Headline
Pemerintah tetapkan 1 Ramadan pada Kamis, 19 Februari 2026.
Kumpulan Berita DPR RI
PENGAMAT politik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Salahudin menilai peta politik nasional tahun 2024 diprediksi condong ke arah calon presiden (capres) Prabowo Subianto. Ia melanjutkan, Menteri Pertahanan RI yang mengantongi elektabilitas tertinggi tersebut diprediksi bisa memenangkan kontestasi Pilpres 2024 mendatang.
“Peta politik nasional nampaknya berpihak pada Prabowo,” kata Salahudin.
Salahudin mengatakan selain memiliki elektabilitas tinggi, Prabowo juga diyakini sebagai capres yang didukung atau mendapatkan endorsement dari Presiden Jokowi. Dukungan maupun endorsement Presiden Jokowi memang terasa bagi peningkatan elektabilitas Prabowo pada Pilpres 2024.
Baca juga: Gerindra Nyatakan Terbuka dengan Demokrat
Berdasarkan survei yang dilakukan Surabaya Research Syndicate (SRS) periode 2 – 11 Agustus 2023, sebanyak 43,6 persen rakyat Indonesia yakin mantan Gubernur DKI Jakarta itu memberikan dukungannya kepada Menteri Pertahanan RI tersebut. Adapun endorsement Presiden Jokowi itu juga berdampak besar pada tingkat elektabilitas Prabowo jelang Pilpres 2024.
Pada survei yang sama, Prabowo berhasil menduduki peringkat teratas dengan dukungan tertinggi pada simulasi Capres 3 nama. Menteri terbaik dan andalan Presiden Jokowi itu berhasil mengantongi suara dukungan sebesar 43,7 persen, diikuti Capres PDIP, Ganjar Pranowo dengan 39,5 persen dan Anies Baswedan yang meraup 12,2 persen.
Baca juga: Kaget Ditunjuk Jadi Ketua TPN Ganjar, Arsjad Ngaku Masih Perlu Waktu Berpikir
Selain terbukti mendapatkan endorsement dari Presiden Jokowi, Prabowo juga berkomitmen untuk melanjutkan program dan juga kebijakan yang sudah dijalankan dari pemerintahan sebelumnya, termasuk hilirisasi hingga penguatan pada sektor kesehatan dengan Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan pendidikan dengan Kartu Indonesia Pintar (KIP).
Oleh karena itu, Salahudin mengakui Prabowo memiliki banyak keunggulan untuk menghadapi Pilpres 2024. Adanya dukungan yang nyata dari Presiden Jokowi dan elektabilitas yang tinggi diyakini bisa menjadi bekal mumpuni Ketum Gerindra itu untuk memenangkan kontestasi demokrasi mendatang.
“Prabowo adalah bakal capres yang dinilai potensial memenangkan Pilpres 2024,” ungkap Salahudin. (Z-7)
Pengamat ESA Unggul Jamiluddin Ritonga kritik usulan koalisi permanen Golkar untuk Prabowo, dinilai berisiko lemahkan DPR dan checks and balances.
Demokrasi, bisa bertumbuh dari akar ilmu (pengetahuan) yang terintegrasi dengan amal perbuatan
IPK Indonesia 2025 turun ke skor 34. Peneliti Pukat UGM Zaenur Rohman menilai perbaikan penegakan hukum jadi kunci pemberantasan korupsi.
Pakar FH UI Titi Anggraini menyoroti lemahnya transparansi keuangan partai politik Indonesia, menekankan audit eksternal dan pengawasan tegas dibutuhkan.
ANGGOTA DPR RI Fraksi Partai NasDem Willy Aditya, menegaskan bahwa literasi dan kemampuan berpikir kritis merupakan fondasi utama dalam membangun ekosistem demokrasi yang sehat.
Sidang pemeriksaan pendahuluan perkara tersebut digelar Kamis (4/2) dan dipimpin Ketua MK Suhartoyo, didampingi Hakim Konstitusi Daniel Yusmic P. Foekh dan M. Guntur Hamzah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved