Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PAKAR ilmu politik Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin menilai tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Joko Widodo yang menurun di masa akhir kepemimpinannya akibat persoalan negatif.
Baca juga : Istana Hormati Penilaian Masyarakat Atas Kinerja 10 Tahun Jokowi
Ia menjelaskan, banyak kontroversi yang terjadi saat ini seperti politik dinasti yang mengaitkan langsung ke Jokowi, jet pribadi Kaesang hingga soal revisi undang - undang pilkada beberapa waktu lalu yang membuat masyarakat resah.
"Lalu itu menjadi catatan yang tidak bagus di mata publik, catatan yang tidak baik di mata masyarakat," jelasnya saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (5/10).
"Menjadi catatan katakanlah negatif ya di warga negara Indonesia. Oleh karena itu, maka wajar jika tingkat kepuasannya menjadi turun, menjadi berkurang," beber Ujang.
Baca juga : Kepuasan Masyarakat terhadap Jokowi Turun, Bagaimana Dampaknya pada Prabowo?
Ujang menjelaskan, hal itu tentu merugikan Jokowi, meskipun masih terbilang tinggi untuk angka kepuasan masyarakat, namun jika turun di masa akhir tentu merugikan.
"Walaupun masih tinggi, ya tetap namanya sesuatu yang merugikan," jelasnya.
Sebagai informasi, menjelang akhir masa jabatannya, Presiden Joko Widodo mencatat tingkat kepuasan 75%, turun tujuh persen dibanding bulan Juli, namun popularitasnya tetap lebih tinggi dibandingkan rata-rata penilaian masyarakat terhadap kinerjanya selama dua periode kepresidenannya, menurut survei Indikator Politik yang dirilis Jumat (4/10).
Penurunan ini sebagian dipicu oleh ketidakpuasan publik terhadap upaya meloloskan rancangan undang-undang yang dianggap menguntungkan putra bungsunya terkait perubahan aturan pemilihan kepala daerah. (Far/M-4)
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
Meski Jokowi belum resmi menjadi kader, Raja Juli menyebut pernyataan mantan presiden itu sudah seperti ajakan terbuka kepada seluruh loyalisnya untuk bergabung.
Hasil survei tingkat kepuasan masyarakat terhadap presiden Joko Widodo yang menurun, tidak akan berdampak kepada pemerintah baru presiden Prabowo Subianto.
Hal itu disampaikan Ari terkait penilaian publik dan juga hasil evaluasi publik dari lembaga-lembaga survei atas 10 tahun pemerintahan Presiden Jokowi.
LEMBAGA survei Indikator Politik mencatat 75 persen masyarakat Indonesia puas, dengan kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal tersebut dikarenakan Jokowi mampu menjaga inflasi.
LEMBAGA survei Indikator Politik mencatat sekitar 75% masyarakat Indonesia merasa puas dengan kinerja Presiden RI Joko Widodo
Mayoritas masyarakat beretnis Jawa dan Madura memiliki tingkat kepuasan tinggi atas kinerja Jokowi selama 10 tahun memimpin Indonesia
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved