Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR ilmu politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Joko Widodo yang menurun di masa akhir kepemimpinannya akibat persoalan negatif.
Baca juga : Istana Hormati Penilaian Masyarakat Atas Kinerja 10 Tahun Jokowi
Ia menjelaskan, banyak kontroversi yang terjadi saat ini seperti politik dinasti yang mengaitkan langsung ke Jokowi, jet pribadi Kaesang hingga soal revisi undang - undang pilkada beberapa waktu lalu yang membuat masyarakat resah.
"Lalu itu menjadi catatan yang tidak bagus di mata publik, catatan yang tidak baik di mata masyarakat," jelasnya saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (5/10).
"Menjadi catatan katakanlah negatif ya di warga negara Indonesia. Oleh karena itu, maka wajar jika tingkat kepuasannya menjadi turun, menjadi berkurang," beber Ujang.
Baca juga : Kepuasan Masyarakat terhadap Jokowi Turun, Bagaimana Dampaknya pada Prabowo?
Ujang menjelaskan, hal itu tentu merugikan Jokowi, meskipun masih terbilang tinggi untuk angka kepuasan masyarakat, namun jika turun di masa akhir tentu merugikan.
"Walaupun masih tinggi, ya tetap namanya sesuatu yang merugikan," jelasnya.
Sebagai informasi, menjelang akhir masa jabatannya, Presiden Joko Widodo mencatat tingkat kepuasan 75%, turun tujuh persen dibanding bulan Juli, namun popularitasnya tetap lebih tinggi dibandingkan rata-rata penilaian masyarakat terhadap kinerjanya selama dua periode kepresidenannya, menurut survei Indikator Politik yang dirilis Jumat (4/10).
Penurunan ini sebagian dipicu oleh ketidakpuasan publik terhadap upaya meloloskan rancangan undang-undang yang dianggap menguntungkan putra bungsunya terkait perubahan aturan pemilihan kepala daerah. (Far/M-4)
Akankah perlawanan Roy Suryo cs akhirnya bakal kandas nanti?
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak segera memanggil Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi kuota haji 2023-2024.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepastian hukum setelah tercapainya kesepakatan antara pihak-pihak yang berperkara.
Setelah adanya permohonan RJ dari para pelapor dan tersangka, serta mempertimbangkan terpenuhinya syarat keadilan restoratif sesuai ketentuan yang berlaku.
Jokowi disebut menanyakan kapan Eggi berangkat ke Malaysia untuk berobat.
Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi terkait penanganan perkara ini.
Hasil survei tingkat kepuasan masyarakat terhadap presiden Joko Widodo yang menurun, tidak akan berdampak kepada pemerintah baru presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Ari terkait penilaian publik dan juga hasil evaluasi publik dari lembaga-lembaga survei atas 10 tahun pemerintahan Presiden Jokowi.
LEMBAGA survei Indikator Politik mencatat 75 persen masyarakat Indonesia puas, dengan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal tersebut dikarenakan Jokowi mampu menjaga inflasi.
LEMBAGA survei Indikator Politik mencatat sekitar 75% masyarakat Indonesia merasa puas dengan kinerja Presiden RI Joko Widodo
Mayoritas masyarakat beretnis Jawa dan Madura memiliki tingkat kepuasan tinggi atas kinerja Jokowi selama 10 tahun memimpin Indonesia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved