Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
Ketua Dewan Pakar Tim Nasional Pemenangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar (Amin) Hamdan Zoelva mengatakan pihaknya tidak akan merespons sikap Prabowo Subianto yang secara terang-terangan melontarkan umpatan kepada Anies Baswedan. Ia meyakini masyarakat akan mampu menilai dengan baik perilaku dan etika para capres.
"Saya kira rakyat sebagai pemilih bisa menilai. Rakyat memang perlu mendapatkan gambaran bagaimana sebenarnya pandangan para pasangan calon. Hal ini mengingat masalah etika itu bukan persoalan personal," ujar Hamdan di Jakarta, Selasa (9/1).
"Perlu kami sampaikan juga bahwa kami tidak perlu merespons balik apa yang disampaikan Pak Prabowo," ibmuhnya.
Ia menekankan bahwa semua hal yang disampaikan Anies pada saat debat adalah masalah kenegaraan, kebijakan pemerintah, visi, misi, dan gagasan serta kepemimpinan calon presiden ke depan. Tidak ada poin yang menyerang secara personal.
Baca juga: Dilaporkan ke Bawaslu, Anies: Saya hanya Mengutip Pak Jokowi
"Jadi, kami hanya ingin menegaskan bahwa dalam konteks itulah apa yang disampaikan oleh Pak Anies pada debat kemarin, apa pun penilaiannya, diserahkan kepada pemilih," jelas Hamdan.
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, saat berkampanye di Pekanbaru, Riau, Selasa, Prabowo mengatakan ada pihak yang menyinggung kepemilikan tanah. Menteri Pertahanan itu kemudian mempertanyakan kapasitas kepintaran pihak yang menyinggung masalah tersebut.
Baca juga: Anies Dimaki Prabowo, Apakah Tertuju pada Jokowi Juga?
"Ada pula yang menyinggung-nyinggung punya tanah berapa. Punya tanah ini. Dia pintar atau goblok sih? Dia mengerti tidak ada HGU, hak guna usaha, hak guna bangunan, hak pakai, itu tanah negara saudara. Dari pada dikuasai asing, lebih baik dikelola Prabowo," kata Prabowo saat berorasi. (Ant/Z-11)
Acara Buka Puasa Bersama di Kantor DPP NasDem di Jakarta dihadiri Surya Paloh, Puan Maharani, Sufmi Dasco, Jusuf Kalla, dan Anies Baswedan.
Wakil Ketua DPR RI sekaligus Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menghadiri acara buka puasa bersama DPP NasDem
Gubernur DKI Jakarta 2017-2022 Anies Baswedan menekankan pentingnya untuk menjalin silaturahmi antar tokoh politik bangsa.
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Sebelumnya, ormas Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan tahun ini akan menjadi partai politik ingin Anies Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia.
WAKIL Ketua Umum Partai NasDem Saan Mustopa merespons langkah Partai Gerakan Rakyat yang mengusung Anies Baswedan menjadi calon presiden pada Pilpres 2029.
Keberhasilan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto saat ini merupakan akumulasi dari kedisiplinan organisasi dan kesediaan untuk melewati proses panjang yang tidak instan.
Terlebih, hasil survei terkini Median menempatkan elektabilitas Anies dan KDM masuk tiga besar di bawah Prabowo.
Prabowo Subianto dan Anies Baswedan dinilai masih menjadi dua figur utama yang sulit tergeser dalam bursa calon presiden pada Pilpres 2029.
Ketua Komisi II DPR RI Rifqinizamy Karsayuda memastikan mekanisme pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) tetap dilakukan secara langsung oleh rakyat.
Keputusan Prabowo memberikan amnesti pada Hasto Kristiyanto dan abolisi pada Tom Lembong harus dibaca menggunakan asumsi yang tepat
Indonesia telah memiliki pemimpin nasional dari berbagai latar belakang, mulai dari militer (TNI) hingga sipil, tetapi belum ada yang berasal dari korps kepolisian.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved