Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PADA laga debat Pemilu 2024 yang sudah berlangsung empat kali menampilkan ketiga calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) dengan keunikan dalam pemilihan pakaian mereka.
Pasangan calon presiden (Capres) dan cawapres nomor urut 3, Ganjar Pranowo dan Mahfud MD, tampil mengenakan baju adat dari dua daerah yang berbeda. Ganjar memilih mengenakan baju adat Pulau Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), sementara Mahfud mengenakan baju tradisional khas Madura.
Baju adat Rote Ndao yang dikenakan oleh Ganjar terdiri dari beberapa aksesoris, termasuk Ti'i langga sebagai topi dan selimut yang diselempangkan di bahu kanan.
Baca juga : Gibran Dipastikan Tampil di Debat Cawapres 2024
Sementara baju adat Madura yang dipakai oleh Mahfud memiliki motif garis-garis merah putih yang dikenal sebagai baju Pesa'an.
Pasangan tersebut tidak hanya memakai baju adat, tetapi juga mengenakan jaket bomber yang terinspirasi dari gaya berbusana Tom Cruise dalam film aksi "Top Gun", yang menceritakan tentang para tentara yang bertugas di Stasiun Udara untuk Angkatan Laut AS.
Tampilan militer dari jaket bomber hijau tua diperkuat dengan berbagai patch sebagai aksen tambahan. Meskipun demikian, patch tersebut sebenarnya mengandung pesan-pesan penting yang ingin disampaikan.
Baca juga : Jelang Debat KPU, Ganjar-Mahfud Komitmen Berantas Korupsi dan Wujudkan UU Perampasan Aset
Patch-patch tersebut mencantumkan pesan utama dan program-program yang ingin diusung oleh pasangan nomor urut tiga terkait dengan berbagai tema yang mereka bawakan, mulai dari "Sat-Set", "Tas-Tes", "Geopolitik Progresif", "Kuliah Gratis Anak Prajurit dan Bhayangkara", hingga "Modernisasi Pertahanan Sakti".
Pasangan calon nomor urut 1, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar, memilih tampil dengan kemeja putih dipadu dengan jas berwarna hitam, lengkap dengan ciri khas peci. Malam itu, ia juga menambahkan unsur unik dengan memakai sarung batik yang digantung di lehernya.
Gibran Rakabuming Raka, cawapres nomor urut 02 dalam laga debat, terlihat mengenakan jaket berwarna biru langit dengan desain yang unik. Jaket ini terinspirasi dari serial anime Naruto, dengan lambang Uzumaki di dada kanan dan nama Prabowo-Gibran di dada kiri.
Baca juga : Ketua TKN Prabowo-Gibran: Jangan Buang Waktu Rakyat Masalahkan Format Debat
Gibran juga menampilkan kemeja biru muda dengan pin berlogo Mugiwara dari serial anime One Piece, menambahkan sentuhan anime dalam penampilannya.
Dalam pemilihan pakaian mereka, para cawapres juga menyampaikan pesan dan filosofi yang mereka sandarkan pada penampilan mereka, menjadikan debat tidak hanya sebagai ajang diskusi politik, tetapi juga platform untuk menyampaikan pesan-pesan yang mereka anut melalui busana.
Pada debat penutup yang diadakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pilpres 2024, debat kelima direncanakan akan dilaksanakan pada Minggu (4/2).
Baca juga : Debat Capres Jadi Ajang Gen Z dan Milenial Tentukan Pilihan
Debat terakhir ini akan menjadi kesempatan bagi Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo untuk saling bertukar argumen terakhir kali di hadapan publik sebelum hari pemungutan suara. (Z-5)
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU membatalkan Peraturan KPU membatalkan penetapan dokumen persyaratan capres dan cawapres sebagai informasi publik yang dikecualikan KPU.
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
KEPUTUSAN KPU RI menutup 16 dokumen pencalonan capres-cawapres memunculkan pertanyaan serius tentang siapa dan apa yang hendak dilindungi penyelenggara pemilu tersebut.
Indonesia telah memiliki pemimpin nasional dari berbagai latar belakang, mulai dari militer (TNI) hingga sipil, tetapi belum ada yang berasal dari korps kepolisian.
Berdasarkan data komparatif internasional, sistem campuran justru berisiko menimbulkan ketimpangan antara perolehan suara dan kursi di parlemen.
WACANA penerapan sistem pemungutan suara elektronik atau e-voting dalam pemilu nasional dinilai tidak bisa dipandang sekadar sebagai persoalan teknologi.
Pemerintah tengah mengkaji penerapan elektronik voting atau e-voting dalam pemilu. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan penerapannya tidak bisa tergesa-gesa.
Secara konstitusional, baik pemilihan langsung maupun melalui DPRD sama-sama dikategorikan sebagai proses yang demokratis.
Kodifikasi ini bertujuan menyatukan beberapa undang-undang yang selama ini terpisah menjadi satu payung hukum yang utuh.
Mada menjelaskan, musyawarah/mufakat hanya bermakna demokratis apabila memenuhi syarat deliberasi, yakni adanya pertukaran gagasan secara setara dan terbuka.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved