Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar doa lintas agama dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-78 Bhayangkara. Kegiatan itu bertujuan agar Korps Bhayangkara bisa menghadapi tantangan tugas ke depan.
"Maksud dan tujuan dari kegiatan ini tentunya, di usia yang ke-78 ini, kita memanjatkan doa bersama agar kami semua, institusi Polri dan tentu juga jajaran keluarga besar Polri di usia yang ke-78 ini (bisa) menghadapi berbagai macam tatangan tugas ke depan," kata Listyo di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (28/6).
Kapolri mengatakan semua pihak pasti berkeinginan seluruh tugas yang dilaksanakan Polri bisa berjalan dengan aman, lancar, dan baik. Khususnya di dalam melaksanakan tugas pokok Polri, baik di bidang pemeliharaan, keamanan dan ketertiban masyarakat (harkamtibmas), di bidang penegakan hukum, pelayanan, pelindungan, dan pengayoman kepada masyarakat.
Baca juga : Hari Bhayangkara 2022: Polri Berupaya Wujudkan Indonesia Tangguh dan Tumbuh
Mantan Kabareskrim Polri ini menyadari institusi Polri masih banyak kekurangan, dan banyak yang perlu diperbaiki. Oleh karena itu, Korps Bhayangkara menggelar doa lintas agama untukmemanjatkan doa agar bisa menjadi lebih baik dalam melayani.
"Melaksanakan apa yang menjadi harapan masyarakat dan tentunya kita berdoa agar kita semua bisa menjaga, mengawal, mengantarkan Indonesia ini menuju Indonesia emas di tahun 2045," ungkap jenderal bintang empat itu.
Listyo menuturkan ada lebih kurang 3.000 orang yang hadir dalam acara doa lintas agama tersebut. Terdiri atas Polri, TNI, tokoh-tokoh masyarakat, tokoh-tokoh agama dari Buddha, Hindu, Kristen, Katolik, dan Islam.
Baca juga : Kapolri Pastikan Casis yang Jadi Korban Begal Bisa Tetap Ikut Pendidikan Bintara
Ada pula organisasi kepemudaan, organisasi kemahasiswaan, serta elemen masyarakat lainnya. Selain itu, hadir pula undangan yakni Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Jusuf Kalla (JK). Menurut Listyo, JK diundang karena mewakili tokoh-tokoh lintas agama.
"Ada yang mewakili tokoh-tokoh keagamaan, ada yang mewakili tokoh-tokoh pemuda, mewakili tokoh mahasiswa. Jadi memang kegiatan kali ini adalah memang menyatukan keberagaman yang ada menjadi satu, dan itu menjadi satu kekuatan doa bersama untuk Indonesia yang lebih baik," pungkas dia.
Sementara itu, hadir dalam acara ini pihak Polri antara lain Wakapolri Komjen Agus Andrianto, Kabareskrim Komjen Wahyu Widada, Kabaharkam Komjen Fadil Imran, Irwasum Komjen Ahmad Dofiri, Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (AsSDM) Irjen Dedi Prasetyo, Asisten Kapolri bidang Logistik Irjen Argo Yuwono, Kadiv Humas Polri Irjen Sandi Nugroho, hingga Kapolda Metro Jaya Irjen Karyoto.
Kegiatan doa lintas agama ini merupakan rangkaian acara tahunan Polri. Kegiatan doa lintas agama tahun ini bertema "Polri presisi membangun negeri menuju Indonesia emas". (Z-1)
Pengamat Sebut Polri Perlu Fokus pada Penguatan Reformasi Internal
Menurut Sigit, di Aceh Tamiang sendiri ada 38 sekolah yang dilakukan pembersihan.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta anggota Polri tidak baper dan merespons cepat aduan masyarakat agar stigma no viral no justice tidak berulang.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permohonan maaf karena kinerja Polri dinilai masih jauh dari kesempurnaan dalam Rilis Akhir Tahun 2025.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa Markas Besar Polri tidak memberikan izin penyelenggaraan pesta kembang api pada malam pergantian Tahun Baru 2026.
Menurutnya, pengabdian Banser tidak hanya berhenti pada aspek keamanan, tetapi juga kemanusiaan, solidaritas sosial, dan pelayanan publik.
Lembaga think tank Rumah Politik Indonesia (RPI) mengungkapkan optimismenya terhadap transformasi besar yang akan dialami Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta anggota Polri tidak baper dan merespons cepat aduan masyarakat agar stigma no viral no justice tidak berulang.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan permohonan maaf karena kinerja Polri dinilai masih jauh dari kesempurnaan dalam Rilis Akhir Tahun 2025.
Menurutnya, pengabdian Banser tidak hanya berhenti pada aspek keamanan, tetapi juga kemanusiaan, solidaritas sosial, dan pelayanan publik.
Listyo menilai perpol itu sejakan dengan putusan MK. Eksekutif terkesan mengabaikan Polri duduki jabatan sipil. Polisi yang menduduki jabatan sipil harus pensiun dini.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi kepada pemerintah yang berencana menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) guna menyelesaikan polemik Perpol Nomor 10 Tahun 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved