Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DPD Partai Golkar Jawa Barat menyambut gembira masuknya mereka ke koalisi Gerindra-PKB. Yaitu koalisi yang mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden di Pemilu 2024.
"Kita bersyukur Golkar telah menjatuhkan pilihan dan ini adalah yang terbaik," tutur Sekretaris DPD Partai Golkar Jabar, MQ Iswara, Minggu (13/8) saat membuka Pendidikan Politik Peningkatan Kapasitas Bakal Calon Legislatif (Bacaleg) di Kabupaten Kuningan.
Dijelaskan Iswara, dalam dua kali pilpres, mantan Danjen Kopassus itu selalu unggul di Jabar. Kondisi ini tentu menguntungkan posisi Partai Golkar di Jabar. Ini, lanjut Iswarra tentu merupakan pilihan yang terbaik. "Tugas kita sebagai kader adalah mengamankan dan melaksanakan keputusan," tuturnya.
Baca juga : Pengamat: Jokowi Jadi Dirigen Deklarasi Koalisi Besar Pendukung Prabowo
Menurut mantan Ketua PPM Jabar ini, Golkar akan memperoleh coat tail effect (efek ekor jas), karena mendukung capres yang amat populer di Jabar.
"Narasi harus dibangun dengan baik, agar kita memberi kemenangan mutlak bagi capres kita, sekaligus menaikkan perolehan suara Golkar secara signifikan," serunya.
Baca juga : Merapat ke Prabowo, PAN Ajukan Erick Thohir Jadi Cawapres
Dikatakannya, Golkar adalah partai dengan pengalaman begitu panjang, serta dipenuhi dengan tokoh mumpuni di semua lini dan di semua wilayah. Jadi sebenarnya, tak ada alasan untuk tidak menang Pemilu 2024 yang akan datang.
Sementara itu terkait Dikpol, Iswara menjelaskan akan akan berlangsung dalam tiga angkatan. "Dikpol merupakan wahana bagi kita untuk menyusun strategi, merapatkan barisan, agar mencapai tujuan bersama, memenangkan Partai Golkar. Jangan ada lagi upaya personal caleg untuk menang dengan cara mendiskreditkan sesama kader," kata Iswara yang juga Ketua DPP Bidang Pemenangan Pemilu Jabar-Banten ini.
Ia tak ingin mendengar di akar rumput terjadi rebutan suara yang tak sehat.
"Silakan bagi wilayah. Terlebih empat dapil yang sekarang ikut Dikpol, berpeluang menambah kursi. Galilah suara dari sumber lain, jangan mengambil dari suara caleg sesama Golkar yang sudah pasti memilih Golkar."
Pada Dikpol bagi bacaleg Angkatan Kedua ini, hadir 39 bacaleg dari Dapil 10 (Kab. Purwakarta & Kab. Karawang), 11 (Kab. Subang, Kab. Majalengka dan Kab. Sumedang), 12 (Kab. Indramayu, Kab. Cirebon dan Kota Cirebon) dan 13 (Kab. Kuningan, Kab. Ciamis, Kab. Pangandaran dan Kota Banjar).
Seperti diketahui, Partai Golkar menargetkan 25 kursi DPRD Jabar dan 293 kursi DPRD kabupaten kota se-Jabar. (Z-4)
Simak profil lengkap Prabowo Subianto, dari karir militer cemerlang, kiprah politik, hingga terpilih menjadi Presiden ke-8 Republik Indonesia.
Warga menyampaikan bahwa mereka merasa sangat terbantu dengan kehadiran SPPG Terjun Medan Marelan dan Partai Gerindra.
Keberangkatan Mirwan bersama istrinya untuk menunaikan ibadah umrah memicu sorotan publik.
Simak profil lengkap Prabowo Subianto, Presiden RI ke-8. Telusuri perjalanan karier militer, jejak politik, hingga visi Asta Cita untuk Indonesia Emas.
Dasco mengaku belum mengetahui apakah penolakan kader itu menjadi pertimbangan bagi Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto.
FRAKSI Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta menyatakan keberatan terhadap rencana pemotongan subsidi pangan murah sebesar Rp300 miliar dalam RAPBD DKI 2026.
Alih-alih memperkuat efektivitas kerja parlemen, skema tersebut justru bisa memicu konflik internal.
KETUA Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia mengungkapkan, Adies Kadir bukan lagi merupakan anggota maupun pengurus partai.
Dia memastikan Adies tidak lagi terikat dengan Golkar, bahkan sebelum ia dipilih menjadi Hakim MK. "Sebelum ditetapkan. Ya beberapa hari lalu lah, suratnya nanti saya cek.
Castro mengungkap adanya indikasi desain besar untuk melumpuhkan independensi MK dalam menetapkan Adies Kadir.
Sekjen Partai Golkar Muhammad Sarmuji mengatakan Adies Kadir yang kini menjadi calon Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) telah mengundurkan diri dari Partai Golkar.
Jamiluddin menilai Presiden Prabowo Subianto perlu menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat dengan bersikap tegas terhadap usulan tersebut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved