Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
ANGGOTA Komisi X DPR RI dari Fraksi Partai NasDem Moh Haerul Amri berkunjung ke pendopo Pj Bupati Pasuruan, Jawa Timur, Andriyanto, Selasa (19/12) malam. Kunjungan ini sebagai bentuk sinergitas dan kolaborasi pembangunan di Kabupaten Pasuruan antara eksekutif dan legislatif.
"Pertemuan ini menjadi ajang silaturahmi antara junior, dengan senior dalam pergerakan mahasiswa. Selain itu juga ada beberapa pembahasan yang menjadi tema diskusi dalam pertemuan," ungkap Gus Amri, sapaan akrab Haerul Amri.
Hanya saja, tambah Gus Amri, menggarisbawahi pertemuan ini adalah kolaborasi untuk bersama-sama memberikan jaminan akses pendidikan yang sama dan merata.
"Sebagai wakil rakyat, saya banyak bertemu masyarakat dan juga mendengar secara langsung curahan hati masyarakat tentang mahalnya biaya pendidikan. Ini harus ada solusi," tuturnya.
Sekjen Garda Pemuda NasDem ini juga menegaskan bukan hanya soal biaya bulanan yang sudah ditanggung negara, tetapi ada biaya-biaya tambahan yang banyak dikeluhkan masyarakat.
"Itu membuat masyarakat tidak sanggup membayarnya. Akibatnya, mereka tidak mendapatkan akses sekolah yang lebih tinggi karena persoalan tidak ada biaya," jelas Gus Amri.
Mendengar banyak keluhan seperti itu, menjadi salah satu hal yang mendorong Gus Amri sowan ke Pj Bupati untuk meminta izin dan mohon dukungan untuk diberi kemudahan bisa mendistribusikan beasiswa.
"Sebagai wakil rakyat dari Komisi X DPR RI dan mitranya pendidikan siap memberikan beasiswa ke anak-anak Pasuruan yang membutuhkan bantuan. Saya memiliki program PIP (Program Indonesia Pintar) dan KIP (Kartu Indonesia Pintar) Kuliah. Beasiswa ini bisa membantu anak-anak muda Pasuruan untuk mewujudkan mimpinya," jelasnya.
Dalam pertemuan tersebut, Gus Amri juga menyampaikan, pendidikan itu penting dan itu menjadi dasar generasi penerus bangsa untuk memperbaiki kualitas hidup dan karirnya ke depan.
"Alhamdulillah, Pak Andriyanto sebagai Pj Bupati Pasuruan sangat mendukung program beasiswa PIP, KIP, dan semua program yang saya bawa ke Pasuruan," tegas Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor ini.
Di sisi lain, Andriyanto mengapresiasi kunjungan Gus Amri tersebut. Menurutnya, negara memang harus hadir untuk menggaransi anak-anak agar bisa bersekolah.
"Untuk urusan kemanusiaan apalagi pendidikan tidak perlu memikirkan kita darimana, asalnya siapa, dan kepentingannya apa," paparnya.
Setidaknya, tambah Andriyanto, ketika bukan saudara seiman, tapi urusan kemanusiaan bisa menjadi saudara.
"Ini perlu didukung agar anak Pasuruan bisa sekolah dan kuliah semuanya," pungkasnya. (RO/O-2
Prestasi langka ini menegaskan keunggulan pelajar Indonesia di panggung robotika global.
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menghadiri kegiatan Parlemen Pelajar PW IPM Banten 2025 di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Ia menekankan bahwa akar persoalan bukan pada keberadaan platform, melainkan kurang optimalnya mekanisme penyaringan konten berbahaya oleh perusahaan teknologi besar.
PELAKU teror di era masyarakat digital jangan dibayangkan orang-orang dengan keterikatan pada ideologi dan agama yang kebablasan.
SEBANYAK 152 pelajar dari 38 provinsi resmi menyelesaikan pelatihan perdana Gladian Sentra Paskibra untuk Indonesia (Garuda) Tahun 2025.
KKN tematik ini tidak hanya menjadi sarana pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga wadah pembelajaran bagi mahasiswa agar lebih peka terhadap isu-isu sosial.
Ketidakjelasan ini disebut menyebabkan warga negara tidak dapat memprediksi secara rasional apakah kritik atau pendapatnya dapat dipidana.
Posisi Turki sangat strategis sebagai lokasi belajar bagi pemuda dunia. Menurutnya, negara tersebut merupakan laboratorium hidup di mana peradaban bertemu dan berkolaborasi secara nyata.
Selain mahasiswa Polstat STIS yang terdiri dari 227 mahasiswa dan 283 mahasiswi, BPS juga mengerahkan 50 pegawai BPS Pusat, serta pegawai BPS di kabupaten/kota terdampak.
mitigasi bencana tidak dapat hanya bertumpu pada pembangunan fisik, tetapi juga harus menyentuh perubahan perilaku serta penguatan kesiapan mental masyarakat
Guru dan mahasiswa dilibatkan dalam pendidikan gizi di sekolah penerima MBG untuk meningkatkan kesadaran nutrisi dan mengoptimalkan konsumsi makanan siswa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved