 aturan internal perlu dibenahi.
Sudah cukup banyak kepala daerah yang bergerak cepat melakukan aksi kebersihan di wilayah masing-masing.
Prabowo memilih beberapa orang bermasalah hukum untuk masuk ke dalam kabinetnya, hal itu menandakan bahwa tidak ada komitmen awal pemerintahaannya terhadap penegakan hukum.
Tito Karnavian sebagai Menteri Dalam Negeri bisa melakukan konsultasi dengan pihak-pihak terkait seperti Aceh sebelum mengeluarkan keputusan menteri,
Akankah ancaman terkini senasib dengan ancaman-ancaman sebelumnya? Bukan janji tapi sekadar basa-basi? Jika benar dia akan merombak kabinet, siapa saja yang bakal diganti?
Para menteri ini dinilai memiliki kejelasan arah kebijakan, tata kelola yang efisien, serta gaya kepemimpinan yang responsif dan komunikatif.
Menkeu Sri Mulyani Indrawati akhirnya memberi komentar terkait dirinya yang diisukan mundur dari Kabinet Merah Putih. Ia mengatakan tetap bekerja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved