Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Staf Kepresidenan Moeldoko menegaskan tidak ada motif politik pada pergantian Panglima TNI, Laksamana TNI Yudo Margono. Ia menyampaikan ini saat dimintai tanggapan oleh awak media terkait pendapat seorang pengamat militer yang menilai pergantian Panglima TNI terkesan dipercepat dan terindikasi ada intensi politik.
“Apakah ada intensi atau kepentingan politik, nggak. Saya pastikan murni karena masanya sudah pas seperti itu,” tegas Moeldoko, di gedung Bina Graha Jakarta, Kamis (9/11).
Lebih lanjut Panglima TNI 2013-2015 ini, menjelaskan tentang “tradisi pensiun tanggal lahir” di TNI. Di mana prajurit TNI yang akan pensiun, akan diberhentikan dari dinas keprajuritan sesuai dengan tanggal lahirnya. Seandainya ada pergantian bisa dilakukan kapan saja sesuai dengan kebutuhan.
Baca juga: Jangan Ada Politisasi Penunjukkan Panglima TNI
Moeldoko menilai tidak ada masalah jika pergantian Panglima TNI, Laksamana TNI Yudo Margono dilakukan pada bulan November. Sebab, pada bulan tersebut masa tugas Yudo Margono juga telah berakhir. “Jadi pada bulan November ini bisa saja pak Yudo diganti sebelum atau sesudah tanggal lahirnya, itu nggak ada masalah,” tambah Moeldoko.
“Jadi nggak ada tendensi apapun, masyarakat Indonesia jangan berimajinasi berlebihan karena itu sudah tradisi di TNI yang berjalan dengan baik,” imbuhnya.
Baca juga: Agus Subiyanto Calon Tunggal Panglima TNI, Ini Penjelasan Jokowi
Saat disinggung tentang netralitas TNI-Polri, Moeldoko dengan tegas menyatakan kedua institusi tersebut sudah dan selalu ditekankan untuk netral. Ia pun mempersilakan masyarakat melakukan evaluasi dan kontrol, bahkan mengkritisi lebih keras jika mendapati TNI-Polri tidak netral dalam Pemilu 2024. “TNI-Polri netral atau tidak kami serahkan kepada masyarakat untuk mengontrolnya,” ujarnya.
Pada kesempatan itu, Kepala Staf Kepresidenan juga memastikan pemerintahan akan tetap berjalan secara efektif dan tidak kurang dalam memberikan pelayanan kepada publik, meski ada beberapa menteri dan pejabat yang mengikuti kontestasi Pilpres dan Pemilu 2024.
Sebanyak 187 Perwira Tinggi yang dimutasi, yakni109 Pati TNI Angkatan Darat, 36 Pati TNI Angkatan Laut, dan 42 Pati TNI Angkatan Udara.
Panglima TNI menunjuk Brigjen TNI Wahyu Yudhayana sebagai Sesmilpres menggantikan Mayjen TNI Kosasih.
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto merotasi sejumlah perwira tinggi TNI Angkatan Darat, termasuk jabatan Pangdam XIV Hasanuddin dan Kadispenad
Kapolri, Panglima TNI dan menteri-menteri terkait diminta untuk melakukan evaluasi dari peristiwa tersebut.
PANGLIMA TNI Jenderal Agus Subiyanto merotasi sejumlah perwira tinggi. Salah satunya ialah penunjukan Letnan Jenderal TNI Muhammad Saleh Mustafa sebagai Wakil Kepala Staf TNI Angkatan Darat
Koordinasi dan sinergitas dua institusi besar negara itu akan terus diperkuat. Terutama, dalam memastikan rangkaian perayaan kemerdekaan berlangsung aman dan penuh makna.
Struktur insentif politik Indonesia yang masih tersentralisasi membuat kompetisi elit nasional tetap berlanjut di level daerah.
Tanpa perubahan mendasar, parlemen berpotensi semakin dikuasai kelompok bermodal besar.
Taufan menyoroti persoalan ambang batas parlemen yang menurutnya menjadi isu penting dan membutuhkan kajian panjang serta komprehensif agar dapat ditentukan metode yang paling tepat.
Dalam konfigurasi tersebut, Perludem menilai jika kepala daerah dipilih oleh DPRD, maka hasil Pilkada berpotensi terkunci sejak awal.
Yusril berpandangan pilkada tidak langsung melalui DPRD justru selaras dengan falsafah kedaulatan rakyat, sebagaimana dirumuskan dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945.
Jika nantinya terjadi perubahan desain pilkada menjadi tidak langsung, mekanisme tersebut akan tetap menjamin partisipasi publik secara maksimal dan transparan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved