Headline
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
Seorang mahasiswa informatika membuat map Aksi Kamisan di Roblox.
SETIAP pemimpin khususnya kepala daerah harus memiliki kemampuan atau ilmu tentang pemerintahan. Salah satu yang paling dasar dan wajib dikuasai yakni kemampuan psikologi pemerintahan dan sosiologi pemerintahan.
Ilmu tersebut tidak bisa didapatkan dengan meraba-raba tanpa dijalani dan terjun langsung ke lapangan. Termasuk menjalani setiap tahapannya mulai dari kepala daerah otonom murni kemudian (Bupati/Wali Kota) gubernur hingga akhirnya bermain di kancah nasional.
Pernyataan ini disampaikan pakar otonomi daerah Djohermansyah Djohan, Selasa (24/10) dalam merespon majunya putra Presiden Joko Widodo yang juga Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres KIM Prabowo Subianto.
"Dari segi syarat itu terpenuhi tapi tidak memadai. Kalau dia hanya menjabat dua tahun (Wali Kota) maka itu tidak cukup. Karena dua tahun itu pada satu tahun pertama dia belajar dulu bagaimana kelola komunikasi sama dewan itu bagaimana dan birokrasi lainnya. Dari dagang martabak jadi pemimpin yang sekarang (Wali Kota) banyak sekali yang ada di bawah komando dia," ungkapnya
Baca juga : Soal Politik Dinasti, Prabowo : Semua Partai Berpolitik Dinasti, Termasuk PDIP
Seorang kepala daerah di tahun pertama belum memahami dengan baik segala birokrasi dan ilmu pemerintahan apalagi jika jabatan itu diemban saat semuanya sudah berjalan seperti anggaran daerah yang sudah diketok palu.
Baca juga : Relawan Bara JP Tepis Tudingan Dinasti Politik
"Jadi tidak memadai dari segi waktu dan keahlian.Lalu tahun kedua dia baru mengenal dan tahun ke tiga baru memahami cara hadapi birokrasi, pemda, pemkot oh begini, komunikasi dengan m masyarakat begini. Jadi administrator pemerintah masyarakat,” ujarnya.
Pengalaman Gibran sebagai kepala daerah selama dua tahun tidak cukup untuk langsung melompat ke nasional. Hal ini disebabkan ada jenjang keilmuan yang tidak bisa didapat jika tidak menjalaninya. Lompatan jenjang itu akan mengakibatkan Gibran gagap dalam menghadapi masalah, tidak mampu mengambil keputusan yang baik hingga diremehkan oleh pejabat yang lebih senior.
"Dia harus main di pentas nasional dulu tambah satu jenjang lagi tidak boleh lompat karena nanti dia tidak matang akibatnya dia tidak mampu ambil keputusan yang baik. Dia juga harus kuasai isu internasional. Kalau pengalaman di daerah tidak lengkap dia harus kejar seperti bagaimana caranya mengawasi gubernur," tegasnya. (Z-8)
Kapolri, Panglima TNI dan menteri-menteri terkait diminta untuk melakukan evaluasi dari peristiwa tersebut.
PRESIDEN Prabowo Subianto optimistis target penerima manfaat dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) hingga 82,9 juta orang dapat tercapai di akhir tahun.
PRESIDEN Prabowo Subianto menyindir eks Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer yang tersandung dalam kasus dugaan pemerasan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menegaskan, pertemuan Presiden Prabowo dengan Pengurus DPP Golkar menunjukkan soliditas koalisi dalam mendukung program prioritas pemerintah.
PRESIDEN Prabowo Subianto mendukung perkembangan government technology (GovTech) serta inisiatif pengembangan gen bank untuk menjaga plasma nutfah Indonesia.
DPP Partai NasDem menerima kunjungan silaturahmi dari DPP PKS di NasDem Tower, Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Megawati kembali mengungkit soal kekalahan Ganjar Pranowo-Mahfud Md dan meyakini bahwa ada kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif
PARTISIPASI pemilih pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) di Kota Padang tahun 2024 tercatat hanya 49 persen dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT).
KETUA PARA Syndicate Ari Nurcahyo menyebut Pilkada Serentak 2024 merupakan pertarungan antara Prabowo Subianto, Joko Widodo, dan Megawati Soekarnoputri.
Pentingnya kepedulian anak-anak muda terhadap perhelatan pilkada mendatang.
DINAMIKA politik jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2024 kian panas. Adanya pertemuan antara Joko Widodo dengan salah satu pasangan calon Pilkada Jakarta,
Elektabilitas Rido unggul dari kandidat lain karena pengaruh pemilih Anies Baswedan dan Prabowo Subianto.
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved