Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto mengaku akan mempertimbangkan semua usulan nama calon wakil presiden yang disodorkan kepadanya. Tak terkecuali, putra sulung dari Presiden Jokowi yaitu Gibran Rakabuming Raka.
“Saya kira sebagai tokoh (Gibran) ya pasti ya, semua diperhitungkan," kata di Solo, Jawa Tengah, Kamis (10/9/).
Namun demikian, bakal calon presiden dari Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya tersebut akan tetap mengikuti apa kehendak rakyat. Artinya jika, Gibran memang diinginkan oleh rakyat dan mau mendampinginya maka hal itu tidak tertutup kemungkinan.
Baca juga : Timnas Anies Baswedan-Cak Imin: Salam 4 Jari Simbol Perlawanan Ketidakadilan
“Yang penting bagaimana rakyat, saya kira itu," jelas Prabowo.
Prabowo juga kembali guyub bareng Relawan Jokowi dan Relawan Bolone Mase Gibran Rakabuming Raka. Selepas makan malam bersama, Prabowo diiringi para Relawan Jokowi dan Relawan Bolone Mase Gibran menuju stage live music yang tengah membawakan lagu "Ojo Dibandingke".
Penyanyi band yang membawakan lagu tersebut bersama para emak-emak Relawan Jokowi dan Relawan Bolone Mase Gibran pun kompak bernyanyi.
Baca juga : Ketua PBNU tegaskan Netralitas NU sebagai Organisasi
"Ku berharap engkau mengerti, di hati ini hanya ada Pak Prabowo," nyanyi para Relawan Jokowi dan Relawan Bolone Mase.
Mendengar hal itu, Prabowo pun tersenyum sambil mengatupkan kedua tangannya. Kemudian, ia menyalami para personel band tersebut dan naik ke atas panggung.
Namun pandangan berbeda disampaikan oleh pegiat media sosial Ulin Niam Yusron. Dia menilai, Gibran tidak pantas menjadi Cawapres.
Baca juga : Mengukur Dampak Keterlibatan Erick Thohir
Sebelumnya, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyolek pegiat media sosial Ulin Niam Yusron. Dia merasa sedang dibicarakan oleh Ulin.
Ulin menilai, mengangkat Gibran sebagai cawapres sama saja dengan jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) 3 periode.
"Ketoke aku lagi dirasani karo mas @ulinyusron," tulis Gibran dalam akun Twitternya.
Baca juga : Soal Klaim Boy Thohir, Adaro: Itu Pendapat Pribadi
Menanggapi cuitan tersebut, Ulin mengingatkan, Gibran untuk tidak menerima tawaran Cawapres. Menurutnya, Gibran tidak pantas.
"Pokoke ojo Mas, ora (tidak) pantas. Dugang (tendang) wae yen ono sing ngerayu (kalau ada yang merayu) ngajak cawapres. Ngono yo ngono (gitu ya gitu) Mas, ning ojo ngono (tapi jangan gitu)," balas relawan Ganjar itu.
Untuk diketahui, Ulin mengatakan, bila Gibran jadi Cawapres itu terjadi maka para elite lupa akan sejarah reformasi.
Baca juga : M Qodari Sebut Dukungan Erick Thohir Bisa Jadi Game Changer
"Mengangkat Gibran sebagai cawapres Prabowo itu sama halnya dengan 3 periode," ujar Ulin dilansir dari YouTube Cokro TV, Minggu (5/8).
Ulin menjelaskan, niatan memcawapreskan Gibran adalah keputusan elite politik atau berasal dari hulu. Sedangkan, suara publik hanya hilirnya.
"Artinya elite dan keputusan politik itu lupa reformasi, kecuali kalau elite itu memang gak ingat reformasi, memang gak berpihak kepada reformasi," ujarnya.
Baca juga : Gibran Dinilai Bukan Representasi Anak Muda yang Ideal
Ulin mengingatkan, terpilihnya Jokowi sebagai Presiden adalah produk reformasi. Dia berujar, membiarkan Gibran menjadi cawapres adalah menjerumuskan Jokowi.
"Kan Jokowi adalah salah satu pemimpin sebagai hasil reformasi, produk reformasi, membiarkan Gibran sebagai cawapres, atas nama kecintaan kepada Jokowi itu sesat, menjerumuskan Jokowi," ucapnya.
Ulin menuding, bahwa Prabowo Subianto yang memodusi Jokowi agar Gibran direstui menjadi cawapres. Padahal, kata dia, bahasa Gibran sudah terlihat menolak menjadi cawapres.
Baca juga : Gibran Hanya Diam saat Ditanya Soal Debat Cawapres
"Kalau kita mau menyebut yang mendorong-dorong Gibran jadi cawapres siapa, Ganjar? ora mungkin, Prabowo yang modusi terus bolak balik datang ke bapak untuk minta restu mencawapreskan Gibran," pungkasnya. (H-3)
Didampingi putranya, Jan Ethes, Wapres tiba di Masjid Istiglal pada pukul 06.47 WIB.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta masyarakat memberikan kepercayaan kepada proses hukum yang sedang berjalan terkait pengusutan kasus serangan penyiraman air keras.
Penyerahan zakat Presiden Prabowo diterima dan didoakan langsung oleh Ketua BAZNAS RI Dr. Ir. H. Sodik Mudjahid, M.Sc., sebagaimana kewajiban amil untuk mendoakan para muzaki.
Rismon Sianipar resmi meminta maaf kepada Jokowi dan Gibran terkait polemik ijazah palsu. Simak kronologi, alasan ilmiah, dan dampaknya.
Rismon Sianipar menyampaikan permintaan maaf langsung kepada Wapres Gibran setelah kajian lanjutan menyimpulkan ijazah yang sempat dipolemikkan ternyata asli.
PAKAR informatika Rismon Sianipar mengaku menganulir seluruh temuannya terkait dugaan ijazah palsu Jokowi atau Presiden ke-7 RI Joko Widodo. Ia bertemu Gibran Rakabuming Raka
PASAL mengenai persyaratan calon Presiden dan calon Wakil Presiden dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu atau UU Pemilu kembali digugat ke MK agar bebas dari nepotisme
UU Pemilu digugat meminta keluarga Presiden dan/atau Wakil Presiden yang sedang menjabat dilarang mencalonkan diri sebagai capres dan cawapres
PSI mengatakan keputusan soal calon wakil presiden (cawapres) pendamping Prabowo Subianto pada pilpres 2029 akan diserahkan pada presiden.
empat asas penting yang harus diperhatikan, yakni kecermatan, keterbukaan, kepentingan umum, dan ketidakberpihakan. Namun, dalam keputusan KPU yang telah dibatalkan
KPU ke depan merasa perlu memperoleh pandangan dari berbagai pihak agar keputusan yang diambil lebih komprehensif.
Pembatalan keputusan ini menegaskan komitmen KPU sebagai lembaga publik yang terbuka dan inklusif,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved