Headline

Transparansi data saham bakal diperkuat demi kerek bobot RI.

Prabowo Intensifkan Dialog Strategis dengan Tokoh Nasional, Bahas Korupsi hingga Pemilu

M Ilham Ramadhan Avisena
02/2/2026 18:57
Prabowo Intensifkan Dialog Strategis dengan Tokoh Nasional, Bahas Korupsi hingga Pemilu
Presiden Prabowo Subianto .(Antara)

PRESIDEN Prabowo Subianto terus memperkuat komunikasi dengan berbagai elemen bangsa guna mengawal program strategis pemerintah. Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan bahwa Kepala Negara aktif menggelar pertemuan dengan tokoh-tokoh nasional yang memiliki rekam jejak mumpuni di bidangnya.

Prasetyo menjelaskan, pola komunikasi yang dibangun Presiden bersifat dinamis, baik dilakukan secara terbuka maupun tertutup. Hal ini bertujuan agar diskusi berlangsung mendalam dan substantif.

"Beliau bertemu dengan tokoh-tokoh nasional yang memiliki kepedulian di bidangnya masing-masing," ujar Prasetyo Hadi di Sentul, Bogor, Senin (2/2).

Prasetyo menegaskan bahwa pertemuan terbaru yang dilakukan Presiden tidak melibatkan tokoh partai politik. Fokus utama Presiden adalah menyerap aspirasi dari para pakar dan praktisi terkait isu-isu spesifik yang krusial bagi publik.

"Inilah cara Bapak Presiden selama ini juga berkomunikasi, ada yang terbuka, ada yang tertutup, dalam rangka berdiskusi, menerima masukan, sekaligus memberikan penjelasan juga terhadap program-program yang sedang dijalankan oleh pemerintah dan oleh Bapak Presiden yang semua berorientasi kepada kepentingan bangsa dan negara, kepada kepentingan masyarakat," terang Prasetyo.

Beberapa tokoh yang hadir dalam rangkaian pertemuan tersebut di antaranya:

  •     Prof. Siti Zuhro (Pakar Kepemiluan/Peneliti Utama BRIN)
  •     Abraham Samad (Mantan Ketua KPK)
  •     Susno Duadji (Mantan Kabareskrim Polri)

"Tokoh parpol tidak ada. Jadi, kemarin tokoh-tokoh kepemiluan, ada Prof. Siti Zuhro. Kemudian juga tokoh pemberantasan korupsi, mantan Ketua KPK, Bapak Abraham Samad. Kemudian juga tokoh kepolisian, mantan Kabareskrim, Bapak Susno," ujarnya.

Komitmen Pemberantasan Korupsi
Terkait kehadiran tokoh antikorupsi, Prasetyo menepis spekulasi adanya pembahasan khusus mengenai pengembalian Undang-Undang KPK ke versi lama. Ia menekankan bahwa pertemuan tersebut lebih bersifat pertukaran pengalaman untuk memperkuat sistem yang ada.

Prasetyo menambahkan, Presiden Prabowo memandang korupsi sebagai hambatan utama pembangunan yang harus diselesaikan secara kolaboratif. Pemerintah pun memastikan ruang dialog tetap terbuka bagi tokoh-tokoh nasional lainnya.

"Ada beberapa yang nanti juga akan terus kita lanjutkan dengan tokoh-tokoh yang lain. Kita semua harus duduk bersama gitu," kata dia.

Menutup keterangannya, Prasetyo kembali menegaskan urgensi integritas dalam birokrasi. "Sekali lagi korupsi adalah pekerjaan rumah bagi kita semuanya," pungkas Prasetyo. (Mir/P-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Eksa
Berita Lainnya