Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
JUMLAH kementerian pemerintahan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dipastikan bakal lebih banyak dibanding saat ini. Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra Ahmad Muzani menyebut kabinet gemuk akan lebih efektif.
Merespons itu, pengajar pada Departemen Ilmu Politik Universitas Indonesia, Reni Suwarso menilai jika dilihat dari pelbagai aspek, kabinet gemuk hanya menguntungkan dan memperkaya partai politik.
“Merugikan presiden karena sesungguhnya presiden tidak pernah mendapatkan loyalitas total partai. Dan jelas sangat merugikan rakyat karena berbiaya besar dan tidak efektif,” tegas Reni kepada Media Indonesia, Selasa (17/9).
Baca juga : Golkar Sebut Kabinet Gemuk Prabowo-Gibran Bisa Lebih Cepat Jalankan Fungsi Pemerintah
“Kasus pada kabinet Jokowi menunjukkan penyelewengan kebijakan, program dan dana APBN justru melibatkan para menteri perwakilan partai,” tambahnya.
Reni menilai Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tidak belajar dari pengalaman RUU Pilkada dan RUU TNI/Polri. Menurutnya, draft final hasil pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara sangat terburu-buru dan tidak perlu.
“Jelas RUU tersebut tidak masuk dalam prolegnas. Ini menyisakan dugaan ada politik dagang sapi di DPR antara anggota dan petinggi-petinggi partai untuk mereka mendapatkan jatah di Kabinet yang baru,” paparnya.
Baca juga : NasDem Berharap Kabinet Prabowo-Gibran Bukan Sekadar Akomodatif
Reni menuturkan Presiden terpilih 2024 perlu belajar dari pengalaman presiden-presiden sebelumnya, terutama Presiden Jokowi.
Reni mencontohkan presiden di masa reformasi yang merangkul semua partai dengan harapan mendapat dukungan penuh dari semua partai politik. Dalam kenyataannya, kata dia, harapan tersebut sulit tercapai karena partai selalu mempunyai kepentingannya sendiri.
Ia mengemukakan dukungan umumnya diperoleh setelah lobi alot di belakang layar. “Bukan debat isu atau program tapi berapa 'sapi' yang 'diperdagangkan' dalam transaksi ini,” ujarnya.
Reni berpandangan belajar dari pemisahan dan peleburan ulang Kementerian di masa Jokowi, penyesuaian teknis administratif hukum dan sumber daya manusia menyebabkan kementerian menghabiskan waktu minimal dua tahun hanya untuk melakukan konsolidasi organisasi. (J-2)
Pilkada lewat DPRD manuver politik para elite yang telah diperhitungkan secara matang demi pembagian kekuasaan di tingkat daerah.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, Pantas Nainggolan menegaskan perombakan struktur ini menjadi fondasi kebangkitan partai di Jakarta.
Sebanyak delapan parpol, setelah beberapa kali pertemuan, bersepakat resmi mendeklarasikan komitmen dan semangat bersama bernama GKSR.
Budi membeberkan ada arahan dari Jokowi untuk terus mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Partai politik yang mengedepankan kejujuran akan membuat partai tersebut terbuka dan dinamis.
Peneliti Perludem, Haykal mengatakan bahwa aturan ini penting agar sistem kepartaian tidak terjebak dalam pola kartel.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved