Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) masih kekurangan 129 orang tenaga pengawas di Kuala Lumpur, Malaysia. Hal itu diketahui setelah Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja menerima catatan yang diperoleh dari pertemuan dengan Pengawas Tempat Pemungutan Suara Luar Negeri (PTPS LN) dan Pengawas Kotak Suara Keliling (PKSK) Malaysia.
Menurut Bagja, kebutuhan PTPS LN di Kuala Lumpur mencapai 233 orang. Namun, sampai saat ini pihaknya baru memenuhi dan melantik 97 orang petugas. Sehingga, Bawaslu masih memerlukan pemenuhan kebutuhan 126 PTPS LN di sana.
"Pengawas KSK dibutuhkan sejumlah 139 orang dan telah terpenuhi dan dilantik sejumlah 136 orang, sehingga masih kekurangan Pengawas KSK sejumlah 3 orang," kata Bagja melalui keterangan tertulis, Jumat (26/1).
Baca juga: Mahfud Dilaporkan Hina Gibran, Anies: Bawaslu Kita enggak Recehan
Dalam rangka pemenuhan pasukan pengawas di Kuala Lumpur, baik PTPS LN dan PKSK, Bagja mengatakan pihaknya masih melakukan dan mengupayakan dengan memperpanjang proses rekrutmen sampai batas waktu 7 hari sebelum pelaksanaan pemungutan suara di sana.
Diketahui, Pemilu RI 2024 di Malaysia digelar lebih awal ketimbang di dalam negeri. Panitia Pemilih Luar Negeri (PPLN) di Malaysia seperti di Kuala Lumpur, Johor Baru, Kota Kinabalu, Kuching, Penang, dan Tawau melaksanakan pemungutan suara pada Minggu (11/2) atau 3 hari lebih awal ketimbang pemilu di Indonesia.
Baca juga: Polda Riau Lakukan Penguatan Pengamanan Pemilu 2024 dengan KPU dan Bawaslu
Bagja meminta jajaran pengawas di Malaysia untuk menyoroti kerawanan terhadap daftar pemilih seperti validitas umber data pemilih, potensi data ganta yang memungkinkan pemilih dapat memberikan suara lebih dari seklai, dan potensi warga negara Indonesia yang tidak memiliki KTP-E atau paspor valid.
Di sisi lain, kerawanan logistik pemilu juga perlu mendapat perhatian khusus. Ini misalnya kerusakan, kelebihan, maupun kekurangan surat suara leuar negeri dan distribusinya yang tertukar.
"Pernah terjadi surat suara Penang terkirim ke Singapura, surat suara Tawau dan Manila terkirim ke Hong Kong, dan surat suara Ankara terkirim ke Penang," tandas Bagja. (Z-3)
Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia (APMM) Zona Maritim Batu Pahat menyita sedikitnya enam ton pasir timah dan menahan tiga WNI yang diduga terlibat dalam aksi tersebut.
Kemenangan ini sekaligus menjadi revans untuk Adnan/Indah setelah takluk dalam pertemuan terakhir menghadapi Goh/Lai di Korea Open 2025 pada September lalu.
Creative Family Award-Art Alive periode 2024/2025 digelar di 28 kota di Indonesia dengan peserta mencapai 32.000 pasangan anak dan orang tua.
Malaysia diperkirakan telah mengalami kerugian hingga RM277 miliar (sekitar Rp1.154 triliun) akibat kejahatan keuangan yang melibatkan pencurian dan kebocoran dana publik.
PERUSAHAAN robotika asal Tiongkok yang berfokus pada embodied intelligence, Agibot, akan memperluas pasar di kawasan Asia-Pasifik sepanjang 2026.
STUDIO animasi asal Malaysia, Monsta Studios kembali dengan film animasi layar lebar terbaru mereka, Papa Zola The Movie. Film ini telah lebih dulu tayang di jaringan bioskop Malaysia.
Intip gaya outfit para selebritis Tanah Air saat menghadiri TPS dan menggunakan hak suara mereka.
Kemlu mengatakan pemilu yang diikuti 1.750.474 warga negara Indonesia (WNI) di luar negeri ini berjalan kondusif.
KPU RI membantah informasi yang beredar di masyarakat terkait hasil pemungutan suara Pemilu 2024 di sejumlah negara.
Bawaslu lakukan peningkatan kapasitas pengawas pemilu luar negeri
Setelah data pemilih tetap luar negeri (DPT LN) New York, Amerika Serikat, pada Jumat (26/1), kali ini Migrant Care menyoalkan DPT LN Johor Bahru, Malaysia.
New York yang menjadi perwakilan Komisi Pemilihan Umum (KPU) di luar negeri menemukan 198 data ganda dari total 11.141 daftar pemilih tetap (DPT) yang telah ditetapkan untuk Pemilu 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved