Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
ISTRI Anies Baswedan Fery Farhati berharap semakin banyak kaum ibu yang yang menjadi penggerak perubahan untuk mencapai Indonesia adil dan makmur. Hal itu disampaikan saat bertemu dengan deputi keluarga Timnas AMIN.
Pertemuan ini untuk membahas gerakan aksi 1 Ibu Selusin Suara AMIN. Dalam kesempatan ini, Fery mengatakan pentingnya peran perempuan dan ibu-ibu dalam bernegara.
Menurutnya, ibu-ibu harus memiliki peran yang tidak hanya berfokus pada isu-isu rumah tangga saja karena seorang ibu memilki peran sebagai penggerak.
Baca juga : Alasan Anies Yakin Kemampuan Muhaimin di Panggung Debat Cawapres
"Perempuan ini yang akan menggerakan perubahan untuk Indonesia," jelas Fery.
Baca juga : Anies Nilai Pejabat Negara yang Sibuk Kampanye Sedang Diuji
Tak hanya itu, Fery menegaskan pasangan AMIN datang dengan membawa perubahan, salah satunya perhatian kepada isu keluarga.
"InsyaAllah (pasangan) AMIN adalah salah satu calon presiden yang kemudian mengangkat isu ini (keluarga). Bahwa isu keluarga harus mendapat perhatian, karena semuanya berasal dari keluarga," jelas Fery Farhati.
Dalam kesempatan tersebut Fery menyatakan terima kasih atas kunjungan Timnas AMIN. Menurutnya, ini merupakan kehormatan bisa menerima kunjungan dari Deputi Keluarga Timnas AMIN yang datang dengan anggota tim yang lengkap.
“Terima kasih dan kehormatan menerima kunjungan ini. Saya beberapa kali keliling ke daerah menemani Mas Anies, ketemu sama ibu-ibu memang beda suasananya,” kata Fery.
Sementara itu, Ketua Deputi Keluarga Timnas AMIN. Kurniasih mengatakan, silaturahmi ini dimaksudkan untuk mendapatkan nasehat dan masukan agar bisa berkontribusi maksimal pada pemenangan AMIN.
Kurnia menjelaskan, kunjungan ini juga dalam rangka soft launching program 1 Ibu Selusin Suara AMIN. “Ini adalah gerakan dari kita semua, sosialisasi dimana satu ibu harus bisa merangkul 12 suara,” katanya.
Sementara itu, Co-Captain Nihayatul Wafiroh mengatakan, program ini merupakan gerakan yang luar biasa.
“Kita kick off berbarengan dengan peringatan Hari Ibu, agar bisa jadi gerakan bersama ibu-ibu dan keluarga di Indonesia. Ibu-ibu siap bergerak untuk menambah suara AMIN,” ujarnya. (Z-8)
Kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan isu sektoral semata, melainkan persoalan kebangsaan yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Anggia Ermarini mengungkapkan IMW 2026 merupakan bentuk nyata keberpihakan Fatayat NU terhadap penguatan peran perempuan di berbagai sektor kehidupan.
Workshop peningkatan kapasitas ini diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM perempuan ibu rumah tangga dari berbagai daerah di Jawa Barat.
Forum ini menyoroti kontribusi perempuan dalam mendorong resiliensi di komunitasnya, sekaligus memberikan wadah untuk berdiskusi menggaungkan suara perempuan.
Dampak psikologis pascabencana berpengaruh terhadap proses pemulihan sosial dan ekonomi, terutama di wilayah dengan kerentanan ekonomi tinggi seperti di Sumatra.
Keberadaan petugas haji perempuan dinilai krusial untuk menghadirkan layanan terhadap kebutuhan spesifik jemaah perempuan, yang tidak selalu dapat dilakukan oleh petugas laki-laki.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved