Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKSANA tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhamad Mardiono mengatakan partainya terbuka menerima Presiden Ke-7 RI Joko Widodo kini yang telah dipecat dari PDI Perjuangan. Kendati demikian, ia mengingatkan bahwa PPP merupakan partai yang berasal dari kaderisasi.
"PPP itu adalah partai kader, juga partai yang terbuka, (jadi) tidak menutup siapapun yang akan bergabung kepada PPP," ujarnya di Jakarta, Rabu (11/12) malam.
Menurut Mardiono, seluruh syarat dan mekanisme untuk menjadi kader PPP sudah diatur dalam anggaran dasar/anggaran rumah tangga (AD/ART) partai. Namun, pihaknya tak menutup diri jika tokoh-tokoh bangsa ingin bergabung menjadi bagian dari PPP, termasuk Jokowi.
"Jadi PPP tidak menutup kepada siapa pun rakyat Indonesia, tokoh-tokoh bangsa di Indonesia untuk bergabung dengan PPP," terang Mardiono.
"Tapi tentu harus melalui mekanisme anggaran dasar anggaran rumah tangga yang dimiliki oleh Partai Persatuan Pembangunan," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia juga menyebut pihaknya membuka pintu selebar-lebarnya bagi Jokowi jika ingin menjadi kader.
Seperti diberitakan, Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto belum lama ini mengungkap bahwa Jokowi beserta putra sulungnya Gibran Rakabuming Raka, dan menantunya Bobby Nasition, sudah bukan kader PDI Perjuangan lagi. Hubungan Jokowi dan keluarganya dengan PDI Perjuangan mulai renggang saat periode kedua kepemimpinan Jokowi, khususnya menjelang pemilihan presiden (pilpres) 2024.
Ketegangan antara Jokowi dan PDI Perjuangan semakin meningkat saat Putra Sulung Jokowi, Gibran, yang masih kader PDI Perjuangan saat itu, dicalonkan menjadi wakil presiden pendamping Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra. Sementara PDI Perjuangan mengusung calonnya dari partainya sendiri, yaitu Ganjar Pranowo-Mahfud Md. (H-3)
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
Meski Jokowi belum resmi menjadi kader, Raja Juli menyebut pernyataan mantan presiden itu sudah seperti ajakan terbuka kepada seluruh loyalisnya untuk bergabung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved