Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KOORDINATOR Staf Khusus Presiden Ari Dwipayana mengatakan kunjungan kerja (kunker) Presiden Joko Widodo atau Jokowi ke Jawa Tengah (Jateng) untuk meninjau program-program perlindungan sosial yang telah dibuat sejak pemerintahan Jokowi. Ia menampik kunjungan kerja presiden terkait pemilihan presiden (pilpres) 2024. Seperti diketahui Jawa Tengah merupakan salah satu kantong suara Pemilu 2024.
Baca juga: Jokowi dan Gibran Keliling Jateng, Timnas Amin: Biar Masyarakat yang Menilai
"Beliau melihat kembali program perlindungan sosial yang sudah dicanangkan sejak periode pertama. Kita tahu design jaminan sosial yang dibangun oleh bapak presiden itu menyangkut juga penguatan sumber daya manusia (SDM), didalamnya ada kesehatan," terang Ari di Gedung Kementerian Sekretariat Negara, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
Baca juga: Timnas Amin Minta DPR Panggil Menteri yang Bagi-bagi Bansos
Ari mengatakan presiden hari ini melihat pelayanan di rumah sakit dan implementasi program kartu Indonesia Sehat (KIS) yang menurut Ari, itu program yang dicanangkan oleh pemerintahan Jokowi.
"Kedua akan mengecek program Indonesia pintar kita tau ada KIP yang juga dari periode pertama dan juga ada PKH (program keluarga harapan) dan program-program lain. Itu artinya sampai sepulu tahun ini program kebijakan sosial yang dicanangkan presiden fokus memperkuat SDM dalam hal kesehatan maupun pendidikan," paparnya.
Pemerintahan Jokowi, seperti diketahui, melakukan transformasi penyaluran bansos. Dari tunai menjadi nontunai. Ari mengatakan bansos yang diberikan dalam bentuk bantuan langsung tunai (BLT), karena ada pandemi serta menanggulangi kenaikan harga pangan akibat El Nino.
"Bansos itu kebijakan pemerintah ketika terjadi situasi tertentu misalnya dampak dari pandemic, dampak el nino baru ada bansos BLT. Tapi secara keseluruhan kebijakan presiden tidak hanya bansos yang untuk melindungi masyarakat," tuturnya.
Selain bansos, ia menyebut jaring pengaman lain seperti KIS dan PKH untuk disabilitas dan lansia. Saat ditanya alasan presiden memilih mengunjungi Jawa Tengah, Ari menjelaskan Jawa Tengah merupakan provinsi dengan penduduk terbanyak.
"Ini daerah yang padat penduduknya. Di Indonesia ini daerah yang padat Jawa ya. Jawa tengah, Jawa timur, Jawa Barat. Pasti perlindungan sosial terkait dengan manusia. Jadi daerah itu yang kemudian banyak kita lihat pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, termasuk KIP dan KIS, BPJS itu sedah terlayani dengan baik," paparnya.
Ia kembali mengatakan kunjungan presiden tidak terkait dengan pemilu 2024. Tetapi memastikan program yang dibuat selama presiden menjabat, berjalan baik.
"Kampanye terjadi di seluruh Indonesia kan. Kita tahu kunker presiden itu tidak ada kaitannya dengan pemilu. Ini terkait dengan memprioritaskan program Indonesia Sehat, Indonesia Pintar itu dapat terlaksana," ucap Ari. (P-3)
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
Meski Jokowi belum resmi menjadi kader, Raja Juli menyebut pernyataan mantan presiden itu sudah seperti ajakan terbuka kepada seluruh loyalisnya untuk bergabung.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved