Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
PRESIDEN Joko Widodo atau Jokowi menyinggung sosok bakal calon presiden (capres) RI selanjutnya yang akan dilantik pada 2024 mendatang. Sebab, kepemimpinan selanjutnya yang akan menentukan masa depan Indonesia. Ia menuturkan siapapun yang terpilih menjadi presiden diminta untuk meneruskan pekerjaan yang dilakukan saat ini.
"Ini bukan tentang siapa yang jadi Presidennya. Bukan bukan itu.Tapi apakah sanggup atau tidak? Untuk bekerja sesuai dengan apa yang sudah dimulai saat ini," ujar Jokowi saat menyampaikan pidato kenegaraan dalam rangka Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI-DPD RI Tahun 2023, pukul 09.30 WIB, di Senayan, Jakarta, Rabu (16/8)
Untuk mencapai Indonesia emas, Jokowi menilai perlu ada akselerasi. Bukan kerja yang santai. Ia mengibaratkannya sebagai lari marathon. Bukan lari biasa.
Baca juga; Presiden: Indonesia Jadi Bangsa Pemalas Jika Hanya Jual Bahan Mentah
"Apakah Berani atau tidak? Mampu konsisten atau tidak? Karena yang dibutuhkan itu adalah nafas yang panjang karena kita tidak sedang jalan-jalan sore. Kita juga tidak sedang lari sprint tapi yang kita lakukan harusnya adalah lari marathon untuk mencapai Indonesia Emas," tegasnya.
Menurut Jokowi, tantangan pada masa depan tidak mudah. Pilihan kebijakan dinilainya akan semakin sulit sehingga dibutuhkan keberanian dan kepercayaan pemimpin terpilih. Presiden selanjutnya, ujar Jokowi, diminta berani mengambil keputusan yang sulit dan keputusan yang tidak populer.
Baca juga: Jalan Tol tidak Bisa Dimakan, Presiden: Ya Memang Betul
"Oleh sebab itu menurut saya, pemimpin itu harus punya public trust karena kepercayaan adalah salah 1 faktor penentu. Bisa berjalan atau tidaknya suatu kebijakan, bisa diikuti atau tidaknya sebuah keputusan. Ini adalah modal politik dalam memimpin sebuah bangsa," papar Jokowi.
Selain itu, ia menambahkan seorang pemimpin membutuhkan dukungan dan kerjasama dari seluruh komponen bangsa.
Oleh sebab itu, selama masa jabatannya, Jokowi berterima kasih kepada pimpinan lembaga tinggi negara, para ulama Tokoh agama Tokoh masyarakat dan Pemimpin Adat, kepada guru, budayawan, tenaga kesehatan dan awak media, partai politik, politisi, aparat pemerintah dan TNI Polri, serta kepada seluruh lapisan masyarakat yang telah memberikan dukungan padanya.
(Z-9)
Walaupun belum tercatat sebagai kader, sikap politik Jokowi ini dinilai sebagai langkah untuk melengkapi legasinya.
Pernyataan Jokowi yang siap “berjuang mati-matian” untuk PSI sebagai sinyal kecemasan dan rasa terancam di tengah dinamika politik pasca-Pilpres.
Pernyataan-pernyataan Jokowi dalam pidatonya di Rakernas PSI memiliki makna politik yang kuat, meskipun secara formal Jokowi belum bergabung ke PSI.
Upaya itu untuk mendongkrak elektabilitas PSI di Pemilu 2029. Mengingat, saat ini PSI masih belum bisa lolos ke parlemen di Senayan.
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep merespons ajakan “habis-habisan” Jokowi dalam penutupan Rakernas PSI di Makassar. PSI ditargetkan jadi partai besar di Pemilu 2029.
Meski Jokowi belum resmi menjadi kader, Raja Juli menyebut pernyataan mantan presiden itu sudah seperti ajakan terbuka kepada seluruh loyalisnya untuk bergabung.
MENTERI Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno mengakui anggaran upacara peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI membengkak.
KEGIATAN spektakuler Parade Budaya Merah Putih bertajuk Jayalah Selamanya dengan menampilkan sejumlah budaya Nusantara dan dihadiri ribuan peserta telah sukses digelar, di Lapangan Banteng
Kegiatan itu bertujuan untuk berbagi kebahagiaan dan inspirasi kepada anak-anak di SDN Kadiwono 1.
Penanaman 22.000 pohon mangrove di 3 kota yaitu Makassar, Banjarmasin dan Mataram, PNM berusaha memberi inspirasi untuk membantu kondisi lingkungan
Pada 16 Agustus, Kuningan City Mall berkolaborasi dengan Wahana Production menggelar Selebrasi 17 di Ground Floor untuk memanjakan pengunjung dengan alunan musik dan penawaran diskon.
Festival ini digelar untuk memulihkan kembali geliat pariwisata dan meningkatkan jumlah pengunjung ke pulau-pulau di Kepulauan Seribu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved