Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
KETUA Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Busyro Muqoddas berpesan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran khususnya pada 100 hari kerja pertama agar memilih berbagai tokoh yang berintegritas yang akan mengisi posisi Menteri untuk membantunya dalam menjalankan pemerintahan.
“Jangan sampai jabatan diisi menteri yang oportunistik. Kalau diisi menteri oportunistik (nanti akan) merugikan presiden. Nantinya juga (merugikan) rakyatnya sendiri,” kata Busyro dalam keterangannya, Jumat (18/10).
Sebagai mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPk), Busyro mendorong agar dalam 100 hari kerja, Prabowo mampu memberantas korupsi dengan segera menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) mengenai pemulihan UU KPK yang lama itu.
“Jika ingin mempunyai agenda yang betul-betul menghormati dan mengaktualisasi yaitu terbitkan perpu memulihkan UU KPK yang lama UU No 30 Tahun 2002, sehingga UU KPK yang sekarang yang membikin korupsi semakin terstruktur, sistematis dan masif. Itu jangka menengah untuk jangka panjang. Nah jangka pendek,” katanya.
Busyro juga menekankan pentingnya pembenahan hukum yang kadung bermasalah termasuk UU KPK yang baru menjadi suatu hal yang penting untuk diprioritaskan. Menurutnya, perilaku korup di negeri ini sudah merajalela yang berdampak pada meruginya keuangan negara.
Selain itu, Busyro menilai jika aturan pemberantasan korupsi memiliki taring yang kuat, hal itu akan berdampak pada penurunan praktik politik uang pada perhelatan Pilkada yang dalam sebulan ke depan akan diselenggarakan secara serentak di berbagai wilayah.
“Politik uang mengajarkan sebuah sistem yang tidak baik, di mana ada proses jual beli suara pemilih menggunakan uang dan materi lainnya.”
Politik uang yang biasa terjadi di tahapan pemilu dan pilkada, kata Busyro, akan bisa dicegah oleh semua kalangan jika UU KPK yang lama dihidupkan kembali dengan cara direvisi meskipun membutuhkan biaya politik dan biaya lainnya. (J-2)
KETUA PP Muhammadiyah Busyro Muqoddas meminta Presiden terpilih Prabowo Subianto untuk mengambil sikap terkait kondisi hakim di Indonesia yang mogok kerja.
Salah fokus pemberantasan korupsi berdampak buruk pada kualitas penegakan hukum, menciptakan ketidakpastian bagi yang bekerja di sektor publik, dan menjadikan pencegahan bukan prioritas.
Prabowo memilih beberapa orang bermasalah hukum untuk masuk ke dalam kabinetnya, hal itu menandakan bahwa tidak ada komitmen awal pemerintahaannya terhadap penegakan hukum.
Almas mengatakan Presiden Prabowo dalam berbagai pidato kenegaraannya kerap menggaungkan pemerintahan yang dipimpin akan sangat tegas memberantas korupsi.
Dia memastikan KUHAP baru tidak akan melemahkan pemberantasan korupsi. Pemberantasan korupsi dipastikan tidak berkurang.
Sikap antikorupsi harus ditunjukkan melalui perilaku sehari-hari, terlebih di tengah kondisi rakyat yang sulit mencari pekerjaan.
apresiasi keberhasilan Presiden Prabowo Subianto dalam menyelamatkan anggaran negara sebesar Rp300 triliun dari potensi penyelewengan
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved